Sleeping Beauty

sleepingbeauty

scriptwriter Liana D. S.

starring

Kris Wu and Sophia Cai

(my favourite dad-daughter pair from ‘Somewhere Only We Know’ movie)

Fairy Tale?, Family, Kid!Fic, Fluff, Vignette (1,8K+ words), General

.

Terinspirasi dari ‘Sleeping Beauty’ karya Charles Perrault.

.

Sophia masuk dalam sebuah kisah pengantar tidur.

“Ayah, Pangeran dalam dongeng membangunkanku!”

***

“Kemudian, serigala itu lari dan tidak mengganggu tiga babi lagi. Tiga babi kecil pun hidup bahagia selamanya.”

Satu lagi dongeng berakhir indah, menemani si putri cilik Sophia melalui malam bersama sang ayah, Kris, tetapi tak semua akhir manis membahagiakan pendengarnya. Setelah dongeng usai, Sophia malah merengek, bergelayut pada lengan kokoh Kris. Meski matanya sudah tertutup separuh tanda mengantuk, Sophia masih memohon, “Ayah, Ayah, baca cerita lagi!!!”

“Tadi kamu bilang akan tidur setelah satu cerita lagi, jadi sekarang kamu tidur, ya?”

Sophia menggeleng, keras kepala. “Cerita, Ayah, cerita…”

Kris mendesah pelan. Cerita apa lagi yang belum pernah ia tuturkan pada Sophia? Cinderella? Putri Salju? Pinokio? Penggembala dan Serigala? Habis, seluruh dunia dongeng habis dibawa Kris ke kamar anaknya, padahal baru seminggu belakangan gadis itu tertarik pada cerita sebelum tidur. Bagaimana tidak? Tiap malam, lima dongeng kecil tamat, bahkan kisah hidup Kris yang tak begitu berwarna ikut membantu menidurkan Sophia. Tidak boleh terus begini. Tidur terlalu malam dapat membuat Sophia gampang sakit, tetapi bagaimana memahamkan ini pada anak yang baru saja masuk sekolah dasar? Kris sudah mencoba membuat berbagai analogi tentang penyakit ‘malam’, dari yang berwujud penyihir, serigala, hantu… dan tidak mempan semuanya.

Tapi Kris tahu kenapa. Sophia hanya ingin selalu bersamanya. Akhir setiap dongeng akan membawa gadis itu makin dekat dengan perpisahan sementara mereka, yang tentu tidak dikehendaki si putri cilik. Makanya, Sophia mati-matian menahan kantuk untuk memastikan ayahnya tetap di sisi.

“Ayah… ayo cepat cerita…” Sophia mengguncang lemah lengan Kris. Genangan bening memenuhi mata yang digantungi rasa letih itu. Oh, ayah mana sih yang tak luluh oleh wajah sedih anak semata wayangnya? Biarpun sudah berkali-kali ‘diserang’ Sophia, jiwa Kris belum juga membentuk sistem kekebalan.  Jadilah Kris, entah untuk kali keberapa malam ini, mengaduk-aduk rak buku dalam otaknya untuk menemukan kisah bagus. Beruntung, ia menemukan sebuah dongeng klasik yang luar biasa. Dengan tangan besarnya, Kris menepuk-nepuk bantal Sophia yang sedikit bergeser.

“Sophia, Ayah akan cerita, tapi berbaringlah dulu.”

“Tidak mau tidur… Sophia mau sama Ayah…”

“Iya, Ayah tidak pergi ke mana-mana, kok,” Kris tersenyum meyakinkan, “Ayo, Sayang.”

Panggilan terakhir Kris berhasil membuat Sophia ceria lagi. Dihapusnya air mata yang belum sempat menetes sebelum meletakkan kepala di atas bantal. Kris menaikkan selimut Sophia sebatas bahu, lalu melingkarkan lengan melintasi tubuh sang putri. Seolah mendukung keputusan Kris untuk menidurkannya, Sophia memegangi ujung selimut yang dekat leher. Manik hazelnya berbinar tatkala memandang Kris. “Ayah mau cerita apa?”

“Ini kisah yang sangat hebat. Kamu pasti belum mendengar kisah Putri Tidur, ‘kan?”

Hampir seketika, bibir mungil Sophia mengerucut. “Dua hari yang lalu sudah cerita itu.”

“Tapi Putri Tidur yang ini beda. Dengar, ya.”

