Downright Punishment

tumblr_ncrqlqroJi1r38u15o1_250

scriptwriter Liana D. S.

Red Velvet’s Joy and Irene

ft. Red Velvet’s Seulgi and Wendy

Ficlet (± 800 words), Friendship, fail!Comedy, General

.

.

“Tuhan mendengarmu, Joy. Tuhan mendengar.”

***

Suatu hari, Joy dan Irene hanya berdua saja di ruang latihan.

“Seulgi dan Wendy mana, sih? Jangan bilang mereka ‘kencan’.” keluh leader Irene sambil melakukan pemanasan. ‘Kencan’ itu maksudnya pergi jajan entah ke mana, kabur sebentar dari rutinitas latihan.

Joy tertawa. “Tidak mungkin, Eonni. Pacar Seulgi-eonni ‘kan kau; kalau Wendy-eonni pacarku.”

Irene menggeleng-gelengkan kepalanya. Otak magnae satu ini mulai miring juga seperti Seulgi dan Wendy.

“Jangan duduk-duduk saja. Ayo, lakukan stretching atau apalah sambil menunggu kakak-kakakmu yang bandel itu.”

Joy bangkit dengan malas. Irene-eonni galak amat, pikirnya, lalu mengikuti langkah-langkah pemanasan yang Irene lakukan. Sambil menunggu, Joy mengamati pantulan dirinya dan Irene di cermin ruang latihan.

Hei.

Tinggi badan Joy bertambah lumayan banyak, ternyata. Puncak kepalanya berada jauh di atas Irene. Sementara magnaenya bertumbuh, leader tampaknya tidak bertambah tinggi lagi. Joy terkikik dalam hati melihat perbedaan ini. Dia, magnae tembam berbibir penuh dengan aegyo tumpah-ruah, berbadan lebih besar dibanding Irene, leader bermuka kaku yang senantiasa serius. Wibawa pemimpin Irene jadi merosot gara-gara badannya mungil.

“Kenapa senyum-senyum?”

Seulgi dan Wendy pasti peka dengan nada curiga Irene ini, jadi mereka tidak akan bicara macam-macam. Harusnya Joy juga, tetapi ajaibnya, gadis itu malah tertawa.

Eonni pendek, ya.”

***

Saat Seulgi dan Wendy masuk sambil mengunyah kue, mereka mendapati adik mereka berjongkok di pojok ruang, memegangi kepala. Mereka berdua spontan menelan, takut, terlebih setelah itu, Irene memutar kepala menghadap mereka.

“Ke mana saja kalian? Ayo latihan!”

“B-baik, baik!” Seulgi dan Wendy segera bersiap di posisi, sementara Irene menyalakan tape untuk mengiringi mereka latihan dance. Seulgi menatap Joy penasaran. “Irene-eonni kenapa?”

“Kau sendiri kenapa, Joy?” tanya Wendy, dan bibir Joy mengerucut. Gadis tembam itu menunjuk dahinya yang merah. “Irene-eonni sedang sensitif, mungkin mau datang bulan. Masa kubilang ‘pendek’ saja, dia langsung menjitakku?” bisiknya.

Seulgi mendesah panjang.

“Siapapun kalau diejek pendek juga kesal, tau!”

***

Beberapa hari berikutnya, girl band pimpinan Irene, Red Velvet, diundang menghadiri sebuah konser Hallyu yang cukup bergengsi. Sebelum konser, diadakan jumpa pers terlebih dahulu. Semua personel Red Velvet tentunya harus berpakaian formal dalam agenda ini untuk memberi kesan baik pada pers.

Satu hal yang paling Joy benci pada situasi formal adalah high heels. Demi wajah derpnya Wendy, kenapa harus ada sepatu bertumit sangat tinggi dan langsing seperti itu, melebihi langsingnya Irene? Memang bagus, sih, tetapi ‘kan jadi susah jalan? Sialnya, merupakan kewajiban bagi setiap artis wanita untuk menggunakan sepatu macam ini, tak peduli bagaimana rasanya.

Joy melihat pantulan dirinya di cermin, sebelum dan setelah mengenakan stiletto hitamnya. Duh, dia seperti tiang listrik berjalan: tinggi sekali!

Padahal aku sudah lumayan tinggi tanpa sepatu ini. Kenapa bukan Irene-eonni saja yang pakai?, batinnya, melirik sang pemimpin di cermin sebelah. Mereka berdua sama-sama pakai high heels, tetapi perbedaan jarak puncak kepala mereka belum berkurang sedikit juga, malah bertambah.

Joy menganggap ini lucu dan tertawa lagi dalam hati.

Uuh, Irene-eonni itu mungil sekali, sih! Ingin kujadikan adik rasanya! Kalau kupanggil ‘Irene’ dan dia memanggilku ‘Joy-eonni’, barangkali usia kami benar-benar tersamar…

Tuhan mendengarmu, Joy. Tuhan mendengar.

***

Red carpet. Red Velvet berjalan di red carpet. Permainan kata-kata saja.

