Ice Cream Cake

cats

scriptwriter Liana D. S.

starring

Red Velvet’s Seulgi and Yeri

ft. Red Velvet’s Wendy, Joy, and Irene

genre Friendship, Canon, slight!Comedy duration Vignette (1,8K+ words) rating Teen and Up

.

[Warning] OOC-ness! Canon yang berantakan dan nggak pas!

.

Anticipating Red Velvet’s 1st Album ‘Ice Cream Cake’! Please welcome the newest magnae of Red Velvet, Yeri-chan!

.

Hidup itu berlapis-lapis, menipu, tetapi manis.

“Bukan mustahil Seulgi keluar agensi gara-gara Yeri.”

***

“Karena hari ini adalah pertama kali Yeri-ah pergi ke luar dengan kita, mari merayakannya dengan kue es krim ini!”

Selain si magnae baru, member Red Velvet yang lain memandangi es krim vanila raksasa di meja dengan mata bulat. Benar bahwa masuknya Yeri dalam tim mereka perlu disambut baik, tetapi dengan manisan sebesar ini? Joy mungkin tidak masalah; si mantan magnae agak cuek soal berat badan, tetapi Irene dan Seulgi masih sadar untuk berdiet.

“Kau yakin kita dibolehkan manajer makan ini?” tanya Seulgi pada lead vocal grupnya yang berwajah kebarat-baratan itu. Wendy si pemesan tampaknya tidak terlalu khawatir (atau mungkin dia tak berpikir panjang karena seperti kita ketahui, dia tidak begitu jenius. Haha.). “Hanya satu porsi ice cream cake tidak akan menambah berat badan sampai 100 kilogram,” ucapnya santai sambil menepuk bahu Yeri hingga gadis itu terdorong maju, “Ayo, semuanya, Yeri juga, mari makan!”

Yeri si magnae baru kelihatan malu-malu. “Te-terima kasih, Wendy-eonni… Selamat makan…” Si gadis kemudian mengambil sendoknya, tetapi belum-belum, Joy sudah menempelkan sesuap krim ke dekat bibirnya. Mantan magnae yang tiga tahun lebih tua dari Yeri itulah yang paling antusias menyambut anggota baru, barangkali bosan dibully sendirian melulu oleh para eonni. “Yeri-ah, aaaa….”

Melihat bayi-bayi di seberang meja menikmati hidangan, Seulgi tergoda juga. Ditutul-tutulnya kudapan lembut berwarna biru langit dengan siraman cokelat itu dengan penasaran, membuat leader Irene tersenyum geli. “Es krim bukan monster yang bisa menggigit, Seulgi-ya.

“Dia monster buat kita yang wajib kelihatan langsing,” Seulgi mulai menyantap manisan dingin di hadapan dan langsung lupa komitmennya, “Biar, deh. Setelah latihan dance dan shooting video musik nanti juga kurus lagi!”

Jumlah ‘gadis pembunuh es krim’ bertambah, dari tiga jadi empat orang. Yah, siapa sih yang tidak senang mendapatkan makanan lezat ini di tengah kesibukan mempersiapkan comeback? Apalagi gratis (Wendy sih yang mentraktir, tetapi gadis itu ‘kan tidak begitu pemikir; beberapa won melayang bukan kiamat buatnya). Irene, satu-satunya yang tidak berisik ketika makan, memandangi masing-masing wajah bahagia itu yang semanis lelehan es krim dalam mulutnya. Sang pemimpin berharap, perubahan apapun yang terjadi pada grupnya, wajah-wajah itu akan tetap terhiasi senyum ceria seperti saat ini.

***

Harapan Irene, rupanya, hancur pada suatu pagi, sehari sebelum berangkat ke California untuk shooting video musik. Tengok Seulgi dan kalian akan tahu kenapa.

“Seulgi-ya, bilang dong kenapa kau murung terus sejak mandi tadi? Apa kamu sakit?”

Wendy sudah mengikuti Seulgi sepagian ini setelah keluar kamar, menanyakan hal bernada sama: ada apa? Masalahnya, Seulgi tidak sedikitpun buka suara—tidak juga, sih. Sekali saja dia menjawab ‘tidak apa-apa’ pada Wendy tadi, lalu bungkam. Ditanyai member lain, nihil hasilnya. Apalagi waktu Yeri yang tanya.

Garis bawahi kalimat terakhir.

