OSCE Station #3: Electrocardiography

Apa jadinya jika seorang mahasiswa berotak sedikit miring yang baru ujian praktek pemeriksaan klinik pada hari Minggu kemarin salah masuk ke fandom Girls’ Generation?

[me ft. SNSD new formation!]

***

OSCE (Objective Structured Clinical Examination)

Station #3 Electrocardiography

by Liana D. S.

SNSD’s Taeyeon and EXO’s Baekhyun

Romance?, Fluff?, Medical, Ficlet (600+ words), General

.

Aku tidak menemukan apapun selain sinus takikardi.

***

Taeyeon diperintahkan dokter supervisornya untuk memasang 10 lead elektrokardiograf hari ini. Tidak seperti pasien yang butuh pemeriksaan ini pada umumnya, pasien Taeyeon masih berusia 10 tahun, 12 tahun lebih muda darinya. Pasien ini baru kemarin dirawat inap dan sedang tidak didampingi orang tuanya.

Kira-kira dia sakit apa, ya?

Ah, itu bisa dipikir nanti. Sekarang, Taeyeon harus fokus dan mengikuti prosedur pemeriksaan dengan benar supaya nilainya di stase jantung tidak jatuh.

Oke, pertama, aku harus memperkenalkan diri dulu dan menjelaskan prosedur pemeriksaan.

“Selamat pagi, Adik,” sapa Taeyeon, senyum ramahnya terkembang, “Aku Kim Taeyeon yang hari ini bertugas. Sebelum kita melakukan pemeriksaan, kita cek identitas dulu, ya? Apa benar namamu…”

Taeyeon membalik kertas pada clipboardnya.

“…Byun Baekhyun?”

Bocah lelaki di atas ranjang mengangguk semangat. Pipinya memerah. Pandangannya tak sedikitpun lepas dari sosok mungil Taeyeon. “Panggil saja aku Baekhyun!”

Pasien ini kelihatannya sangat sehat, berlawanan dengan kebanyakan orang sakit yang cenderung tidak peduli. Ketika Taeyeon menjelaskan tujuan dan prosedur pemeriksaan, dia mendengarkan dengan seksama seolah sedang berada di sekolah. Dia bahkan mengajukan beberapa pertanyaan kekanakan semacam ‘aku tidak akan tersetrum, ‘kan?’ dan ‘apa alat yang akan dipasang padaku seperti stetoskop?’. Taeyeon yang terbiasa menghadapi anak-anak menjawabnya dengan sabar, sedikit geli karena bocah ini banyak bertanya. Yang mengejutkan, ketika Taeyeon meminta Baekhyun membuka pakaian, tanpa malu-malu Baekhyun melakukannya. Ia membuka kemejanya dengan santai dan melepaskannya, padahal Taeyeon hanya butuh regio toraks—dada—terekspos, jadi si pasien cukup melepas kancing saja.

“Aku siap diperiksa!!!” ucap Baekhyun lantang setelah berbaring.

Taeyeon tertawa kecil. “Baiklah, aku mohon izin menempelkan elektrodanya, ya.”

Elektroda terpasang dan mesin mulai mencetak rekam jantung Baekhyun. Taeyeon mengamati hasil pembacaan aktivitas listrik pada kertas milimeter—dan mengernyit.

Apa ini? Kok sepertinya normal, ya?

“Sampaikan interpretasi heart rate hingga sumbu listrik jantungnya, lalu simpulkan, Kim Taeyeon.”

“Baik,” Taeyeon berpaling sejenak pada pasiennya, “Silakan mengenakan pakaian kembali, aku akan membaca rekam jantungmu dulu.”

Buru-buru Baekhyun berpakaian dan berbaring lagi. Keceriaannya berganti kecemasan. “Apa jantungku sakit, Noona Dokter?”

“Tidak perlu khawatir, sejauh ini masih baik-baik saja, kok,” jawab Taeyeon menenangkan, “Selamat beristirahat kembali.”

Dari pengamatannya, Taeyeon menyimpulkan bahwa si pasien hanya mengalami sinus takikardi yang tidak mengancam jiwa. Sinus takikardi adalah bahasa keren untuk denyut jantung bertambah cepat tanpa perubahan irama. Dokter supervisor mengangguk dan Taeyeon merasa lega; bacaannya tepat!

Sang dokter melanjutkan pemeriksaan sendiri, menanyakan beberapa hal pada Baekhyun, anamnesis biasa. Baekhyun tampak sedikit muram saat Taeyeon menjauh darinya.