“Ayo, Joy, jalan duluan.” perintah Irene. Joy patuh. Ia berjalan di depan Irene, sedangkan Seulgi dan Wendy berada di belakang leader.

Oh, gawat.

Di depan ada dua anak tangga.

Joy berusaha keras untuk menjaga keseimbangannya di atas karpet yang juga lumayan licin itu. Sumpah, jika ada orang yang menganggap masuk rumah hantu atau olahraga ekstrem  meningkatkan adrenalin, yang ini lebih hebat lagi.

Wow. Dua anak tangga terlewati dengan sukses!

Sekarang tinggal berjalan ke tengah sana dan menghadap kamera, pikir Joy senang. Sedikit berjingkat, Joy menuju ke spot di mana foto grup Red Velvet akan diambil, tetapi ternyata..

Sret!

“Whoa!”

Pekikan kaget itu keluar begitu saja dari bibir Joy karena mendadak, ia kehilangan keseimbangan. Satu sisi kakinya keluar dari sepatu! Otomatis, lutut Joy tertekuk, begitu pula telapak kaki kirinya, sebagai upaya penyangga tubuh. Gadis tinggi itu tertatih seperti balita yang baru belajar berjalan.

Dan seperti ibu dari balita yang baru belajar berjalan, refleks Irene sangat bagus. Ia menahan punggung Joy dan membantu adiknya itu tegak kembali.

Setelah sesi foto selesai, Red Velvet meninggalkan red carpet untuk masuk hall. Ada anak tangga lagi.

Belum apa-apa, Irene sudah menggandeng Joy.

“Hati-hati, Joy-eonni, lantainya licin. Lagipula, Eonni ‘kan tidak biasa pakai high heels?

Joy hanya meringis malu saat Irene mengejeknya secara halus. “Iya, Irene-eonni, terima kasih… Aku janji tidak akan mengejekmu lagi, deh…”

“Kualat, tuh. Makanya jangan bikin kesal leader, meskipun magnae di agensi kita juga nakal-nakal.” Seulgi sok menasehati. Wendy setuju. “Benar, itu perbuatan yang tidak baik. Nanti kau kualat,” ucapnya, tetapi kemudian berbisik, “’Kualat’ itu apa, sih, Seul?”

Ah, Wendy. Kalau tidak mengerti kata Korea, tidak usah sok tahu, deh…

***

-never mock your elders or you’ll be punished with a pair of high heels.- LDS

***

TAMAT

aku nemu gif yang kujadiin cover di atas dan langsung kepikiran bikin FF ini. maaf agak gj yaa, bikinnya cepet2an, uhuu. adik Joy itu belum keliatan evilnya, apalagi ke Irene, makanya penasaran 😀 Irene itu kyknya terlalu serem sehingga adik2nya takut semua, g berani ngerjain dia :p

Advertisements

8 thoughts on “Downright Punishment

  1. Haiii, salam kenal
    malah menurut aku kalo joy itu lebih evil dari seostal dan hampir sama setannya sama changkyutaemtaohun, dia walaupun sering di bully irene tapi doyan ngeledek juga *keliatan dari tampangnya dan balasan ufo*
    gif-nya sesuai sama ceritanya, lawak banget
    wenseul di ending bikin gubrak juga
    pokpok granny bae, punya 3 anakmu kelakuannya bikin geleng-geleng

    Like

    1. hai, salam kenal juga, Liana 95line ^^
      masa sih mukanya kelihatan polos lho padahal. hahaha jadi pingin tau balesan ufonya. wendy kan juga koplak jadi kita harus menggedubrakkan diri juga karenanya :p
      makasih udh baca ya^^

      Like

      1. Hehe, aku ary 95line juga 😀
        Jangan tertipu wajah park sooyoung, dia queen evil
        disaat wendy-seulgi dah sekeju-kejunya, irene dengan balasan sedatar tampangnya, dia sendiri yang ngejailin fansnya
        emang kayaknya kalo wendy ga dinistain, rasanya pasti ga bakal afdol
        Good story ^^

        Like

  2. Ahahaha xD haloha kembali kak Liana! Duh, sehabis baca ff nya kak Liana yg Ice Cream Cake jadi gregetan banget ingin baca ff bercasting Red velvet lainnyaxD Aku kurang begitu tau sih, wendy dan seulgi jarang keliatan ada interaksi gitu._. Atau mungkin akunya yg ketinggalan info/? /eh tapi (lagi) liat interaksi mereka yg kakak tulis itu aku jadi seneng sendiri:)) eheheh, dan buat irene, ah, dia emang mother-able banget yaa. Lucu juga lho waktu liat ekspresi joy yg cekikikan begitu di gifxD
    Thanks for making this fic, kak! Keep writing ya!^^

    Like

  3. Wkwk.
    Ini evilnya Joy beneran ky interpretasiku.
    Hais, request dong li (kalo boleh).
    Kmrin ada curse of vocalist, selanjutnya coba bikin curse of magnae dong, fokus castnya sehun-joy kalo bisa, minor castnya ya magnae2 yg lain. Seru tuh kalo magnae2 usil bin kurang ajar dikerjain,,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s