Eonni, kalau sedang tidak enak badan, aku akan bilang pada manajer supaya dapat ob—“

“Tidak usah!”

Yeri tentu saja kaget. Kenapa Seulgi tiba-tiba membentaknya? Ia baru beberapa hari jadi anggota baru Red Velvet. Selama itu, ia tak pernah merusuh atau mengesalkan anggota-anggota yang lama. Pagi itu pun demikian: Yeri bangun lebih awal, tetapi dia berusaha untuk tenang supaya tidak membangunkan anggota yang masih tidur.

Namun, apa yang ia dapatkan untuk sikap baik itu?

“Kang Seulgi, ingat peraturan untuk tidak membentak?” Irene menengahi dengan ketegasan yang biasa dan Seulgi mengiyakan, sedikit mendengus. Ia melangkah tergesa menuju ruang latihan, meninggalkan sarapannya yang masih mengepulkan uap.

Padahal biasanya Seulgi dan Joy yang pertama menyerbu meja saat sarapan.

Mengerti bahwa Seulgi tidak akan memberikan mereka jawaban, berbagai hipotesis mulai berkembang sendiri di kalangan member lama.

Joy yang paling cerdas berpendapat bahwa…

“Seulgi-eonni mungkin mau datang bulan.”

Wendy melempar Joy ke langit-langit ruang makan. Dalam pikirannya.

“Aku yakin ini akibat latihan kita semalam. Dia terlihat agak kesakitan, tetapi tidak menunjukkan bagian mananya yang sakit. Jangan-jangan dia cedera? Dancenya ‘kan paling enerjik di antara kita semua.” Opini Wendy ini lebih diterima Irene. Cedera pada saat-saat genting macam persiapan album sungguh sulit ditolerir, bukan oleh member, tetapi oleh agensi. Gampangannya, jika salah satu personel grup cedera, performa tak akan sempurna, dan titik akhir dari semua itu adalah bashing netizen, kritik tajam dari penikmat seni, juga penjualan album yang menurun. Seulgi, sebagai member yang bertanggung jawab, tentu tidak ingin memberatkan kawan-kawannya, maka masuk akal kalau ia menyembunyikan cedera ini—kalau memang ia cedera—dari semua orang.

Sayang, alasan ini tidak sinkron dengan sikap kasar Seulgi pada Yeri.

Irene mengalihkan pandang pada magnae yang lahir sewindu (!) setelahnya itu. “Yeri-ah… Maafkan Seulgi, kamu tahu ’kan dia bukan orang yang ka—“

Ucapan sang leader lewat saja di telinga Yeri seperti angin lalu. Seperti kakak-kakaknya, ia punya dugaan sendiri, hipotesis paling dramatis yang bisa dibayangkan orang tentang kemarahan Seulgi. Entah iblis apa yang merasuki gadis ini hingga menyusun sangkaan seperti itu, tetapi air matanya mengalir—dan cepat dihapusnya sebelum ada yang tahu.

“Bagaimana kalau kita menyusul Seulgi-eonni ke ruang latihan?”

***

Suasana tak enak yang dimunculkan Seulgi pagi itu berlanjut hingga latihan petang. Yeri yang paling menjauhi Seulgi. Tebakannya tentang penyebab amarah Seulgi menakutkannya, seakan-akan memang itulah yang sedang terjadi. Anggaplah ini pemikiran anak 16 tahun yang sedang labil, tetapi…

…apa mustahil kalau Seulgi akan keluar agensi gara-gara penambahan Yeri dalam tim?

Jawabnya tidak, dan itu menyakitkan.

‘Dibesarkan’ dalam agensi tempatnya bernaung sekarang membuat Yeri diliputi berbagai drama tragis dari grup-grup yang sudah debut. Yeri menerima berita-berita ini seperti spons dan mencernanya dengan kurang halus. Seakan wajar, grup-grup seniornya, baik yang memiliki nama besar maupun tidak, sudah akrab dengan yang namanya ‘mantan member. Bagi Yeri, apapun alasannya, kehilangan member akan terasa seperti kehilangan belahan jiwa yang telah mengalami senang-susah bersama, walaupun ya, kehidupan nyata alurnya tak pernah secengeng itu. Toh nyatanya, grup-grup yang ‘cacat’ tetap hidup dan punya fans.

Tapi Yeri tidak menganggap masalah ini ringan, apalagi jika Red Velvet yang mengalaminya. Yang hilang Seulgi, lagi. Dan itu gara-gara dia.