“Apa Noona Dokter akan datang lagi besok?” tanya Baekhyun sedih saat Taeyeon dan supervisornya hendak keluar ruangan. Taeyeon menggeleng. “Mungkin tidak, tetapi kalau beruntung, kita bisa bertemu lagi?”

“Asyik! Dokter Jang, ajak Noona Dokter untuk mengunjungiku lagi, ya…” pinta Baekhyun, yang membuat supervisor Taeyeon terkekeh. Taeyeon kemudian melambaikan tangannya pada Baekhyun dan mengucapkan ‘sampai jumpa’, memberi harapan pada si pasien cilik untuk bertemu lagi esok harinya.

***

“Dia terserang demam rematik tahun lalu dan dibawa ke rumah sakit pada stage yang sudah agak terlambat. Katup mitralnya mengalami kombinasi stenosis dan regurgitasi, tetapi belum ada pembesaran atrium saat itu. Dia sudah sembuh, tetapi katupnya masih rusak. Orang tuanya tidak bersedia untuk dilakukan operasi penggantian katup—tetapi akhirnya mereka mau setelah Baekhyun pingsan kemarin setelah pelajaran olahraga. Nah, aku memintamu melakukan pemeriksaan elektrokardiogram ulangan supaya kau dapat mengetahui adanya pembesaran atrium atau tidak.”

Bibir Taeyeon membulat tanpa sadar.

Katup mitral adalah katup yang memisahkan atrium—‘serambi’—kiri dan ventrikel—‘bilik’—kiri. Infeksi, salah satunya yang disebut demam rematik, bisa menyebabkan katup ini menebal—stenosis—atau bocor—regurgitasi, sehingga darah bisa tertahan di ‘serambi’ dan menyebabkan ‘serambi’ membesar. Tanda-tanda pembesaran dapat dibaca melalui elektrokardiogram, meskipun bukan itu detektor pastinya.

“Tapi syukurlah, dari elektrokardiogram sepertinya normal.”

“Ya, dan seandainya bukan kau yang memeriksanya,” Sang supervisor menahan senyum, “sinus takikardi itu juga tidak akan muncul.”

Eh? Taeyeon tercenung.

“Anak lelaki senang diperiksa dokter yang masih muda dan cantik,” lanjut sang dokter senior, “jadi sepertinya, kau harus ikut aku besok untuk menyenangkan pasienku.”

Oh.

Jadi denyut jantung yang lebih cepat itu disebabkan oleh…

***

 “Dokter Jang, ajak Noona Dokter untuk mengunjungiku lagi, ya…”

***

Pipi pualam Taeyeon bersemu malu. Ia menutup wajah dengan clipboard, menimbulkan gelak supervisornya sekali lagi.

Apa Byun Baekhyun menyukaiku?! Seorang pasien menyukaiku?! Astaga!

Tapi dia itu…

***

“Aku siap diperiksa!”

***

…manis juga…

***

TAMAT

jadi para readerku sekalian, pernahkah kalian ujian di hari Minggu?

aku pernah dan itu kemarin, 25/01/2015. ada delapan soal yang disediakan dalam delapan station. yah, bayangkan sebuah ruangan dengan sekat-sekat; di masing-masing wilayah yg disekat itu, kita suruh ngerjain pemeriksaan tertentu pada cleaning service ato karyawan kampus yg pura-pura jadi pasien. tiap mahasiswa urutan soalnya bakal berbeda. aku misalnya, soal pertama yang kudapat adalah membaca elektrokardiogram di station ketiga (gak masang, untungnya), jadi cuman dikasih kertas EKG doang gak ada pasiennya.

itulah kenapa judulnya langsung #3. karena nomer stationku emang langsung 3.

hasilnya baru keluar 3 bulan lagi coba, dan langsung ngulang setelah 3 bulan itu, jadi mohon doanya supaya selamat dari mengulang *bow

moga indikasi penggunaan EKG di FF ini tepat… kalau nggak aku bakal malu sama kolegaku di FK yg lain *lah

bonus piku! ini pasiennya ibu Taeng.

