MAMA-02: Recorder

chohan

-Is this what we want? Never looking into each other’s eyes again?-

***

“Ha-halo. Namaku Chorong, senang berkenalan. Eum… aku harap kita bisa menjadi teman baik.”

Sapaan kikuk inilah yang pertama kali diterima MAMA-02 sedetik setelah teraktivasi. Respon sang humanoid terhadap salam Chorong sangat kaku. Ia memperkenalkan diri sebagai Modern Anthropomorphic Mechanical Assistant seri 02, dirancang khusus oleh para pakar teknologi untuk membantu sang pemilik mengerjakan tugas sehari-hari. Chorong tertawa kecil.

“Iya, tetapi kamu di sini bukan hanya sebagai asisten, tetapi juga temanku. Buatlah dirimu nyaman selama berada di rumah ini. Kalau kau butuh sesuatu, jangan sungkan minta padaku. Oh, benar, kamu belum punya nama, ‘kan?”

Dan sejak itu, MAMA-02 berubah menjadi Lu Han. Lu dari ‘rusa’ (‘karena aku pernah melihat rusa yang matanya berbinar indah seperti milikmu’) dan Han dari ‘fajar’ (‘karena aku menekan tombol ‘on’-mu sebelum matahari terbit’). Chorong tersenyum bangga karena menemukan nama yang cocok untuk asisten mekanisnya, walaupun Lu Han pikir alasan pemberian nama itu agak aneh.

Ah, kalau menonton rekaman perkenalan mereka seperti ini, Lu Han jadi merasa bodoh. Bagaimana mungkin dulu ia melewatkan detil-detil mengagumkan Chorong? Rambut hitam sepinggang yang halus itu, pipi penuh yang manis itu, senyum di bibir merah yang lembut itu, dan tawa kecil malu-malu itu? Kecantikan itu… mengapa ia biarkan berlalu begitu saja?

“Kyaa, adonannya tumpah!”

Chorong yang dulu bisa dibilang lumayan ceroboh. Ada saja yang ia kacaukan. Di dapur, ia menumpahkan adonan kue. Di lab biomekanika tempatnya bekerja, ia memecahkan komponen mesin yang akan diintegrasikan dengan hewan coba. Bahkan di depan mesin kopi pun, ia bertindak ceroboh dengan menjatuhkan satu cup espresso yang baru dibeli! Lu Han menduga kelemahan inilah yang membuat Chorong membelinya, maka ia jalankan tugasnya sebagai mechanical assistant dengan baik. Tangan-tangannya yang disisipi kerangka logam selalu berhasil menyelamatkan situasi. Setelah itu, Chorong akan berterima kasih dengan semburat kemerahan di wajah, juga permintaan maaf.

Yang ganjil, kecanggungan Chorong ini malah menerbitkan senyum Lu Han.

Sudah lama sekali, batin Lu Han, jemarinya tanpa sadar membelai sosok yang berada dalam layar kaca. Ia telah kehilangan Chorong yang dulu: yang kikuk, pelupa, agak pemalu, tetapi sangat penyayang dan suka tersenyum.

Karena Chorong yang sekarang adalah pemimpin lab biomekanika yang tiap harinya tertelan dalam setumpuk catatan penelitian dan urusan lembaga ilmiah. Pemimpin lab biomekanika dilarang kikuk, pelupa, ataupun pemalu, Lu Han tahu, tetapi haruskah Chorong menukar senyumnya yang cantik itu juga untuk memperoleh jabatan tinggi? Sebagai asisten mekanis, Lu Han tidak bisa berbuat apa-apa selain menyiapkan rumah senyaman mungkin untuk menyambut Chorong—yang kini tak pernah lagi tersenyum. Lihatlah rekaman memori Lu Han yang ditampilkan monitor. Di hari-hari terakhir rekaman itu diambil, Chorong lebih sering menghempaskan tubuhnya lelah di sofa atau, yang lebih buruk, langsung mandi dan masuk kamar tidur (tentunya setelah menekan tombol ‘off’ di tengkuk Lu Han).

Padahal Chorong yang dulu biasanya akan berbincang dengan Lu Han, mengungkapkan perasaan-perasaan yang tertahan di tempat kerja, atau sekadar mengucapkan selamat malam disertai kecupan singkat sebelum mematikan sistem Lu Han sementara.

Tiba-tiba, kabel USB dari kepala Lu Han yang tersambung dengan video player dicabut—dan Lu Han ternganga kaget mengetahui siapa yang melakukan itu. Sepasang lengan mengalungi leher Lu Han kemudian, disertai seulas senyum yang keterlaluan indahnya. Sang humanoid sampai lupa bernapas. Debar di dadanya meningkat; ganjil memang karena dia tidak punya jantung.

