The Kid

1a5d4577d5ec60d420beb6ad45a8eea3

Every child you encounter is a divine appointment.-

***

Fansigning, baik bagi fans maupun idola, merupakan pertemuan yang penuh kejutan. Event ini bukan sekadar soal tanda-tangan dan basa-basi, melainkan juga pertukaran lelucon, kata-kata penyemangat, dan hadiah-hadiah unik. Walaupun kedua pihak akan sama-sama lelah di akhir, segala kenangan yang terukir pada hari itu mampu mengisi kembali tenaga idola dan fans ketika diputar ulang. Jadi Kim Jongin, alias Kai si penari utama di boy group Korea Selatan EXO, selalu menyiapkan diri dalam penampilan terbaik dan keramahan maksimum di setiap fansigning. Tidak peduli kantung mata yang memberatkan kelopak dan kaki yang semalam keseleo bekas manggung, senyum tulusnya akan tersuguh bagi para fans yang menyodorkan album terbaru EXO untuk ditandatangani. Hadiah yang ia dapat cukup setimpal; tengok saja bergunung-gunung bingkisan dari penggemar yang diboyongnya pulang.

Hari ini, EXO menghadiri fansigning album ketujuh mereka dan Jongin, setelah sembilan tahun debut, masih mempertahankan semangat yang sama. Tidak terhitung berapa album yang ia tanda-tangani dan berapa wajah telah tersenyum penuh terima kasih padanya,  tetapi ada satu dari mereka yang amat berkesan. Bagaimana tidak?

Fans satu ini bahkan kesusahan meletakkan album miliknya di atas meja karena meja itu lebih tinggi darinya.

“Halo,” sapa Jongin riang seraya mengusap rambut si fans yang lembut, “Siapa namamu? Kamu kelas berapa?”

Pipi anak laki-laki di hadapan Jongin merona senang, tak ubahnya fangirl yang malu-malu ketemu dancer terseksi di EXO. Bedanya dengan para fangirl, si kecil ini menganggap Jongin sebagai kakak yang keren. Anak itu beruntung karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan; Jongin ‘kan sangat suka anak-anak. Mereka jarang muncul di fansigning dan ketika bertemu satu, jiwa polos nan playful Jongin yang terkubur oleh segala macam koreografi rasanya terpancing. Lagipula, sesuatu di wajah si anak mengingatkan Jongin pada seseorang yang amat ia rindukan. Seseorang yang dulunya kerap berbuat bodoh untuk mencerahkan suasana dorm, tetapi di akhirnya tetap berlagak cool seperti pangeran. Seseorang dengan kebijaksanaan tersembunyi. Seseorang yang menurut Jongin telah mengajarinya banyak hal tanpa kuliah panjang.

Seseorang yang kini terasa begitu jauh.

“Namaku Kai, kelas 2 SD,” jawab si anak mantap (hei, namanya sama dengan nama panggungku, batin Jongin geli), “Kai-hyeong, tolong tanda-tangani albumku di… uh… di sini…”

Si bocah kesusahan membalik album, jadi ibunya—yang mendampinginya di antrean sejak tadi—membukakan album di halaman yang ada foto Kai-nya. Jongin membubuhkan tanda-tangan, masih kagum karena EXO punya fanboy cilik yang mau repot-repot datang kemari. Biasanya pada liburan musim panas begini, anak-anak lebih suka menikmati patbingsu dingin sambil berteduh, bukannya berdiri puluhan menit di bawah terik mentari fansigning outdoor. Biasanya pula, para noona-fans-lah yang membawa anak mereka bertemu idola, tetapi dengar tadi? Kai kecil bilang ini album miliknya, bukan milik ibunya, berarti anak itulah yang EXO-L alias fans EXO.

“Kai, tadi katanya kau mau bilang sesuatu pada Kai-hyeong. Ayo, bilang sekarang.” ujar ibu si anak. Jongin, yang awalnya akan menandatangani kotak CD Kai, jadi mencondongkan tubuh pada fans ciliknya penasaran. “Kau mau bilang apa?”

Pipi Kai memerah lebih hebat. Tangannya yang kini menggenggam kartu pos gemetar gugup.

“A-aku ngefans sekali sama Kai-hyeong… A-ayahku juga… Dan ini kartu buat Hyeong… Aku tulis sendiri…”

“Oh ya? Terima kasih banyak!”

