MAMA-05: Learning

05

-Listen, do you feel it? The stopped rhythm of my heart beat.-

***

“Minah, sini sebentar. Aku punya buku cerita bagus.”

“Dyoppa, bacakan!”

“Tidak mau. Minah harus baca sendiri, nanti akan kuajari.”

“Yah, Oppa, ‘kan aku masih bermain… Bacakan, ya…”

“…Begini saja, kalau kamu mau belajar membaca, kamu boleh pakai kacamata ini. Aku yakin kamu pasti tambah cantik.”

“Waa, mau, mau!”

Berbeda dengan anak lain, selama orang tuanya bekerja, Minah dijaga oleh Modern Anthropomorphic Mechanical Assistant keluaran kelima, disingkat MAMA-05. Ayahnya menyebut robot itu Domestic Observer, tetapi sebutan ini malah membingungkan Minah. Domesfer? Domplester? Akhirnya, ibu Minah menyederhanakan nama si pengasuh menjadi D.O. Di-yo. Dyo. Nama itu diulang-ulang Minah dengan gembira karena mudah mengucapkannya—dan sang humanoid pun senang dipanggil begitu.

Sebagai pengasuh, D.O melaksanakan tugas dengan baik: bermain dengan Minah, menemani Minah menonton kartun, memasakkan makanan sehat untuk Minah, dan mengajari Minah materi-materi dasar sebagai persiapan masuk SD. Tugas terakhirlah yang paling sulit. Sebagai gadis normal yang aktif, Minah kurang suka belajar karena itu berarti duduk dan membaca seharian. Beruntung, D.O punya teknik khusus untuk membujuk anak asuhnya, yaitu kacamata lensless milik nyonya rumah yang stylish. Setelah merasa cantik dengan kacamata itu, baru deh Minah mau belajar. Mengeja, menghitung, menulis, menggambar, bahkan bahasa Inggris untuk pemula diajarkan D.O semuanya. Jika Minah berhasil memahami satu pelajaran, D.O akan memangku gadis itu dan mengusap lembut puncak kepalanya.

Hadiah kecil inilah yang paling Minah suka dari belajar dengan D.O.

Namun, suatu ketika, D.O tumbang ke lantai. Kepalanya mengeluarkan asap mengerikan. Ia rusak karena beban kerja yang terlalu berat. Orang tua Minah memang jarang pulang, maka D.O berjaga nyaris 24 jam selama 7 hari dengan beberapa menit istirahat saja, itu pun jika ayah dan ibu Minah tidak lupa mematikannya.

Minah menangis kuat-kuat. Hari itu, ia memancangkan tekad untuk terus belajar agar bisa memperbaiki D.O bila besar nanti.

***

Pada suatu Minggu yang cerah, Minah turun ke gudang. Melawan debu dan ketakutannya terhadap berupa-rupa serangga. Menyingkirkan kotak-kotak berat berisi peralatan tua. Berlumur peluh demi satu humanoid kotor yang mengalami malfungsi. Usahanya membuahkan hasil; ia menemukan D.O terbaring damai dalam salah satu peti kayu.

Diam-diam Minah akui, pengasuhnya lebih tampan dibanding cowok-cowok keren yang sedang populer di sekolah.

Malu karena pikiran yang tiba-tiba melintas ini, Minah menggeleng-geleng cepat. Sekuat tenaga, ia mengusung D.O ke kamar untuk melakukan reparasi besar-besaran.

“Benar dugaanku.”

Asap dari kepala D.O hari itu, ternyata, berasal dari microchip sentral—alias ‘otak’—D.O yang terbakar. Itu terbukti ketika Minah membuka tempurung kepala D.O dan mendapati kotak metal kecil yang tepinya meleleh. Beruntung, data-data di sana masih bisa diback-up. Tak hanya itu, Minah membuang komponen-komponen D.O yang berkarat. Suku cadang baru dipasang. Kulit sintetis dibersihkan dengan kemucing dan lap basah. Kabel daya dihubungkan dengan sumber listrik—dan D.O menyala.

Berhasil.

Sepasang mata Minah berbinar bahagia. Mengambil muatan lokal teknik elektronika memang tidak salah!

Oppa!”

D.O mengerjap-ngerjap heran, belum sepenuhnya bangun. Siapa gadis  ramping berwajah manis yang tengah memeluknya ini?

“Kalau Oppa lupa aku,” Minah memasang kacamata lensless miliknya sendiri, lalu mendekap user manual MAMA yang membimbingnya mereparasi D.O, “mungkin ini bisa mengingatkanmu!”

As-ta-ga. Jadi si cantik ini gadis cilik D.O yang dulu belajar mengeja? Yang gemar mengenakan baju terusan berpita-pita? Yang diam-diam memakan tteokboki orang tuanya hingga sakit perut? Well, dengan tank top, hot pants, dan lekuk tubuh yang mulai kentara, Minah tampak… lain.

