MAMA-06: Broken Birthday

06

My pain be creepin’.-

***

Modern Anthropomorphic Mechanical Assistant, sesuai namanya, dirancang dengan sempurna oleh para ahli mesin untuk memudahkan pekerjaan manusia, tetapi MAMA-06 milik Fei agak berbeda.

Sebenarnya kinerja Lay—begitulah Fei memanggil si asisten mekanis—dalam hal mengurus rumah cukup baik, tetapi suatu hari, Fei pernah menemukan Lay di dapur dengan panci menutup kepala. Katanya ia takut pada tentara—di film perang yang ditayangkan televisi. Sekali waktu, Lay pernah duduk di ranting pohon yang sangat tinggi karena ‘dipanggil raksasa dari Negeri Awan’; rupanya ia baru saja membaca buku dongeng di gudang. Masih banyak lagi keanehan pola berpikir yang Lay tunjukkan, tetapi yang paling parah selalu terjadi di hari ulang tahun Fei. Ratusan kembang api kecil yang padam duluan sebelum pesta dimulai, balon-balon pecah, lilin-lilin romantis yang malah membakar tirai, semua pernah Fei alami. Mengesalkan memang karena rumah jadi kotor sekali, tetapi Fei tidak bisa marah karena Lay membereskan kekacauan itu dengan penyesalan yang kental di matanya.

“Aku cuma ingin bikin pesta yang keren buat Jiejie…”

Jangan lupakan kalimat lirih ini yang senantiasa meluluhkan Fei.

Satu hari, Fei terkejut karena rumahnya tidak hancur, padahal itu hari jadinya yang ke-26. Lay mestinya merusak di dalam.

Sepi sekali. Ke mana Lay pergi?

Yang dicari tidak ada di ruang tengah, tetapi Fei begitu terharu karena ruangan itu disulap sangat cantik dengan dekorasi marun lembut. Di atas meja, ada sepiring kue tart bertuliskan ‘Selamat Ulang Tahun, Fei-jie!’ dengan lilin menyala berbentuk angka 26. Ada amplop yang juga berwarna marun di samping kue tersebut. Fei makin tersentuh setelah membaca surat berisi harapan-harapan Lay untuk Fei, ucapan terima kasih, dan permohonan maaf karena selama ini menjadi asisten mekanis yang ‘cacat’. Catatan tambahan dalam surat meminta Fei untuk memainkan file dalam SD card yang disertakan Lay di amplop—dan suara lucu Lay ketika menyanyikan lagu ulang tahun gubahan sendiri sukses menggembirakan Fei.

Meski ingin segera menikmati kue ulang tahunnya, Fei memutuskan untuk mencari Lay dulu. Ke mana anak ini ketika aku sedang senang? Kalau mengacau saja muncul, keluhnya karena tidak biasanya Lay susah dicari. Kamar Lay kosong, di dapur tak ada juga, di halaman belakang tempat menjemur pakaian pun nihil.

Senyum yang terus menghias wajah Fei seketika pudar saat memasuki kamar cuci. Lay meringkuk di sudut ruangan itu, tertunduk seraya memegangi kepala. Fei segera berlutut di hadapan robot asistennya, cemas setengah mati.

“Lay! Astaga, ada apa?”

Jiejie…” –Lay tak pernah menangis, maka air matanya yang sekarang langsung menyayat hati Fei—“Kenapa kepalaku… berdenyut terus?”

***

Karena Lay sangat kesakitan, terpaksa Fei harus mematikan sistemnya sementara. Setelah membaca user’s guide MAMA sekali lagi, Fei membuka tempurung kepala Lay.  Microchip sentral masih utuh. Kabel-kabel tidak saling terpuntir. Tak ada hubungan arus pendek. Serat optik yang menghubungkan organ-organ Lay dengan microchip sentral pun baik-baik saja.

Maka kemungkinannya tinggal satu.