Kartu pos itu ditulis dengan bahasa Korea yang agak acak-acakan, tetapi hangulnya rapi sekali untuk ukuran anak kelas 2 SD. Intinya, melalui kartu pos itu Kai cilik berharap Jongin selalu sehat dan ‘tersenyum keren’ waktu menari—lucu juga pilihan kata anak ini. Di akhir surat, Kai cilik menambahkan gambar segitiga teleportasi yang bagus, lambang kekuatan Kai besar pada album debut EXO yang berkonsep superpower alien.

Tapi di samping lambang itu, ada lambang lain lagi.

Lambang yang membuat surat Kai cilik lebih membekas dalam benak.

“Nah, sekarang CD-nya. Aku tulis namamu ya, Kai. Siapa nama lengkapmu dan kamu ingin dapat pesan apa dariku?” Jongin membuka spidol baru, siap menulis pada sticky note yang tertempel di CD lid.

“Wu Kai,” Anak itu menjawab dengan senyum lebar, “Tolong tuliskan ‘semoga kau menjadi pelukis yang hebat!’ di CD-nya. Terima kasih, Kai-hyeong!!!”

***

Ya Tuhan.

***

“Ini dia, Kai. Semangat menggambar, ya, aku suka gambarmu! Sampai jumpa!”

Kai cilik mengangguk, membiarkan pipinya diusap sayang oleh Jongin. Selanjutnya, ia membungkuk hormat berkali-kali—meniru ibunya—dan berjalan pergi dengan sedikit berjingkat. Fans berikutnya maju, Jongin menyapanya ramah, tetapi pikirannya tidak bisa lepas dari Kai cilik hingga fans terakhir berlalu.

Alis tebal. Hidung mancung. Bibir mungil seperti burung. Bahasa Korea yang terlalu kagok meyakinkan Jongin bahwa anak itu bukan orang Korea. Hobinya menggambar. Cita-citanya menjadi pelukis.

Dan namanya. Jongin baru ingat bahwa nama panggungnya berasal dari bahasa Mandarin. Kai cilik pasti orang Cina. Marganya Wu. Dan ayahnya juga ngefans pada Jongin.

Segala hal tentang anak itu mengarahkan Jongin pada satu orang.

Baru malam itu, Jongin tidak segera terlelap walaupun sangat kelelahan. Aroma bantal tidak mampu menyingkirkan pikiran bahwa orang itu benar-benar masih mengingat Jongin dan memberinya banyak cinta, bahkan setelah hengkang dari EXO, berkarir solo di Cina, dan menikah.

Momen siang tadi makin terasa tak nyata.

Masa, sih? Jangan-jangan bohongan, sempat Kai berpikir, tetapi dugaan ini patah ketika untuk kesepuluh kalinya, Jongin membaca kartu pos pemberian Kai cilik.

Ada lambang naga di samping segitiga teleportasi milik Jongin. Dan demi Michael Jackson, naga itu jauh lebih jelek dari segitiga teleportasi buatan Kai cilik. Anehnya, gambar yang jelek itu malah mampu menimbulkan senyum kegirangan Jongin sebelum tidur.

Terima kasih, ‘keponakanku’!

***

Babaaaaaaa, aku dapat tanda tangannya Kai-ge dan dia bilang dia suka gambarkuuuuuuu!!!” Kai cilik melompat dalam pelukan sang ayah, siang itu di hotel sepulang fansigning. Kepala keluarga Wu memang merencanakan liburan spesial ke Seoul ini untuk putra sulungnya yang meraih peringkat satu pada kenaikan kelas kemarin. Semula mereka hanya berencana membeli album baru EXO langsung di Korea, sekalian fanboying habis-habisan pada Kai EXO di sana. Ibu Kai cilik tertawa mendengar rencana suaminya yang memang lumayan menggilai EXO itu. ‘Mau ke fansigning juga?’ godanya, tahu bahwa mendapatkan tiket fansigning EXO butuh keberuntungan besar sehingga kemungkinan terlaksananya kecil, tetapi Tuan Wu jadi menambahkan event itu ke to-do-list. ‘Aku belum beli CD mereka, jadi lebih baik beli di sana supaya aku dapat kupon undian untuk tiket fansign. Selanjutnya terserah Tuhan bagaimana hasil undiannya. Kalau dapat, Kai yang akan pergi.’ janji si ayah muda gaul ini kepada putranya. Dewi Fortuna berpihak pada Tuan Wu sehingga dengan satu kupon undian saja, ia memperoleh tiket fansign. Kai cilik menghujani sang ayah dengan ciuman dan mempersiapkan pertemuan dengan Kai-hyeong-nya matang-matang. Mulai belajar huruf hangul untuk menulis kartu pos, menduplikasi lambang superpower pada album debut EXO, dan menghapal apa saja yang mau ia katakan pada sang idola. Ayahnya sangat banyak membantu—dan lihatlah betapa bahagia Kai cilik sekarang.