4a9e5304tw1e5i5p1tcjxj20b00dygn2

Advertisements

15 thoughts on “OSCE Station #3: Electrocardiography

  1. Eh kamu anak kedokteran? 😮
    Oke ini out of the box XD abaikan
    Btw tau ga sih aku juga lagi kepikiran ide yang aga mirip mirip. Tentang debaran jantung dan perkiraan penyakit haha ini lagi on the way fictnya haha
    Dan aku senyum2 sendiri baca ini. Entah kenapa si baek suka cocok banget kalo dikasih peran anak anak XD suka kebayang , aku sampe ngakak pas baca adegan yang baek buka baju hihi

    Like

    1. iya aku anak kedokteran yg barusan ujian hari minggu kemarin T.T bayangin, MINGGU, di saat kita seharusnya bersantai gitu kan
      bahkan di tengah2 ujian praktek itu sempat mikir, gimana klo station2 ini dijadiin FF.
      eh ternyata kepikiran deh idenya dua hari kemudian 😀
      mau bikin FF medical!au juga? ntar klo udah jadi aku baca deh ^^
      adegan itu juga favku haha, thanks udh baca 🙂

      Like

      1. Hmm bukan tentang medical juga sih
        Cuma agak menyerempet itu haha
        Ih aku salut banget deh anak kedokteran tapi masih bisa sempet gitu bikin bikin ff 😮
        Ahaha bukannya anak FK itu emang nyaris ga punya jatah libur ya XD d kampus aku aja yg anak FK itu liburnya cuma satu minggu coba di saat aku libur dua bulan XD
        Eh tunggu jangan2 kita malah satu kampus? Aku kuliah di kampus yang sekarang lagi pilrek, lokasinya di Jatinangor, kamu?

        Like

      2. kalo di tempatku liburnya lumayan lama hehe. dan aku ini emang mahasiswa yg rada2 ‘gitu’ deh jadinya masih sempet aja bikin FF *jgn ditiru* klo temenku ada tuh yg IPnya tertinggi kemarin, tiap menit dia baca slide, bahkan wkt lagi makan siang -.- klo aku mah fangirling juga masih jln *sekali lagi jgn ditiru*
        aku di Kota Malang, Jatim, sayang ^^ di tempatku lagi pildek haha.

        Like

      3. Yaaah beda ternyata haha
        Wah iya disini cuma bentar banget suer dan mereka itu pas mau uts juga repotnga kaya anak SMA yang mau UN sampe bales sms juga susah banget kayanya *eaaa malah omongin orang
        Ah gawat nih kalo kamu jadi dokter nanti aku ga mau ah diperiksa sama kamu takuuuut nanti bisa2 bukannya meriksa pasien malah nonton boyband d youtube XD

        Like

  2. aku juga pernah ujian hari minggu… tepatnya 2 minggu yg lalu bukan ujian praktek sih (walaupun menurut aku lebih baik ujian praktek dibandingkan ujian teori). 3 mata kuliah full hapalan maraton dr jam 8-12 (ini knp jd curhat) hahaha
    tp ujian aku ga bakal sesulit ujian anak kedokteran siiih…

    selain istilah2 kedokteran yg kurang aku pahami cerita ff ini cukup sweet apalg si baek itu unyu2 bgt kalo dbayangin umur 10 taun..hehehe

    semoga hasil ujiannya baik yaa 🙂

    Like

    1. haiiii maaf aku gak bales komenmu yg kemarin….
      nah kan, ngerasain kan gimana capeknya ujian hari minggu? demi apaaa coba kan.
      aduh maaf klo istilah kedokterannya terlalu susah, aku sdh berusaha menambahkan penjelasannya kok…
      tapi emang baek unyuuuu *ea
      makasih doanya ya, smoga kita berdua tdk perlu mngalami gloomy sunday lagi krn hasil ujian yg jelek ^^

      Like

      1. iya ggp.. ujian minggu tp tiap smt aku sih pasti ada jd mau ga mau sudah terbiasa,,hehe

        iyaa tp dr cerita2 kamu yg ttg medical sedikit banyak jd nambah pengetahuan aku ttg masalah kedokteran (paling inget yang ttg lahiran caesar) (lupa judulnya apa)hehe..

        aamiin aamiin… semangat kuliahnya calon bu dokter… semoga nanti kalo udh jd dokter beneran bisa nemu pasien yg unyu kaya baek atau yixing..hahaha 🙂

        Like

  3. Waaah seru bgt ceritanya. Dn gk nyangka jg bakal ada yg ngebuat cerita dgn background kehidupan anak FK, wkwk.. kebetulan aku di fk juga, jd enjoy bgt waktu bacanya. Masalah ujian, kynya itu udah jadi makanan pokok kita. Apalagi di kampusku ujian ada di setiap bloknya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s