Yeri boleh menyebut dirinya hebat karena menjalani trainee selama empat tahun (bayangkan digodok di neraka ruang latihan selama itu dan keluar hidup-hidup bagai malaikat; itu keajaiban!).

Tapi Seulgi direndam di lembah predebut selama tujuh tahun.

Tujuh! Nyaris sejauh umur Yeri dengan bos Irene.

Dan Yeri tahu-tahu muncul dengan sejarah masa traineenya yang singkat! Bagaimana Seulgi tidak kesal? Apa arti perjuangannya jika posisi yang susah-payah ia raih digeser begitu saja oleh magnae yang keterlaluan mudanya macam Yeri? Dengan potensi dan kecantikan belia milik Yeri, Seulgi dapat disentil keluar dengan mudah dari jangkauan perhatian fans.

Maka sebelum disentil, bukan mustahil Seulgi memilih keluar sendiri.

Oh, tidak.

“Wah, akhirnya latihan selesai juga!” Joy merentangkan tangannya ke langit-langit, lalu berpaling pada Yeri, “Tapi tumben Yeri tidak kelihatan begitu ceria…”

“Eh? Masa, sih?” Yeri tertawa gugup, “Barangkali cuma kecapekan…”

Irene melirik Seulgi yang membuang muka dan Yeri menelan ludahnya sulit. Ia paham apa yang Irene maksudkan: gara-gara Seulgi, pasti. Yeri jelas tidak akan mengakui hal ini kalau tidak ingin Seulgi bertambah marah, jadi ia mengikuti langkah Wendy dan Joy keluar ruangan sembari menahan isak.

Seulgi-eonni benar-benar tidak suka aku…

***

Oh, Yeri memang bodoh. Wendy dan Joy sudah biasa bodoh, tetapi justru ketika seseorang yang tidak terbiasa bodoh macam Yeri membuat dugaan bodoh berlebihan tentang sesuatu yang bodoh, maka inilah bodoh yang terhebat.

Kebodohan yang bodoh ini diawali pada pagi keberangkatan ke California yang amat cerah tanpa direcoki setitik mendung pun.

“Ayo, kita berangkat!!! Bangun semuanya, kita ke Amerika hari ini!!!”

“Kang  Seulgi, jangan cerewet, ah!!!” Wendy yang kesadarannya belum pulih benar menaikkan selimut melampaui ubun-ubun, “Aku bertahun-tahun sekolah di Amerika, jangan bersikap seolah-olah itu spesial. Lagipula ini masih jam lima; aku mau tidur lagi!”

“Kita akan berangkat jam delapan, Son Seunghwan, makanya ayo bangun kalau tidak mau terlambat!” Seulgi mengguncang-guncang kawan sebayanya, memanggil sang penyanyi dengan nama asli. Wendy berdecak. Diraihnya satu bantal kecil dan melemparkannya ke muka Seulgi; baru deh beruang berisik itu diam.

“Kau tidak asyik,” gerutu Seulgi, lalu beranjak ke kamar sebelah, “Irene-eonni! Bae Joohyun-eonni, wake up!”

“Tidak usah sok pakai bahasa Inggris,” Irene membuka pintu sebelum Seulgi mengetuk dan membelokkan Seulgi ke kamar berikutnya, “Magnae belum bangun, kau mengacau saja di kamar mereka.”

“Perintah diterima!” Seulgi balik kanan layaknya para senior yang sedang menjalankan wajib militer, “Membangunkan Park Sooyoung dan Kim Yerim, siap!”

Hei. Irene baru sadar ini.

Sejak kapan Seulgi cerah lagi? Dan dia mau menyebut nama Yeri—berarti dia tidak marahan dengan Yeri seperti kemarin, bukan?

Sang leader menghembuskan napas lega ketika kamar magnae diledakkan teriakan.

“Hahahaha, sudah 18 tahun masih ngiler! Akan kubilang pada Irene-eonni dan Wendy!”

“Seulgi-eonni, aku ‘kan sudah bilang jangan masuk kamarku kalau aku sedang tidur!!!”

Seulgi. Joy. Berisik pagi-pagi buta. Dan Yeri yang samar terdengar kikikannya. Irene mengangkat bahu tak peduli dan kembali masuk kamar mandi. Suasana dorm sudah kembali rusak, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan, meskipun sikap Seulgi sebelumnya masih menjadi misteri buat bos besar (bertubuh mungil) Red Velvet ini.