“Benarkah dia suka gambarmu? Jangan-jangan dia suka gambar naga yang Baba tambahkan?” tanya Tuan Wu seraya memangku Kai dan membuka halaman album. Pria jangkung itu tersenyum mendapati tanda-tangan sederhana penari utama EXO di halaman yang memuat foto penari tersebut. Coretan nostalgik itu mengingatkan Tuan Wu pada kepolosan seorang bocah berkulit gelap berusia 20 tahun pada showcase debut. Bocah yang sangat Tuan Wu sayangi…

…meskipun Tuan Wu tidak lagi menjadi bagian dari grup yang sama dengan si Jongin Gelap.

“Tidak, Ba, gambar Baba jelek! Aku sampai kaget, kenapa gambar Baba ada di situ, bikin malu saja!”

“Jahat. Itu bagus, tau. Lambang naga adalah lambang kekuatan Baba dulu. Itu lambang terkeren di album ‘MAMA’ dan membuatnya paling susah.”

“Jelek kalau Baba yang gambar! Dan yang paling keren menurutku tetap lambangnya Kai-ge, titik! Lalu, lalu yang paling susah digambar itu punya Chanyeol-ge, burung api, dan itu lebih bagus dari naga!”

“Dasar kau ini!” Tuan Wu menyisihkan album milik Kai, menggulingkan si anak ke tempat tidur, dan menggelitikinya sampai puas. Kai terpingkal-pingkal dan baru berhenti ketika Tuan Wu memeluknya. Anak itu merangkul balik sang ayah dan berbisik, “Terima kasih, Ba, karena Baba aku jadi bisa ketemu Kai-ge. Aku sayaaaang Baba!”

Baba juga sayang Kai.”

‘Kai’ yang Tuan Wu maksud adalah Wu Kai dan Kim Jongin, tentu saja.

Sayang, momen manis ayah-anak ini dengan berat hati diinterupsi oleh Nyonya Wu.

“Kai, gantian, dong; Mama juga ingin dipeluk Baba. Bereskan dulu isi ranselmu yang berantakan di atas kasur, lalu kita makan di bawah. Dan Yi Fan,” Nyonya Wu menyita MP3 player suaminya dengan lembut, “maaf, tidak ada musik saat makan. Itu tidak bagus kalau dibiasakan.”

“Yah!!!” Kai dan Tuan Wu—atau Wu Yi Fan, dikenal pula sebagai salah satu aktor tertampan Cina sekaligus mantan pemimpin subunit Mandarin dari boy group EXO—kecewa bersamaan, “Tapi kami sedang ingin mendengarkan ‘Love Me Right’!!!”

***

TAMAT

.

.

.

aku baru tau kalo fansigning itu ternyata repot, bahkan utk dapetin tiketnya. aku sampe searching gimana cara ke fansigning dan kalo ke fansigningnya idol cewek lebih gampang, tapi kalo fansign boyband susaaaah. menurut sumber sih katanya harus beli album dulu, baru dapet kupon undian. kalo diundi satu gak berhasil ya udah, tapi kalo si fans beli album banyak dia bisa diundi berkali2 dan dapet lebih dari satu tiket fansign. 

anyway kalau ada yg masih inget series tdk resmiku di mana aku masang pair2 crack (xiubaek -Melodrama Byun, suhan -Gross Jokes, chanlay -Silver Tea, taosoo -Cutely Mature), ini merupakan salah satunya hehe. Awalnya aku mau bikin angsty tapi lama2 bosen kali ya sama fic angstyku jadiii aku bikin yg fluffy begini. semoga aku tidak gagal!

Advertisements

14 thoughts on “The Kid

  1. begitu ngeh castnya Kai n Kris langsung keinget sama crack pair storynya kamu… sisa sehun-chen (ditungguuuuu)

    dan cerita ini lain daripada yang lain… feelnya Kai (Kim Jongin), Kai (Wu Kai) n Kris berasa bangeett. biarpun di cerita ini ga ada komunikasi langsung antara Kai-Kris tapi ada ‘keponakan’ yang menghubungkan mereka… 🙂

    Like

  2. Kak, keren banget ini fanfictnya 😘😘😘Feelnya Kai besar sama
    sama Kai kecil sama Yifan kerasa banget. Baper jadinya Baper, huhu
    Anyway, keep writing and fighting ya kak 😄😄

    Like

  3. Hoho,, iya Li, di awal2 td pas jongin keinget seseorg aq jg nyangkanya ini bakal angst. Dasar.. Kalo bikin org penasaran kmu bisa bgt.

