EXO-N #8: Dashboard Notifications

exo-tao-2

“Kau membenciku karena apa adanya diriku, tetapi kau juga menyukaiku karena apa adanya diriku.” (Z.Tao – T.A.O)

***

Sabtu ini mestinya menjadi hari tersantai setelah hampir seminggu Jia berkutat dengan urusan kantor. Ia akhirnya dapat menanggalkan keformalan rok span, blazer, dan kemeja yang kerahnya mencekik leher, lalu kembali pada gaya kasual kesukaannya: T-shirt plus celana jeans. Jangan lupa segelas teh lemon dingin dan kue yang menemaninya di bawah terik mentari ceria musim panas.

Itu rencana awal—tetapi seorang pemuda mengubah rencana itu jadi petaka.

Namanya Tao. Dia tinggi, berkontur wajah tegas, tatapannya tajam menyiratkan kecerdasan, dan ia sangat cocok mengenakan kemeja denim. Meskipun semula Jia menganggap Tao tidak sopan karena langsung duduk di hadapannya dan menunjukkan tanda-tanda awal flirting, tak disangka rasa percaya diri itu malah jadi nilai tambah. Singkatnya, Tao tipe Jia sekali, padahal sebelumnya Jia pikir dirinya tidak akan pernah jatuh sekeras ini pada seorang pria, apalagi yang baru dikenal. Keberuntungan Jia belum berakhir; ternyata pribadi Tao sangat klik dengannya, terbukti dengan percakapan yang mengalir lancar antara mereka, mulai dari pekerjaan hingga minuman favorit mereka di kafe itu. Cukup mengejutkan bahwa Tao, terlepas dari posturnya yang mirip bodyguard, bekerja sebagai pengembang perangkat lunak dan menyukai makanan manis. Wajar kalau Tao berhasil merebut hati Jia dengan beberapa kata dan gestur saja, toh seleranya tidak jauh-jauh amat dari kebanyakan wanita, tetapi sisi maskulin tidak hilang darinya. Romantis dan tampan. Perpaduan apa yang lebih hebat dari itu?

Obrolan menyenangkan mereka disela bunyi ponsel Jia. Ada notifikasi dari jendela media sosialnya yang masih terbuka. Tao sempat mengomentari betapa lucu bandul kepala panda yang menggantung di ponsel Jia ketika gadis itu mengangkat mesin pintar super tipisnya. “Mau pasangan denganku?” goda Jia—dan tawa kecil Tao setelahnya begitu menarik sampai Jia lupa mau melakukan apa.

Benar. Mengecek akun media sosial.

Jia menggeser dan menekan beberapa kali hingga muncullah notifikasi mengejutkan yang menghentikan laju darahnya. Ia gugup dan pucat seketika. Beruntung, Tao tidak melihat ekspresi panik ini karena sedang memperhatikan keindahan latte art di gelasnya. Begitu si pemuda menengadah, Jia sebisa mungkin bersikap biasa: tersenyum, menyibakkan rambutnya ke belakang, menyeruput tehnya dengan sedotan, menggerakkan kakinya di bawah meja supaya tampak rileks, sebelum kemudian berkata, “Maaf, ya, Tao, aku sungguh masih menikmati waktuku di sini, tetapi temanku mengajakku bertemu tiba-tiba di apartemennya. Aku harus pergi.”

“Sayang sekali,” Gurat wajah Tao berubah kecewa, “Tak apa. Setidaknya, aku masih punya nomormu. Mau kuantar?”

Jia mengemas dompet dan ponselnya ke clutch, gerakannya agak terlalu cepat dan ia berharap Tao tidak mencurigai itu. “Tidak perlu. Aku naik taksi saja,” jawabnya, masih tersenyum, “Sampai jumpa.”

Demi high heels! Tadi itu pertemuan yang sangat mengasyikkan, dengan cowok keren yang seakan-akan diturunkan dari surga dan membuat semua perempuan iri pada Jia, tetapi dalam sekejap, gara-gara notifikasi, semua berganti horor! Jia menghembuskan napas lega setelah berjalan cukup jauh dari kafe untuk menelepon taksi.

Ia harus ke kantor polisi, segera, untuk menginformasikan sesuatu terkait notifikasi dari akun mereka.

.

.

.

.

.

Jrak!

“Mau ke mana, Nona Jia?”

.

.

.

.

.

Sial. Jia sepertinya tidak akan bisa mencapai kantor polisi. ‘Pria keren’ yang ia temui tadi menariknya dari belakang dengan kuat, membawanya ke satu celah gelap yang terlindung dari mata dan telinga orang-orang, lalu membekapnya sebelum sempat minta tolong. Ujung runcing sebilah pisau lipat tertanam sedikit di leher jenjang Jia, mengancam.

“Aku tidak suka kencanku diinterupsi,” seringai Tao—masih mempesona, tetapi jadi mengerikan karena Jia sudah tahu siapa dia, “apalagi oleh aparat.”

.

.

.

.

.

Wanted. Huang Zi Tao—for drug trafficking.

TAMAT

.

.

.

.

.

.

absurd, minimum riset and edit, dibuat satu jam sebelum masuk kuliah oleh penulis yg tangannya kejang di atas keyboard laptop. bye.