Fei menyalakan komputer dan menghubungkan kepala Lay ke sana. Benar saja, dalam sekejap, aplikasi antivirus melaporkan berupa-rupa malware di microchip Lay, tetapi notifikasi paling berbahaya berasal dari virus yang menjangkiti direktori utama. Direktori itu memuat fungsi dasar MAMA yang, secara otomatis, selalu dijalankan Lay, padahal seperti kita tahu, virus akan bekerja setiap kali program yang terinfeksi diaktifkan. Parahnya, si kode jahat ternyata sudah mengendap dalam direktori itu bahkan sebelum Fei membeli Lay—begitu kata aplikasi pengaman Fei.

Ini menjelaskan keganjilan pola berpikir Lay yang kadang-kadang muncul.

Kesalahan pabrik, ya? Huh, payah. Padahal virus ini mudah sekali dibunuh kalau ketahuan lebih awal, gerutu Fei saat menekan ikon ‘Bersihkan’—dan pembasmian penyakit berjalan. File memori Lay hari itu adalah yang pertama bersih, maka Fei membukanya. Tampaklah lesung pipit manis Lay saat bercermin tadi pagi.

“Hari ini, aku tidak akan gagal membuatkan Fei-jie pesta kejutan!”

Fei geli sekaligus heran. MAMA miliknya ini jarang menunjukkan semangat besar, tetapi di rekaman itu, Lay terlihat berapi-api sekali.

Rekaman dipercepat hingga Lay mengantar Fei ke sekolah tari. Setelahnya, Lay mampir ke toko dekorasi, kemudian membeli beberapa bahan makanan, dan setibanya di rumah, Lay mengakses internet untuk mencari resep kue. Ia menghubungkan laptop dengan kepalanya untuk menyimpan data—dan Fei mendesah panjang.

Kalau seperti itu ya jelas malware lainnya bisa masuk…

Lay mulai menempelkan pita pada sofa. Sesekali ia mendesis kesakitan, tetapi wajahnya tetap tampak ceria karena kali ini, ia sangat yakin akan berhasil menyenangkan Fei. Taplak meja yang baru dibelinya diseterika rapi, lalu dipasang menggantikan yang lama. Pekerjaannya berlanjut di dapur: mengaduk adonan dan memanggang. Seraya menunggu kue matang, Lay menulis surat dan memasukkannya bersama SD card berisi lagu ke amplop. Fei menghapus genangan kecil di matanya sebelum sempat jatuh. Sesak hatinya melihat Lay yang begitu bersemangat untuk hari ini tanpa mempedulikan kepalanya yang sudah sakit.

Semua siap. Lay tertatih-tatih ke ruang cuci dan menggulung diri di sana. Isi pikirannya ditranskrip oleh komputer: kalau Fei-jie pulang, dia harus melihat kejutannya dulu. Jangan sampai dia menemukanku kesakitan di sini.

Fei menutup media player, tak sanggup lagi menyaksikan Lay tersiksa sendirian.

***

Scanning menyeluruh dan pembersihan otak Lay selesai tiga jam kemudian. Fei sudah memakan kue tartnya seperempat bagian, sisanya ia simpan di kulkas untuk dibagi besok di tempat latihan. Akan tetapi, dengan tujuan tertentu, ia membawa sepotong kecil kue ke kamar.

“Jiejie… selamat ulang tahun…”

Mana ada orang yang mengigau ‘selamat ulang tahun’?, Fei menggeleng-geleng pelan. Yah, Lay ‘kan memang bukan orang, tapi humanoid, jadi terserah saja.

Mata Lay berangsur terbuka. Fei duduk di depan meja rias sambil memotong kue dengan garpu. Pemandangan inilah yang menyambut Lay setelah matanya terbuka penuh.

“Sudah bangun?,” sapa Fei dengan senyum lembut yang sangat Lay sukai, “Aku suka kuemu, enak sekali!”

Raut wajah sang humanoid perlahan berubah. Sudut matanya yang selalu melengkung turun kini terangkat, manik coklatnya tumben sekali melebar, dan bibirnya membulat mirip ikan kehabisan air. Ia segera bangkit dari ranjang dan mencondongkan tubuhnya antusias.