Sophia patuh. Ia mendengarkan kisah Kris dari awal. Sebagai anak-anak yang sel-sel otaknya masih baru, Sophia masih ingat jalan cerita Putri Tidur dan ia pikir tak ada yang baru dari cerita ini. Putri yang diberi banyak hadiah oleh peri saat lahir, tetapi datanglah penyihir yang mengutuknya: sang putri akan mati jika tertusuk jarum. Seorang peri baik yang belum memberi hadiah akhirnya meringankan kutukan menjadi tidur 100 tahun. Pada ulang tahun ketujuh belas, sang putri tertusuk jarum pemintal dan tertidur untuk waktu yang lama, begitu pula raja, ratu, dan seluruh penghuni istana.

“Ayah, ceritanya sama…” Sophia mulai merengek lagi, tetapi Kris menegakkan telunjuk di depan bibir. “Tunggu sebentar.”

Cerita berlanjut. Karena terlalu fokus mencari perubahan kisah Putri Tidur ini, Sophia tidak sadar bahwa Kris sangat dekat, menyalurkan hangat tubuhnya pada si gadis cilik. Usapan lembut Kris pada punggung dan lengan mungil Sophia pun tidak disadari. Setiap kalimat terlalu berharga bagi Sophia, tetapi dalam setiap kalimat itu pula, Kris menyisipkan tindakan-tindakan kecil penuh cinta untuk malaikatnya—dan ini berbuah manis.

Mata Sophia mulai menutup dan membuka, tak stabil. Kris telah membuatnya terlalu mengantuk untuk bertahan.

“Dan ketika Pangeran akan memasuki kamar sang putri, kamu tahu apa yang terjadi?”

Genggaman Sophia pada boneka Teddy yang menemaninya melemah. “Apa, Yah?”

“Putri menghilang.”

Eh? Menghilang? Tapi kisah ini tidak akan diberi judul ‘Putri Tidur’ tanpa seorang putri! Dongeng ini akan berantakan. Masalah muncul karena Sophia terlalu capek untuk mencari putri yang bangun dan pergi sembarangan itu.

Ah, barangkali ayah Sophia tahu ke mana sang putri pergi, jadi mari bertanya padanya.

“Putri ke mana? Dia harus kembali dan tidur… supaya Pangeran dapat mencium keningnya… dan mereka hidup bahagia selamanya…”

Pertanyaan inilah yang jadi tujuan Kris sejak awal. Pria tinggi itu menempelkan ujung telunjuknya pada hidung Sophia dan tersenyum manis.

“Putri Tidurnya sedang berusaha Ayah tidurkan. Ini, Ayah sedang menunjuk putri yang tidak mau tidur.”

Sophia mengerjap pelan. Dalam pikirannya yang makin berkabut, ia berkesimpulan bahwa ia Putri Tidur yang menyalahi peran. Putri Tidur harus tidur dengan cantik jika ingin bertemu Pangeran dan membuat kisah berakhir bahagia. Konyol sekali bila Pangeran tidak menemukan seseorang yang harus dikecup keningnya dalam kamar indah di menara tertinggi, bukan?

Namun demikian, Sophia telah menyiapkan dalih lain supaya boleh berjaga lebih lama dengan ayahnya di tengah terpaan kantuk.

“Tapi, Yah… Putri Tidur ‘kan tidurnya sendirian… Tidak ditemani ayahnya… Sophia takut…”

“Kenapa takut? Seperti Ayah bilang, cerita ‘Putri Tidur’ ini lain. Putri Tidur yang ini akan selalu Ayah jaga.” ucap Kris saat menyibakkan rambut panjang Sophia ke samping. Sophia kembali mengedip pelan, diam-diam kasihan pada Putri Tidur yang asli karena tidak punya ayah sebaik Kris.

Juga bersyukur karena Kris menjadi ayah yang rajin membahagiakannya.

Tersenyum lesu, Sophia merapat pada Kris dan memeluk sang ayah yang agak terlalu besar untuk lengan pendeknya.Sophia tak peduli. Ia hanya ingin berterima kasih. Walaupun Sophia tak pernah melakoni pekerjaan sebagai seorang cellist seperti ayahnya, ia yakin pekerjaan itu benar-benar berat dan pelukannya mungkin dapat meringankan beban kerja yang ditumpuk selama seharian. Ah, benar. Senyum Kris untuk Sophia tak pernah absen. Pelukan rindunya setia menyenangkan Sophia. Pun masakan Kris, karena dibuat dengan riang, senantiasa terasa lezat bagi Sophia.