Advertisements

13 thoughts on “EXO-N #8: Dashboard Notifications

  1. wah plot twist! btw ini kali pertama banget aku baca fanfic Jia, padahal aku suka banget liat dia kalo lagi tampil. tampangnya tuh tampang-tampang cuek bodo amat tapi mah cantik x) apalagi kalo lagi jalan barengan sama Fei. argggh! keren mereka berdua itu. tapi yah karna aku ngeliatnya cuman sebatas pas mereka tampil aja atau ga dari gambar-gambar di bandara aku ngga tau personality mereka x( jadi pas baca ini serasa ada yg hilang gituu. tapi ini murni fail dari akunya hehehe (terus bayangin Jia jadi polisi. aduh she must be the gorgeous one in the office lah! hehe)
    .
    terus terus… boleh saran sedikiiiit aja gak Li? menurutku waktu eksekusi ke bawah waktu kamu reveal bahwa si Tao ini sebenernya kriminal lebih baik gausa dikasih titik-titik ke bawah yg banyak itu. gapapa dibiarin aja ceritanya, biar kesannya ngalir gitu terus pace-nya tetep. jadi bener-bener kerasa di akhir plot twistnya (tapi ini juga kerasa kok Li. aku tuh yg sampe hah? ini Tao beneran kriminal kah, terus aku baca lagi mulai dari atas hahaha). penggunaan titik-titik yg banyak tu mungkin biar lebih munculin suspense-nya ya, jadi readee lebih yg mikir: wah apa nih apa nih. tapi aku pribadi lebih suka yg biarin aja ceritanya ngalir biar reader megap-megap di akhir xD cara lain munculin suspense kalo ga pake titik-titik juga bisa pake mainan kata aja pas menuju ke klimaksnya, pas kamu mau reveal si Tao ini siapa hehe. tapi up to you lho Li, kan cuman saraan x) jangan marah ama aku ya huhu.
    .
    hih bandel mau kuliah malah nulis fanfic wkwkwk xD keep writing yaaa Li ❤

    Like

    1. halo kakak, maaf ya baru bales…
      jadi utk saran sih aku bisa menerima. emang kalo munculin suspense itu lebih bagus lewat main kata sajah tapi berhubung saya ini lagi krisis kosa kata global–sudahlah. nanti saya banyak baca lagi. makasih sarannya ya kak! XD iya aku bandel nih masih sempatnya nyuri waktu habis ideku biasanya nakal kalo ga cepet ditulis, dia ngendon terus di otak…

      Like

  2. Aha, udah ketebak! Setelah melihat cover baik-baik(?), akhirnya mengerti jalan ceritanya nggak bakal berisi dengan fluff atau semacamnya. Tapi beneran, fic- nya keren banget, demi apa xD

    Dan akhirnya, ada satu fanfic dengan pairing Tao x Jia yang membuat saya jatuh hati ><

    Like

  3. HI KAK. AH AKU UDAH BACA INI TAPI BARU SEMPET COMMENT HUFT.

    Jadi awalnya aku gak nyangka banget. Awalnya manis terus tiba-tiba dapet notif, mungkin Jianya ada pacar yang ngeliatin kali ya. Terus pas baca polisi, aku pikir di sini Jianya yang jahat dan Taonya polisi yang kayak mau nangkep Jia. Ternyata kebalik plus seram sekali, udah dapet cowok kece setipe abis kok malah dicarinya sama aparat 😦

    Aku suka bahasanya kak, simple selalu, tapi ini suspensenya tetep kerasa. Dan sama kayak kata kak fika, aku prefer yang dibiarin ngalir aja tanpa titik-titik, tapi mungkin kakak enaknya gitu jadi yaudah (gak penting amat juga LOL).

    Ah, aku suka genre crime yang dibawain kak lia pokoknya 💜

    Like

    1. sher! *tubruk peluk
      maafkan aku baru bales. eh gapapa saran kamu yg sehati dgn kak fika akan aku jadikan pertimbangan ^^
      ah tapi aku mah apa, crimeku kurang dark kalau dibandingkan cerita2 sher kan. aku akan latihan lagi lain kali hehe. makasih udah mampir ya sher! 🙂

      Like

    1. aku kak yg ngracunin tao jadi kriminal nyaahahaha
      di mataku tao gak pernah unyu soalnya, meskipun dia cengeng, takut kecoak, narsis egosentris dsb. mukanya terlalu muka penjahat menurutku :p
      makasih sdh ninggalin jejak ya kak! XD

      Liked by 1 person

  4. ………

    Aku speechless
    .
    Apa ini
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    HALO KAK LIANAA! 😀 lama banget ga baca fic disini karena tugas sekolah yang bener2 menggunung, asli aku kangen waktu luangku dimana bisa baca2 fanfic dengan bebasnya kayak dulu :”””(

    Ini plot twistnya, as always lah kak liana selalu jago plot twist, aku aja ga nangkep kalo jia itu polisi dan tao buronannya. Scene terakhir juga knp aku bayangin tao smirk-smirk super ganteng gitu yaampunn jeball aku gakuatt :((( pokoknya kusuka banget lahh! ♥ semangat terus ya kak nulisnyaa 😀

    Like

    1. iyaaaaaaa that smirk! akhirnya ada yg nyadar kegantengannya zitao ya Tuhan betapa bahagia aku.
      habis kalo di exo dia tuh cuman keliatan songong dan bocahnya *krn image magnae kali* tapi waktu habis keluar dia malah jadi keren gitu aku kan kesel ><
      makasih udah mampir ya!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s