Without You

IZ7TsV

scriptwriter Liana D. S.

starring

Super Junior M’s Zhoumi and f(x)’s Victoria (Song Qian)

genre broken!Romance, Angst duration Ficlet (600+ words) rating Teen and Up

.

side story of Rewind

.

“How should I save myself if I’m without you?”

(Without You – Zhou Mi)

***

Zhou Mi membuka matanya pagi ini dengan sensasi berdenyut di tengkuk dan handuk dingin di dahi. Disentuhnya kain basah itu dengan heran.

Memang ada yang tahu aku demam?

“Sudah bangun, Mi?”

Oh. Itu Song Qian.

Mantan istri Zhou Mi.

“Qian,” Zhou Mi bangkit perlahan, handuk basah di dahinya jatuh, “Kenapa kau di sini?”

“Tao meneleponku. Katanya kau sakit dan berpura-pura baik-baik saja,” Song Qian menyandarkan diri di bingkai pintu, bersilang lengan, “Dia juga bilang kau menolak dirawat olehnya semalam. Jangan rewel begitu, apalagi pada putra bungsumu yang perhatian itu.”

“Tapi aku tidak apa-apa.”

Song Qian mengacungkan sebuah termometer digital. “Ini tadi menunjukkan angka 38,5 derajat. Semalam 39.”

Zhou Mi tak bisa berkelit lagi. Jemarinya terselip di sela-sela rambut. “Jadi kau di sini semalaman? Kalau kau tidak di rumah, siapa yang mengurus Yi Fan dan Yi Yun,” –anak pertama dan kedua Song Qian dengan Zhou Mi—“juga suamimu? Tidakkah dia curiga?”

“Suamiku? Tidak, aku sudah meminta izin,” –dengan sedikit memaksa, Song Qian menambahkan dalam hati—“dan diperbolehkan. Mereka sudah cukup dewasa untuk ditinggal. Beda denganmu yang mengurus diri sendiri saja tidak becus.”

Meski omongan Song Qian pedas, Zhou Mi tidak tampak kesal.

“Terima kasih banyak.”

“Sama-sama.”

Dengan cekatan, Song Qian membereskan baskom air kompres di meja samping ranjang. Ia menukarnya dengan secangkir teh yang beruap. Selama melakukan ini semua, ia tertunduk, salah tingkah. Ia tidak benar-benar mengharapkan ucapan terima kasih dari seseorang yang (harusnya) kini tidak lagi berarti dalam hidupnya, tetapi ketika Zhou Mi mengatakan, entah kenapa rasanya masih berbeda.

Sangat berbeda.

“Kalau mau minum teh dulu silakan, mau mandi dulu juga terserah. Aku akan kembali lagi; kau mau sarapan apa?”

“Apa saja. Sudah bukan hakku lagi untuk minta dimasakkan sesuatu yang khusus olehmu, Qian.”

Ah.

Song Qian diam-diam menggigit bibir bawahnya.

***

Mandi di awal hari yang dingin tidak terasa baik untuk Zhou Mi, terlebih dalam keadaan sakit. Akan tetapi, menu makan pagi dan segelas teh yang menyambutnya seusai mandi memperingan kondisinya. Jangan lupakan wangi lotion si penyeduh teh yang tersisa di cangkir, mengubah teh itu jadi relaksan poten.

“Tao sudah ke sekolah duluan, ada latihan klub pagi ini. Pesannya untukmu agar kau banyak makan, istirahat, dan jangan ke kantor. Aku sendiri akan masuk jam delapan,” –Song Qian bekerja sebagai editor untuk sebuah majalah fashion dan saat itu pukul tujuh, jadi dia sudah siap dengan tas dan setelan kantornya—“Kalau kau ingin makan, hangatkan makanan di wadah pink dengan microwave. Terus obatnya, tadi sudah kau minum satu, minum lagi nanti siang setelah makan kalau demammu belum turun. Satu lagi, biarkan Tao mengurusmu jika ia mau. Dia bukan lagi anak-anak, jadi jangan perlakukan dia begitu atau dia akan merasa tidak berguna. Aku akan datang lagi sore setelah Tao pulang untuk masak makan malam.”

Dari semua varian wanita, istri adalah yang tercerewet setelah ibu.

Untuk lelucon ironis yang mendadak muncul ini, Zhou Mi tersenyum.

“Kenapa senyum-senyum?!”

“Tidak ada apa-apa,” Zhou Mi menutup dua matanya dengan handuk dingin, “Yah, aku merasa tertolong sekali karena kehadiranmu di sini, tetapi karena kau sibuk, jadi selamat bekerja kembali.”

Song Qian tidak segera beranjak.

“Cepat sembuh.”

Gumaman Song Qian tidak hanya memuat gengsi, tetapi juga kecemasan dan kesedihan yang besar.

“Aku pergi, Mi. Jaga dirimu baik-baik supaya tidak lagi bikin repot aku.”

Keletak-keletok sepatu bertumit tinggi milik Song Qian bergema dalam benak Zhou Mi.

***

‘Cepat sembuh’?

Sepeninggal Song Qian, Zhou Mi tertawa miris. Sendiri.

Sisi tempat tidur yang pada masa lampau ditempati Song Qian kosong, dingin.

Tanpa Song Qian, Zhou Mi tidak akan pernah sembuh lagi.

***

TAMAT

aku ngeshuffle playlistku dan lagu bapak Zhou yg ‘Without You’ muncul. minta dibikinin fic banget lagu ini. duh. nuansa angsty lagu itu sangat… uh. aduh gitu deh pokoknya. apalagi dengan feel ‘Rewind’ (buat yang belum baca monggo baca dulu *promo fic lama) broken!Zhoutoria jadi benar-benar romantis sekaligus sakit. *dalam pikiranku sih *kuharap dengan ff ini aku menularkan perasaan yang sama.

kadang orang putus itu gagal move-on, pdhal katanya udh gak saling suka, gak cocok, dan sebagainya. kenapa ya? klo emang masih suka mending balikan, jujur aku gak pernah pacaran, jadi gak ngerti rasanya.

Advertisements

5 thoughts on “Without You

  1. yah.. Kenapa juga mesti cerai kalo gtu..#puk2ZhouMi
    Rumah tangga emang rumit, karena yg sederhata itu rumah makan..
    Kenapa juga Qian mesti kawin lg sama Jaerim..*eh bener ga tuh?
    Aku kangen keluarga ini..

    Like

  2. aaahhh kangen bgt sama keluarga ini biarpun udh berpisah tp msh unyuuuu.. kenapa sih mereka harus ceraiii???

    baca cerita ini jd ky nampar diri sendiri (curhat)

    keep writing… 🙂

    Like

  3. Sesaak banget.. padahal Mi masih ada rasa buat Qian, gitu kan? Padahal Qian masih care ama ZhouMi? Ini nyesek, krn bacanya udah pagiiii tadi.. komennya baru sore ini.. apalagi ditambah hastag di TL #RIPChoco..
    Maaf.. tapi nyeseknya dobel

    Like

  4. Begitu tau ini side story nya rewind langsung kebayang kalo nyesek lagi
    Dan ternyata begitu
    Kasian kan, ga cuma bapa Zhou dan ibu Qian yg berpisah. Gege – jiejie -didi itu jg jadi terpisah huks

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s