Padahal Kris ingin beristirahat.

Kasihan Ayah…

Barulah Sophia mengerti, melalui perenungan kecilnya, bahwa pekerjaan menidurkan ini menyita waktu rehat Kris. Jika Sophia bisa tidur seenaknya setelah mengantuk, Kris tidak bisa karena harus menemaninya dulu. Belum lagi kalau Sophia susah tidur seperti malam ini.

“Terima kasih ya, Ayah… Maafkan Sophia karena nakal dan membuat Ayah capek… Ayah tidurlah kalau lelah, Sophia bisa tidur sendiri… Selamat malam, Ayah.”

“Selamat malam juga, Putri,” Kris membelai rambut Sophia untuk terakhir kali, “Tunggu Pangeran membangunkanmu besok pagi, oke?”

Tapi kata-kata itu tidak sempat terekam ingatan Sophia karena gadis itu sudah lelap duluan. Kris juga tak ingin Sophia mengingatnya. Untuk apa? Cinta terasa lebih manis ketika diungkapkan diam-diam—dan kebanyakan ayah menyayangi putrinya dengan cara seperti ini.

Kris membiarkan tubuh panjangnya tertekuk lebih lama untuk tidur di ranjang mini Sophia. Pria itu mengakhiri malam yang lumayan menguras pikiran dan tenaga ini dengan sebuah kecupan di kelopak mata si gadis cilik. Stimulasi sederhana itu, yang dilakukan beberapa gelintir ayah saja di dunia, telah menumbuhkan rasa percaya di alam bawah sadar Sophia, sehingga ia menjadi lebih berani di kemudian hari. Sophia jadi selalu percaya bahwa ada yang melindunginya dalam berbagai kondisi: gelap, sendiri, sepi… Akan ada satu orang yang tetap di sisinya, tetap menyayanginya.

Tetap menyayangi kita adalah ungkapan yang lebih tepat karena tak hanya Sophia yang memiliki ayah, bukan? Kau, aku, dan semua gadis di dunia ini punya seseorang seperti Kris, pasti.

***

“Mimpi indah, Sophia.”

***

Pagi. Sophia dibangunkan oleh sinar mentari yang cukup terang dari jendela. Tirai telah dibuka oleh Kris, tetapi ia sendiri tak ada di ranjang Sophia. Entah kenapa, bangun tidur tanpa Kris tak lagi semengerikan sebelumnya. Gadis itu malah langsung turun dari tempat tidur dengan tawa kecil. Ditemani boneka Teddy-nya di satu tangan, Sophia melesat ke dapur dan langsung menubruk-peluk kaki Kris yang sedang menyiapkan sarapan.

“Yah, Ayah, aku mimpi jadi Putri Tidur seperti di dongeng, lho!”

Kris menuangkan susu ke dalam gelas sambil tertawa. “Masa? Itu hebat… tapi apa kau bertemu penyihir? Apa dia menyakitimu?”

“Tidak ada penyihir, kok. Aku tidur dalam kamar yang indah dari menara tertinggi, Yah,” Sophia menaikkan satu tangan untuk menggambarkan betapa tinggi menaranya (ini imajinasi saja, sih; dia juga tidak lihat setinggi apa menara itu), “lalu kelopak mataku dicium. Geli, tapi aku masih mengantuk, jadi aku tidak bangun. Aku dicium lagi di kening, rasanya hangat! Saat aku bangun tidur, tahu-tahu aku sudah di kamar lagi! Ayah, Pangeran dalam dongeng membangunkanku!”

“Ciumannya seperti ini, tidak?” Piring roti panggang disisihkan Kris karena pria itu mengangkat Sophia dan mengecup dahinya. Sophia terkekeh. “Iya! Kok Ayah tahu?”

Tentu saja. Kris-lah yang mencium dahi Sophia pagi ini untuk membangunkannya.

“Atau… seperti ini?” Kris mendaratkan satu kecupan lagi di pipi Sophia, yang membuat gadis itu memekik geli. “Bukan, bukan di situ…”

“Lalu di mana? Di sini?” Kali ini, Kris menggunakan telunjuknya untuk menggelitik pipi Sophia yang satu lagi. Gadisnya menggeleng, masih tertawa kegelian. Target berubah ke pinggang dan perut. Sophia tergelak, begitu pula Kris. Dapur menjadi ramai biarpun hanya diisi dua orang karena ayah dan anak ini asyik bermain, sebuah cara efektif untuk mencegah kantuk kembali lagi. Lihat, mata Sophia sudah terbuka lebar sekarang.