Jiejie suka kueku?! Yey!!!”

Duh, bocah ini sungguh di luar dugaan. Padahal tiga jam lalu menangis kesakitan, tetapi sekarang ia melonjak-lonjak di atas ranjang.

“Tadi sebenarnya kue itu sempat kemanisan, lalu aku tambah susu tawar. Aku tidak yakin takarannya sih, tetapi syukurlah Jiejie suka! Dan aku berkali-kali mengecek adonannya biar tidak gagal seperti tahun lalu, jadi—“

“Hei, dengar dulu.” Fei mencubit hidung Lay supaya berhenti mengoceh—dan yang dicubit terkekeh malu. “Apa Jiejie mau bilang sesuatu?”

“Ya,” Tanpa ragu, Fei berucap, “Aku sayang kamu, Lay.”

***

TAMAT

.

.

.

.

.

ini kayaknya bakal jadi vignette sendiri dalam ficlet series ini. too much feels for lay ya ampun!

Advertisements

17 thoughts on “MAMA-06: Broken Birthday

  1. Ren penasaran sama mama-series ini makanya, ren klik ava kaka yang lucu itu di ifk dan baa, ren tiba di si sini.hehe

    lay, ah, dia orangnya emang lembut dan polos banget, ya, ka?? Ren jadi ikut kebawa perasaan kehikangan pas liat lay sekarat gara2 virus itu. Apalagi, pas fei yang merasa empati banget ngeliat kondisi lay yg seperti ituuu.haduhh, sorenya ren jd mendung. Tp beruntung, akhirnya lay bisa sembuh dr virus dan menghibur fei lagi. Ah, ren suka bangettt lah 🙂

    btw, ren mungkin udh bilang berkali2 di komen sebelumnya, ren suka banget sama genre sci-fic ala kaka yang kece dan keren ini!
    Next series ditunggu, ya. Semangat ka 😉

    Like

    1. KAKAK MAMPIR DI SEMUA SERIES huhu terima kasih….
      jadi ya dari kai dulu. jujur kak itu aku juga kurang merasa fluffnya. sebenernya series ini sampe MAMA-06 kemarin tuh rasanya kurang romantis/ fluffy…. susah kak T.T aku pingin bikin romance tanpa skinship sebenernya tapi pemilihan diksi , plot dan scene seperti apa yg pas aku belum nemu yg ngegigit *ngegigit siapa? *ngegigit chanyeol *ditendang
      tapi gapapa, masih ada enam cerita lainnya, aku usahain punya chanyeol bagus XD tapi sorry ya kak aku pake pairnya sama moon gayoung bukan sama wendy khukhukhu kalo sempet aku bikinin wendy vernya 🙂

      Liked by 1 person

  2. Yixing disini kelewat manis ahh TT
    Akhir-akhir ini yixing sudah menghancurkan list biasku dengan ke-manly-annya di love me right XD
    Dan sekarang dia unyu sekali disini, aku bisa apa kak TT TT

    Like

  3. awwwwwwwww, apa cuma aku doang yah yang nangkep feel kakak-adik antara feixi dan yixing ini??? padahal kan di atas genre-nya romance ya?hahaha….
    oke deh, di samping penalaranku yang emang aneh itu, aku salut banget atas pengolahan ide cerita ini, keren bangetz, kak!!! aku malah terenyuh atas sikap humanoid macam lay di atas yang,ahhh, yang rasa kemanusiaan(padahal dia kan robot,haha) dan sensibility-nya sbg humanoid itu yang bener2 bikin aku melting, wkwkwk 😀
    plus, ditambah sikap feixi di sini yang legowo2 saja atas sikap absurdnya yixing itu.hihihi. keren lah! 😀

    betewe, soal genre, aku jadi jatuh cinta sama genre sci-fi gegara keseringan baca fict-nya kak liana, masa.ahaha 😀 apalagi, ide cerita soal humanoid yang digarap di ff berseries kali ini, wuih, sadap abizzz idenyaa 😀 aku mah berasa kaya baca novel sci-fi barat, jempolan!!! 🙂

    hehe, dan sepertinya masih banyak mama series yang belum aku baca jadi tunggu rusuhan komenanku(?) di kolom2 komentar yang tersedia ya, ka 😉 hehehe
    btw, apa kakak menjalankan ibadah puasa? kalau iya, selamat berpuasa ya, kak! 🙂