Mau tahu apa yang terjadi di kamar magnae?

T-shirt putih kesayanganku di mana, ya? Padahal aku mau pakai hari ini…” Joy mengaduk-aduk lemari, tetapi kemudian teringat sesuatu yang membuatnya melesat ke kamar seberang, “Wendy-eonni! Kau janji mencucikan T-shirtku sebagai hukuman kalah game kemarin; mana sekarang?”

Sekeluarnya Joy, tinggallah Seulgi dan Yeri berdua. Seulgi tergelak. “Titip cucian kok sama tukang molor itu, ya jelas tidak selesai, lah.”

Yeri, yang ketegangannya dari tempo hari bersisa hingga detik ini, ikut tertawa canggung. “Apa Wendy-eonni susah dibangunkan?”

“Persis seperti Joy. Tidak bisa diharapkan kalau bangun pagi,” Seulgi melengkungkan senyum di matanya yang sipit, “Omong-omong, selamat pagi, Yeri-ah. Sudah packing, ‘kan?”

“Sudah.”

Debaran dalam dada Yeri membuncah, campuran antara senang, malu, dan penasaran. Apa urusannya dengan Seulgi selesai begitu saja tanpa perlu rekonsiliasi yang ribet? Ia hendak menanyakan perihal sikap kasar Seulgi yang telah lalu, tetapi Seulgi mendahuluinya bicara. Berbisik, lebih tepatnya.

“Yeri-ah, ada pembalut lebih tidak? Kalau ada, boleh minta?”

Oh?

“Ada, Eonni. Sebentar kuambilkan, tapi ada di ransel yang agak dalam. Tunggu, ya.” Yeri merogoh kantung tengah ranselnya, mengambil beberapa pad dari sana, lalu menyerahkannya pada Seulgi.

“Terima kasih. Aku benar-benar lupa menyediakan ini, padahal kemarin hari keduaku dan keluar lumayan banyak…” Bibir Seulgi mengerucut, “Irene-eonni bakal memarahiku kalau tahu aku seceroboh itu. Duh, awal menstruasi memang repot, apalagi perutku yang sedang kram bulanan jadi tambah sakit gara-gara kebanyakan makan es krim, sampai-sampai tidak kepikiran mengecek ‘stok’-ku…”

Sebentar.

Otak Yeri berputar secepat Joy menghabiskan makan siang. Kemarin adalah hari kedua menstruasi Seulgi dan beberapa gadis mengalami kram bulanan di hari-hari ‘merah’ pertama. Es krim yang dingin memperburuk kram ini—Yeri tahu rasanya karena beberapa kali mengalami nyeri haid juga. Ya, rasanya seperti siksaan yang mencuri semua senyum…

…serupa orang yang kesusahan memutuskan akan keluar dari agensi atau tidak?

Haha, astaga, Yeri.

“…Anu… Jadi Seulgi-eonni kemarin agak ‘emosional’ karena… sedang kram perut?”

“Iya,” Seulgi mengusap tengkuknya malu, “Aku tidak begitu ingat bagaimana, tetapi aku pasti bertingkah sangat menyebalkan, ya? Maaf kalau begitu… Aku tidak benar-benar sengaja, Yeri-ah. Setiap akhir bulan aku jadi Seulgi si setan, kalau Wendy bilang, hahaha… Sekali lagi maafkan aku mengejutkanmu dengan sikapku kemarin.”

Yeri tercenung.

Lama-lama tersenyum.

Lebar.

Sebuah pelukan girang dihadiahkannya pada Seulgi sebelum masuk kamar mandi.

***

“Seulgi-eonni, aku sayang kau!”

***

Yeri’s mental note:

Seulgi-eonni menstruasi setiap akhir bulan, jadi kemarahannya dalam minggu-minggu itu bukan karena dia akan keluar dari agensi. Kalau sempat, belikan dia teh apel untuk meredakan nyeri perut!

P.S. Tebakan Joy-eonni tepat! Lain kali aku harus mempercayai kata-katanya meskipun konyol.

***

TAMAT

Meet Yeri!

Ini Kim Yerim, alias Red Velvet Yeri, 99-liner, waktu di SMRookies dikenal pinter nari, ngerap, dan nyanyi, dan sepertinya bakal jadi visual juga. Ada rumor yang mengatakan sebenernya dia mau didebutin bareng RV waktu awal2 dengan rambut ombre ungu :p Ada rumor pula bahwa RV adalah bagian dari sebuah grup besar aneka warna berisi 12 cewek untuk dipasangin bareng EXO, jadi bakal ada penambahan terus, termasuk Lami (anggota SR14G yang lumayan terkenal karena mirip Tiffany x Sulli) dan seorang cewek Jepang (!) bernama Hina. Yah, tapi rumor bisa jadi hanya rumor, bisa juga tidak.