“Sudah, sudah. Kalau kebanyakan tertawa nanti sakit perut,” Akhirnya Kris mendudukkan Sophia di meja makan (yang sudah sedikit ditinggikan), “Ah, rambutmu sampai kacau gara-gara berputar-putar tadi. Sebentar, Ayah rapikan.”

“Tapi aku ‘kan  belum mandi, pakai sisirnya nanti saja.”

“Kalau Putri Tidur rambutnya rusak setelah bangun, Pangeran pasti akan lari. Sophia tidak mau Pangeran lari karena mengira Sophia penyihir, ‘kan?”

“Hah? Jadi rambut berantakan itu punya penyihir, Yah?”

“Iya, penyihir yang jahat dan jelek…”

Sophia bergidik; ia tidak mau jadi penyihir sampai kapanpun karena mereka tua, bungkuk, dan jerawatan.

Sisir di tangan Kris menata helai demi helai rambut halus Sophia. Setelah menyisir, Kris menyisipkan jepit bunga yang menahan poni Sophia agar tidak menutupi mata. Sebuah ikatan rapi yang tak terlalu kencang menyatukan rambutnya ke belakang—dan bahkan sebelum mandi pun, Sophia sudah cantik berkat kelihaian ayahnya.

“Nah, sekarang baru deh bisa sarapan, setelah itu mandi dan memakai pakaian yang bagus.” Kris menyodorkan sepiring roti dan segelas susu cokelat. Ia pun makan setelah Sophia mulai makan, tetapi saat Sophia fokus pada rotinya, Kris fokus pada Sophia.

Bagi Kris, Sophia serupa keajaiban dari buku dongeng. Tak begitu dinanti (yah, siapa yang mengharapkan seorang putri dari one-night stand tiba-tiba ada di depan pintu dengan tulisan ‘ini hadiah untukmu, dari Monica’ tersemat di keranjang bayinya?) , tetapi berubah sangat berharga seiring waktu berjalan. Terlepas dari latar belakangnya, Sophia adalah hadiah terhebat  yang pernah Kris terima—dan ia bersumpah akan menjaganya baik-baik. Terutama senyum dan tawanya, ya, senyum dan tawa yang manis itu.

“Ayah…”

“Hm?”

Sophia menandaskan susu di gelasnya, lalu turun dari kursi dan menghampiri Kris. “Ayah, bisa mendekat pada Sophia, tidak? Sophia ingin bilang sesuatu.”

“Apa itu?” Kris merendahkan tubuhnya, pipinya beberapa milimeter dari bibir Sophia.

Cup!

“Terima kasih sudah jadi Pangeran buat Sophia… Sophia sayang Ayah!”

Ciuman singkat. Pelukan cepat. Dan Sophia berjingkat masuk kamar untuk bersiap mandi, agak malu karena ini pertama kali ia mengecup Kris demi mengungkapkan perasaannya. Ia pikir cium-mencium hanya dilakukan ayah atau ibu pada anak-anak, bukan sebaliknya, makanya ia deg-degan ketika akan melakukan itu tadi.

Tapi sekarang Sophia jauh lebih lega. Cintanya telah tersampaikan—dan Kris menerimanya dengan sangat baik.

“Sophia! Cium Ayah lagi habis mandi, ya!”

“Kyaaa!!! Tidak mau!!!” Sophia berteriak malu dari kamar mandi, “Nanti ciumanku habis, terus pangeran yang asli tidak kebagian!”

***

The main hero of a girl’s love story is her father.-LDS

***

TAMAT

oh man aku masuk kuliah lagi minggu ini. serius. dan itu sdh disambut dgn berbagai macam perhistologian dan peranatomian dan ilmu lain tentang BAK alias urinasi! sumpah ini BAK sendiri dibahas satu blok. *malah ngomongin ini lagi kan *curcol

anyway, dad-daughter love selalu jadi bahan favoritku bikin FF family. mother-son juga. apalagi dengan dua cast ini (ya, dua cast yang salah masuk blog Kpop ini *mian gagal move-on), kyaah! teaser dad-daughter Yi Fan-Sophia itu unyuuu poll!!! mas wu berusaha keras menyembunyikan sisi laxy nya dan jadi ayah yang baik! #AyahWu

