f(4) #3: Deja Vu

amber-8-540x810

a tracklist fic of f(x) 4th album ‘4 WALLS’ by Liana D. S.

#3. Deja Vu

starring

SNSD Tiffany, f(x) Amber, and Super Junior-M Henry

genre Slice of (Marriage) Life duration Ficlet (430+ words) rating General

.

.

“Setiap aku melihat mereka, rasanya seperti deja vu.

Tiffany punya masalah dengan bayi, masalahnya si ‘masalah’ ini telanjur hadir dalam hidupnya yang sudah penuh masalah. Tidak, wanita itu bukannya terkena baby blues syndrome—karena memang bayinya tidak biru—hanya masalah adaptasi dan kurangnya bantuan mengurus putra pertama. Karena itu, ia mendatangi kawannya, Amber, yang disebut-sebut memiliki sentuhan magis, sehingga mampu membuat bayi manapun gembira. Hal itu terbukti—dan ketika ditanya bagaimana si tomboy Amber Dinosaur Lau akrab dengan semua anak (padahal belum pernah punya satu), deja vu-lah yang menjadi alasan.

“Selamat, ya. Kurasa deja vu yang sama tidak akan muncul dalam benakku. Kapan aku bisa dekat dengan Bambam kalau begitu?” dengus Tiffany yang merasa tidak terpuaskan dengan jawaban Amber. Memangnya tidak ada trik khusus untuk memenangkan hati para batita?

Amber menggaruk kepalanya sambil meringis bingung.

“Mungkin Bambam tidak suka ibunya memakai warna pink di seluruh badan.”

“Itu tidak benar! Bambam ‘kan pria romantis, dia suka warna pink! Harus suka!” Secara otomatis suara Tiffany meninggi, tatapannya mengintimidasi bayi mungil tak berdosa di pangkuan Bibi Dino. Bambam begitu kaget sampai berhenti memainkan bola karet dalam genggaman, bibirnya mencebik takut dan…

“Oek!!! (Ibu jahat!) Oek!!!”

…pecahlah tangisnya.

Sementara Tiffany tergopoh mohon ampun berkali-kali pada sang putra, Amber langsung merengkuh Bambam dekat dengannya. “Oh, Sayang, tenang, tenang… Memang ibumu itu penyihir jahat berjubah pink

“Jangan ejek aku di depannya begitu, dong; aku ‘kan sudah membayarmu cheeseburger double deluxe kemarin!”

Disuap seperti apapun, kalau mengerjai Tiffany mana cukup sekali? Amber baru saja akan mengeksekusi satu ide lelucon ketika…

“Whoa, Ambie, microwavenya mendadak terbakar!!! Harus diapakan, nih?”

“Astaga!” Kepanikan seketika melanda Amber, apalagi setelah asap mengepul dari dapurnya disertai beberapa jagung terbang. Ia serahkan Bambam kembali pada Tiffany usai berpesan ‘titip Bambam sebentar’ (Padahal memang aku ibunya, gerutu Tiffany dalam hati), kemudian melesat ke dalam. Seraya menemani Bambam bermain, Tiffany mencuri dengar pembicaraan Amber dan suami jeniusnya, Henry, yang kelamaan meninggalkan  berondong jagung instan di microwave karena ingin menciptakan ledakan berondong jagung dahsyat. Bagaimana mesin pemanas tua itu tidak berasap, coba? Tiffany cuma bisa menggeleng-geleng heran waktu Amber minta izin memperbaiki microwave dan ‘membawakan neraka pada seseorang’.

“Duh, galak amat.” Henry keluar dapur dengan benjolan seukuran granat di dahi; jangan tanya dari mana berasal. Meski mendesis-desis kesakitan, pria Toronto sipit itu berubah cerah ketika bertemu pandang dengan Tiffany dan Bambam. Serta-merta Henry menggelosor ke lantai ruang tamu, menghampiri Bambam dan menggembungkan muka lucu.

“Halo,  Bamie! Ingat aku, si Paman Snoopy? Kiss Uncle Snoop, please…”

.

.

.

Well, kalau melihat Henry yang seperti ini, Tiffany jadi mengerti apa latar belakang deja vu Amber saat melihat bayi.

TAMAT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s