Ini video welcome-nya Yeri bersama RV yang unyu pol karena Joy mukulin dia seolah sebel. Barangkali karena posisi magnaenya kegeser.

Advertisements

7 thoughts on “Ice Cream Cake

  1. pembunuhan karakter bae mama *ngakak guling-guling*
    yeriyaaaa, minta ditimpuk pake sepatu
    kalo liat video welcome, yang paling seneng nyiksa new maknae kayaknya si evil mama joy
    Makanya kim maknae, walaupun tampang setan begitu percaya aja ama sooyoung
    mbak son sama mbak kang, aku cuma bisa geleng-geleng

    Like

  2. Hahaha lucuxD aku suka lihat keakraban mereka satu sama lain, lihatnya tuh seneng banget:)) apalagi disini seulgi sama wendy interact nya lucu bangetD dan untuk Yeri…. Masih ganyangka aja ternyata satu line sama aku huhu semoga kamu dan RV sukses ya nak:’)
    Rumornya sih begitu ya kak, ah tapi entahlah.. Sudah cukup 5 member ini aja:)

    Like

  3. HELLO KAK LIANAAAA 😀

    Welcome Yerii! Serius yeri itu mukanya kayak temen aku, klo liat performance nya red velvet skrg jd ga fokus gara2 si yeri terlalu mirip sm temen aku /curcol/

    Aku suka sama yang inii! Dimana awalnya aku juga mikir itu tebakannya joy apa banget, tapi ternyata…. maafkan aku joyyyyy 😦 dan seulgi nya bener2 ngeri disini, aku bisa bayangin gmn perasaan yeri yg gatau apa2 tiba2 dibentak.

    Aku gatau knp suka sama gaya bahasanya kak liana, santai tapi tetep enak diikutinnya. Aduh suka banget lahh! Keep writing kakakk! Semangat! 😀

    Like

    1. temen kamu mirip yeri? hebat dong, berarti dia unyuh juga dong kayak yeri ahaha… eh tapi klo menurutku masih unyuan joy , yeri itu lebih ke cantik daripada unyu…
      iya kan tebakannya joy itulah yg bikin gedubrak *maunya* dan kurasa komedinya g bener2 gagal ehe.
      makasih utk suntikan semangatnya ya! XD akhir2 ini susah nyuri waktu bahkan buat nulis satu paragraf fic…

      Like

  4. Yg paling aq suka di sini yaitu kamu menulis kebiasaan seseorg dng cara implisit, yaitu lewat pemikiran org lain. Jd g perlu repot2 ngejelasin scr trpisah. For example, ‘stiap akhr bulan aq jd seulgi si setan, kalo wendy blng’. Sbnr’a itu g usah dikasih ‘kalo wendy blng’ jg gpp, tp klo kmu tmbahin itu, qt yg bca jd lbh trkesan k wendy, si pmberi julukan itu.

    Alur’a bagus, diksinya bgus, aq suka pake bgt, soal’a jarang nemu ff girlband friendship ky gni. Terakhir baca cerita model gini wktu Smp, cerita2 prsahabatan d majalah Bobo sama Aneka Yes, hahay lama bgt ya.

    Nulis Rv yg lain lagi ya, aq lama2 jd Blackforest nih, hahay. Aq paling suka sm Wendy, sjak tau dy nyanyi buat ost. Mimi.
    Dy kalo d acara2 beneran mirip Chanyeol deh, lbh bnyk dy yg ngmng drpd Irene, si leader. Di Exo jg kn, bagian ngmong’a Suho lbh bnyk diambil Chanyeol.
    #chanwen shipper kumat.

    Udah ah liana, bow dulu ya..

    Like

  5. Hahahahaha ngakak lagi lah
    Seulgi nya watados banget tuh abis bentak” dedek terus ngeloyor wkwkwk
    Ampun deh. Ga senior ga junior kelakuannya sebelas duadua gitu ckckck
    Aduh jgn sampe deh group satu ini ngalamin sama kaya seniornya
    Semoga bisa tetep bertahan bareng Shinee *apa coba*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s