Advertisements

11 thoughts on “Sleeping Beauty

  1. bang yifan ,bnr2 bpk idaman nih.liat kelakuannya menyiratkan dia cocok jd bpk..so sweet lah apalagi bpknya kece gt.yg kyk gini nih plg demen,sosok cowok yg kbpkan trgambar dr teaser film SOWK yifan-sophia yg liana cantumin..ituuuhh,unyu-unyu + chemistry mrk sbg bpk-anak dpt bgt..>///<

    Like

  2. Aih/blushing/cheesy bgt kak mereka jealous deh-,- serius! ngebayangin ny agk aneh deh,abis ny Kris Wu itu random/kick/dan cool bgt!mlah aku ngebayanginya agk nyerempet kyak pcran/ohgodkrisbukanpedofil/ maafkan lah imajinasi ku yang rendah ini kak._. Well ga pernh sih punya pengalaman sperti itu sma ortu-
    Tp ini fic good bgt deh, awal nya ku kira kris bakal cerita dongeng PETERPAN smbil nyanyi/gagalmoveonyakk/eh ternyata..
    btw kk lg kuliah?ganbate;)dan trs kembangin bakat menulis kk.
    PS:kk udh nnton film ny?

    Like

    1. hahaha setuju beraaat kalo inget2 dia di EXO showtime kocak parah kan laxy, eh… di SOWK langsung menjadi manusia yg begini rupa *tapi di BTS-nya ttp somplak sih ni org.
      lholho kok malah nyerempet jadi pedofil? jgn dong dedek sophia masih keciiiil, mending sama ibu jessica ajah *uhuk *korban gosip
      aku baru nonton SOWK highlight, ada di utube, dan akting sedihnya masih agak payah menurutku *kecuali waktu nangis* tapi klo akting cool mah kemana2. dan akting jadi ayahnya juga keren!

      Like

  3. aigooo..
    Mau nangis..mau ketawa..mau teriak2..mau guling2..
    Huaaa.. Kris Daddy… Aku mau dong jadi ibu tirinya Sophia.. Aku janji jadi ibu tiri yg baik..#OOT

    Like

  4. suka…..
    tiap bca crita kakak itu kyak mask k dunia asliny

    mkasih udh bwt crita yg bgus bgt, tpi aq slalu nunggu kakak bwt crita tntang yifan jdi anakny songqian, haha sorry
    😀 abaikan

    Like

  5. Hallo Unnie (so akrab banget ._.)
    pas lagi cari ff kris ga sengaja nyasar kesini, aku langsung baca aja ff ini dan ASTAGAAAA yaampun bang yifan disini sweet banget sih T_____T mimisan aku bacanya *plak* bener-bener suami idaman pokoknya aku aja bacanya senyum2 sendiri ngebayangin bang Yifan dengan sosok coolnya jnasflojhowq >< feelnya dapet ceritanya singkat tapi berkesan, disini kris ceritanya ga punya istri? (lah kan aku istrinya wkwkw XD) kan kasian Sophianya 😦 Huahahaha keren deh pokoknya :") good job author (y) keep writing~
    btw salam kenal ^^

    Like

    1. hai ^^ makasih sdh datang. iyaaa yifan di somewhere only we know itu so sweet bgt sama sophia, anaknya ini. cari sowk highlight coba, unyuuuu ><
      iya di sini kris g punya istri. seperti yg sdh dikatakan, sophia itu hasil one-night stand maka mas wu g menikah… *dicari sendiri ya one night stand artinya apa :p g enak ngejelasinnya di sini

      Like

  6. Hai kak lianaaa! 😀

    ADUH INI APA KAK MANIS BANGET PARAH! Paling gakuat lah liat kris kalo udh sama sophia! Itu anak adorable banget yaampun. Bapaknya juga…….. /salah fokus/

    Aku sukaa! Kerasa banget rasa deket dan sayangnya kris ke sophia. Manis banget, bikin aku pengen jadi istrinya aja /ganyambung ya tolong/ Intinya aku suka banget lah!

    Semangat kak lianaaaa! Keep writinggg! 😀

    Like

  7. HUWWAAA SUKA BANGET INI SUKA
    Sampe speechless g tau mau comment apa
    Aku suka bayangin Kris itu jd hot young daddy yg sayang + cinta bgt sama anaknya (sempet nulis sendiri ff dia jd seorang daddy, tapi belum berani d post *malah curcol*). Dan terwujud disini!!! Seneng banget >_<
    Love you ka kekeke

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s