    Like

  4. HAI KAK LIANAAA! 😀 duh aku ketinggalan banyak nih seriesnya

    INI YIXING UNYU BANGET AMPUN AKU GAKUAT! GA PERCAYA ORANG SEUNYU DAN SEPOLOS DIA MALAH JADI CEO STUDIO DI CHINA :”)

    Lah aku juga sayang lay nya kalo gini mahh, gacuma fei doang yg sayang diaaa. Gimana pengorbanan dia bikin kue walaupun kepalanya sakit huhuhu disini lay nya anak2 banget berasanya, jd lebih kehubungan kakak-adik sama fei. Tapi gapapaa, ini lucu sekaliii <33

    Sukaaa! <33 kak liana semangat terus yaaaa 😀

    Like

  5. Yap akhirnya bisa baca lanjutan series ini yeay!
    Entah kenapa baru kepikiran sekarang buat buka blog kak li yang inih. Padahal kan aing uda tau kalo updatenya pasti disini dulu haha. /skip bacotnya/
    Baydewey kapan sih kak li bikin lay jadi badboy chorom yang ga bikin ati trenyuh plus melting kek gini? Emang sih si lay uda berhati lembut dan baik dari sononya. Tapitapi kalo gini terus aku bisa apa kak? /senderan ma lay/ ((eh modus)) /ditendang/
    Kalo ginih terus bisa2 lay ruined my biaslist iniii u.u
    Dan tadi kirain si lay bakal rusak/mati selamanya gitu,eh ternyata mba fei masih bisa ngebenerin lay yg sempet hampir rusak. Ketipu judul lu dek! Hahah.
    Eh iya ding,mo bilang kalo kebanyakan fic kakak tuh menurutku feel-nya lebih ke brosis deh daripada romance. /eh.timpuk aku deh gapapa xD Kaya yang iniii,rasanya Fei lbh cocok jadi jiejie nya lay gituu. Mungkin ya karena kebanyakan cast cewenya lebih tua daripada yg cowo. Yha?
    But srsly kak liana emang ya spesialis di genre ‘family’. (bukan berarti ngga bisa dapetin feel romance dari fic kakak,buktinya henber. yah cuz u know shipper sindrom) tapi ya ituu lebih comfort kalo baca yg family 🙂
    Aduh ga maksud gimana2 nih kak. Maafkan akuu yg suka ngebacot dilapakmu ya kak,isinya ga penting lagi~ Haha

    Like

    1. AKU JUGA PINGIN BIKIN BOCAH/? INI JADI BADBOY TAPI MUKA LOADINGNYA ITU LHO TERLALU GAK MATCHING SAMA IMAGE ITU T^T
      benar. aku sendiri berpikir lebih banyak ficku itu gagal di romance. kecuali kalo romancenya disisipin di family kayak homo homini lupus n dear my family. dan gapapa, untuk fic ini memang banyak bgt yg mikir kalo fei itu sangat sisterlike. tidak mengherankan, karena aku ngepasin sama karakter aslinya si tokoh jadi mbak fei gak bisa manja2an gitu deh. dan nanti genrenya kuganti jadi family ajah kayaknya XD
      udahlah gapapa kayak ficlet juga justru komen kyk gini2 paling ditunggu :p
      makasih sdh mampir yak!

      Liked by 1 person

  6. Aduh, kak Li, kenapa Yixing terlalu manis disini T_T
    Aku gak kuat, sumpah /peluk Lay/
    Lay kalo cacat (?) malah tambah bagus, karena kemanisannya meningkat begitu saja ><

    Dan, ya, couple ini… Ah, sudahlah.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s