    Haahh, mas wu, mas wu. Jujur dr para ex yg aq msh respect cm Luhan. Tp ntah np tiap baca ff.mu yg kris wu aq jd kangen jg sm naga absurd satu itu.

    Like

    1. ya ampun para ex XD konotasinya jadi kayak ex-nya kakak nih haha. tapi kenapa gak respect coba kak, emang sih dia keluarnya rada gak enak tapi aku yakin tiap orang punya alasan 🙂
      btw gapapa kak kerja dulu ajah jgn nge-wp dulu di kantor :p semangat ya kak!

      Liked by 1 person

  4. Aaaa. Ini si ada angsty nya juga ka *apa aku aja yg lebay*
    Deg banget pas denger nama lengkap Kai ciliknya, ditambah sama ciri” yg disebutin
    Aduh kebayang bgt gimana rasanya jd Jongin disitu. Antara pengen nangis karena sedih, kangen dan seneng
    Nge feel bgt ka nge feel

    Like

  5. Pertama-tama, aku mau minta maaf dulu karena sebenarnya aku udah ngubek-ubek ((bahasa apa ini?????) isi wordpress ini.

    DAN JADI SIDERS
    (yeu i know this is fucking annoying since im writer too but huhuhu apalah daku kalau udah dihadang kemalasan buat komentar😭😭😭)

    trus
    tiba-tiba fanfiction ini muncul
    dan aing memutuskan untuk membacanya

    ((Dan kemudian menyesalinya))
    ((Canda deng))

    BENERAN YAA, AKU GABISA BAYANGIN KALO YIFAN PUNYA ANAK YAWLAHHH ((dia botak aja aku udah ngerasa gimana, APALAGI NIKAH PLUS PLUS PUNYA ANAK))

    trus pas baca bagian “dan Jongin, setelah sembilan tahun debut, masih mempertahankan semangat yang sama.”
    itu agak menyentuh;( BAYANGIN GA SIH EXO NGERAYAIN SEMBILAN TAHUN DEBUT MEREKA TRUS TRUS MEMBER-MEMBERNYA PADA WAMIL

    ((sebenernya lebih ditujukan untuk chanhun YANG PASTI KALO WAMIL MAKIN CAKEP))

    ya intinya aku suka fanfiction ini♡

    Ps ; Kenalkan, aku helen, 00line. ((Trus trus, list bias aku sekalian dicantumin ga nih?LOL AHAAHAHAHHAHAHA)

    Ps (2) ; salam kenal yaww♡ (enaknya dipanggil kakak atau apa nih?😊😊)

    Like

    1. aish kenapa aku baru tau namamu setelah melampaui 3 komen -.- anw halo helen ^^ udh ga usah panggil kakak, aku liana 05line (BOONG BANGET gimana kalo kita ga usah ngomongin umur *top secret *krn merasa tua *aku line 95 soale)
      iya pada dasarnya ini adalah ff yg memosisikan exo di tempat suju, apa mereka bakal masih eksis *krn suju yg dulu cemerlang aja udh tenggelam.
      list bias kamu ga usah disebutin deh, udh keliatan *tunjuk chanhun *sotoy
      mas wu berhak nikah krn sekarang sdh berani botakin rambut ala pria jadi gapapa *apa lagi ini* masalahnya kamu sanggup gak bayangin chanhun botak masa wamil hahahaha
      sekali lagi salam kenal dan terima kasih sdh berusaha ga nyiders/? lagi ^^

      Like

      1. yeu KAKAK liana ((sengaja banget manggilnya))

        “BOTAKKIN RAMBUT ALA PRIA”
        PRIA.
        OGT.
        YA LAIN KALI, TOLONG BUAT MAS LUHAN BOTAKKIN RAMBUT JUGA.
        SIAPA TAU JADI PRIA JUGA

        ((gausah bayangin luhan botak))

        iyaaaa;;;——(((( suju aja udah agak menurun (well im an elf+runners too, and a lil bit exo-l & rv stans, tapi KENAPA MAS-MAS BTS SAMA IKON MASIH MENGGODA APALAGI TAEHYUNG HANBIN JUNGKOOK JIMIN)

        *INI KOK KEK GINI KOMENTARNYA

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s