“Anu…” Refleks, D.O menyambar selimut dan menutupkannya ke kaki jenjang Minah yang mendebarkan, “…sudah berapa lama aku tidur?”

Ups. Ingatlah Minah bahwa D.O, terlepas dari statusnya dulu sebagai robot pengasuh, kini merupakan pemuda sebayanya dan yah, baju Minah agak sedikit kurang pantas. Dengan muka merah, Minah menaikkan selimut ke seluruh tubuhnya, lalu menjawab, “Uh… kurang lebih sepuluh tahun, tetapi jangan khawatir. Dyoppa sudah kembali dalam keadaan segar-bugar karena aku mengganti microchip serta suku cadangmu yang lama!”

Oh. Minah masih belajar meski tanpa D.O—belajar untuk membetulkannya—dan ini menyentuh jiwa yang secara teknis tak pernah ada dalam diri si asisten mekanis.

“Terima kasih banyak, Minah. Kamu tumbuh menjadi gadis yang baik dan pandai, aku senang sekali.”

Senyum D.O tidak banyak berubah walaupun satu dekade telah lewat. Getar dalam hati Minah-lah yang berbeda. Terlebih saat D.O memandangnya seteduh itu, astaga! Kenapa ia tersipu-sipu begini? Belum selesai, D.O menepuk sayang puncak kepala Minah seperti dulu waktu Minah kecil.

Giliran tubuh Minah yang serasa meleleh karena sentuhan nostalgik D.O ini.

“Te-terima kasih k-kembali, Oppa…

***

TAMAT

.

.

.

.

.

.

mas kyungsoo ganteng kalo senyum sayangnya dia jarang senyum lebar. coba kayak mbak minah yg hobi aegyo. eh tapi gak pantes ding, biarlah pasangan ini apa adanya.

Advertisements

11 thoughts on “MAMA-05: Learning

  1. Pagi2 aku disuguhin yang semanis ini DUH KYUNGSOO DI COVER NYA KENAPA MANIS BANGET SIH SENYUMNYA IH IH IH

    Masih bayangin dirumahku ada MAMA yang bisa bantuin aku belajar dan bikin PR ditambah mereka ganteng (eh) KYAAAAA MAMA PESENNYA DIMANA SIH KAKK 😦 MAU PESEN 😦

    Serius aku suka banget deh, minah nya dari dulu udh lucu dan tekadnya itu bikin aku kagum banget. Dan kyungsoo! Selama baca aku kebayang muka dan suara kyungsoo terus yaampun kenapaa 😦

    Sukaa banget kak! ❤ Aku tunggu lanjutannya yaaa, semangat teruss! 😀

    Like

    1. ampun dah mas kyung bukannya katanya mau main sama kimsohyun? siap2 tambah hancur hatinya :p tapi yg drama ‘remember you’ itu dia bakal ada romancenya ga sih? aku gatau kyknya itu misteri gitu nuansanya…

      Like

      1. Naaah, ketika aku sudah menyukai lee eun bi. Entah akan jadi begimana itu gadis hahaha
        Tau ah li, aku mah udah biasa diginiin hueeee /kemudian mojok/

        Like

  2. Aq padahal sdh brspekulasi untuk mghadapi kmungkinan trburuk lho Li, kalo pas dyo sadar dy cm inget minah kecil, dan nganggep minah dewasa tetep ank kcil, kaya doraemon itu. Kn ada slh satu ending yg ky gtu.

    But overall, ni couple emg kiyut. Aih, dyo tnpa senyum lebar pun udh manis kok.
    Dan itu apa pula covernya… Aku suka..

    Like

  3. allo~!
    ini aku lagi~~!

    aku ketawa baca domplester XD

    mau dong MAMA-05nya satu jadi kalo ada pelajaran yang gangerti ngga nanya ke Om Google lagi… nanyanya jadi ke orang ganteng bhahaha

    dan yang
    “Diam-diam Minah akui, pengasuhnya lebih tampan dibanding cowok-cowok keren yang sedang populer di sekolah.”
    aku pengen ngelempar kalimat itu ke cowo-cowo di sekolah aku satu per satu…

    aku gatau kenapa aku mikir gini, tapi kayanya di setiap fic ada satu sifat robot yang menonjol gitu ya ._. kayak;
    robot itu kurang ekspresi (kai); setia (chen); ngga bakalan dimakan waktu (dio); de-el-el…
    atau itu cuma delusi belaka?
    (kalo emang delusi yea abaikan aja…)

    kayanya komen aku segitu aja ya heheheh—
    maaf kalo ada yang menyinggung atau kurang berkenan~
    paipai~!

    Like

  4. Ini fluff-nya pengen buat saya diabetes atau apa, sih?! ><
    Entah kenapa, saya memikirkan nasib mbak Soojin saat mas Kyung harus dapet pair dengan teman segrupnya, mbak Minah xD
    Dan fic ini mengingatkan saya dengan alur cerita Doraemon 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s