Tapi ia tak sempat memikirkan lebih jauh soal debaran ini karena Chorong tengah menatapnya lembut dalam jarak yang amat dekat.

“Lu Han, kalau kau merindukanku, mestinya kau langsung bilang saja.”

***

TAMAT

Advertisements

9 thoughts on “MAMA-02: Recorder

  1. INI JUGA MANIS BANGET, DIABETES AKU ADUH 😦

    Bayangin luhan nya imut banget buat jadi humanoid yaampun aku mau beli humanoid 12 yang fisiknya mirip anggota exo. Buat dipandangin seharian (lalu diperbudak) (HAHAHA) (engga deh)

    Gatau kenapa aku bisa bayangin kenangan2 manis yang luhan liat di monitor ituu. Kayak kebiasaan2 lama dengan seseorang tapi karena kita makin berubah, kebiasaan itu jadi ilang. Semacem garela tapi gabisa apa2 juga. Huvt untung ini akhirnya manis! <33 abisnya kalo ff cerita begini biasanya sad ending bikin baper huhuhu

    Sukaaa banget! <33 aku lanjut yang mama selanjutnya abis mandi yaa, semangat terus kak lianaaa 😀

    Liked by 1 person

  2. uh, kok sweet banget sih…ternyata, posisi hunse bisa digantiin juga, yaa…. *mikir keras*
    heee, sori kalau nada komentarku rada jeles, iyalahhh gimana ga jeles, abisan chorong dan luhan itu emang perfect banget sih kalau dipasangin, yang satu cantik dan satunya lagi cantik banget…… 😀 hahaha peace bang lu!!
    ahhh, aku mah bisa apa selain nulis kata keren di sini? :””) romansa yang tertunda antara luhan dan chorong itu ngegigit bangetz lah 🙂 suka sama yang satu ini, huhu!! 🙂

    Like

  3. ini aku lagiii~~~!

    di fiksi ini sebenernya Luhan literally jadi pembantu rumah tangga kan?
    cuma bahasanya aja dikeren-kerenin jadinya ngga kerasa kayak pembantu rumah tangga.
    iya gak iya gakk
    (taboked)

    aku suka deh awal” Kakak tunjukin Luhan itu orang yang sweet, caring;
    ngejagain Chorong, dengerin semua curhatannya, boyfriend material gitu deh…
    .
    .
    .
    terus Kakak bikin dia nyolokin USB ke kepala.
    dan bikin Chorong ngerasain bibir rasa besi.
    (entah kenapa aku mikir rasanya kayak darah–mungkin karena baunya mirip?)

    kayak… Kakak bikin pembacanya terbang ke langit ke tujuh, terus maksa mereka free-fall.
    “Iya, Luhan itu sempurna buat dijadiin pacar tapi hellow; dia robot lho!”
    (digeplak beneran)

    ah aku ngga berbakat ngereview… jadi puaskanlah diri Kakak dengan review seadanya ini ;w;
    sekian dulu~~! maaf kalo ada yang menyinggung atau kurang berkenan. ;3;
    apple pie~!(?)

    Like

    1. HAHAH SETUJU BERAT LUHAN EMANG PEMBANTU *tapi ganteng *tapi pembantu* jadi emang kan si luhan ini, bagaimanapun setianya dia dia itu gak tersentuh sama manusia asli karena dia emang bukan manusia, kalo pacaran sama dia otomatis kudu tiap hari ngerasain ciuman besinya dia *well sebenernya dia gak terbuat dari besi juga tapi rasa logam gak beda2 jauh bukannya
      trs utk katamu yg sifat khusus para robot ini… yah sebenernya aku gak begitu merencanakannya XD cuman intinya sama bahwa aku pingin bikin romance yg beda dgn makhluk yg harusnya gak berperasaan ini 🙂 *mirip2 toy story gitu deh kalo aku liat sebenernya :p
      makasih komennya ya!

      Like

  4. Gak tau kenapa, saya kok malah dapet feelnya kalo Chorong dipasangkan sama Suho. Sayangnya, mas Suho sudah dapet mba Irene, ya? ><

    Dan Lulu adalah satu-satunya pembantu dan humanoid paling manis yang pernah aku lihat!!! 😀
    Aku juga suka alur ceritanya yang full of fluff (maybe?)

    Jadi… Keep writing, ya, kak! ❤

    Like

  5. omaigaaaaaaaats!!!!
    ini apaaaaah??? aku tersenyum lianaaaa. buehehe. ini manis, lebih simple dibandingkan mama-yifan. hihi.
    btw, aku juga pengen punya yg kaya Luhan di rumah…. T.T

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s