D-3: Analgesics

exo-sing-for-you-chen

countdown: D-3

EXO Winter Album ‘Sing for You’

#2: Analgesics

w/ f(x) Luna (Park Sunyoung)

.

“Hanya kamu yang memelukku begitu hangat.” (EXO – December, 2014)

***

Normalnya, sepasang kekasih yang dipisah jarak dalam waktu lama akan merindukan satu sama lain, tetapi  dasar Jongdae, ia malah merindukan nasi goreng kimchi buatan sang pacar.

“Hmm, lezat sekali, benar-benar memenuhi ekspektasiku, Koki Park! Tambah, dong!”

Rasanya Sunyoung—alias Koki Park yang tadi Jongdae panggil—ingin mengemplang si pemuda yang seolah melupakan kehadirannya lantaran terlalu cinta kimchi. Bukannya Sunyoung tidak senang Jongdae menikmati masakannya, tetapi… oh, ayolah, seharusnya mereka asyik bermesraan setelah beberapa bulan tidak berjumpa! Drama-drama romantis sering menyuguhkan adegan ciuman, pelukan, atau kata-kata penuh cinta pasca berpisah; kok Jongdae tidak begitu, ya?

Apalah yang bisa kuharapkan?, batin Sunyoung saat memenuhi piring Jongdae dengan nasi, Jongdae itu bukan aktor melodrama, dia cenderung berbakat melawak. Biarlah.

Ya, biarlah. Toh Sunyoung tetap menyayangi Jongdae dan menyambut kehadirannya dengan tangan terbuka, memberi Jongdae kasih yang saat ini sudah jarang didapatkan. Orang-orang yang mengaku sahabat Jongdae, dari mana Jongdae memperoleh sesuatu yang agak mirip kasih, entah ke mana perginya. Cih, Sunyoung jijik pada manusia-manusia sial itu, yang bersekongkol melempar Jongdae ke jurang terdalam tanpa belas kasihan sedikit pun.

Tahu-tahu, Sunyoung duduk di seberang meja makan, menghadap Jongdae yang sedang menyantap nasi goreng. Si gadis bahkan tidak melepas celemek masaknya terlebih dahulu. Dorongan yang tiba-tiba untuk mengamati Jongdae memaksanya duduk diam, mencari jejak-jejak perubahan pada diri pacarnya. Beruntung, yang ia temukan adalah perubahan baik: senyum Jongdae kembali segar, nafsu makannya meningkat secara wajar, dan selera humornya yang agak konyol pun pulih.

Ini baru Jongdae yang Sunyoung kenal.

Karena beberapa bulan lalu, Jongdae begitu berantakan sampai-sampai Sunyoung sendiri merasa asing dengannya. Dalam keadaan itulah, Jongdae meninggalkan Sunyoung, mencoreng buku ingatan Sunyoung dengan tinta hitam pekat, dan saat pulang, Jongdae menghapus tinta itu bersama turunnya salju Desember.

Dia benar-benar sudah sehat… ‘kan?

“Tenanglah. Aku baik-baik, Sunyoung-ah.”

Tanpa mengalihkan pandang dari piringnya, Jongdae menjawab pertanyaan Sunyoung yang belum terungkap.

“Para dokter di pusat rehabilitasi hebat sekali. Selain itu, aku ‘kan mematuhi jadwal terapi, jadi cepat sembuh. Tidak usah cemas, aku tidak akan sakit seperti itu lagi.” ucap Jongdae sebelum menyuapkan sesendok nasi goreng yang penghabisan ke mulutnya. Sunyoung ingin percaya kata-kata Jongdae, tetapi ada ketakutan yang masih enggan hilang. Siapa mampu menjamin Jongdae sembuh selamanya? Bisa saja ‘kan dia koma lagi gara-gara ‘kambuh’ tanpa diduga? Mengenang peristiwa gelap itu membuat hati Sunyoung mencelos, terlebih ketika ia memandangi punggung Jongdae seperti ini. Si pemuda tengah mencuci piring, tidak sadar kalau sedang diamati, maka Sunyoung bebas memandanginya untuk kali kedua.

Ah, punggung itu… berapa banyak kepedihan tersembunyi di baliknya?

Dengan sangat hati-hati, Sunyoung menghampiri Jongdae dan merangkul pinggang pria itu dari belakang.

“Lain kali, kalau kamu ada masalah, apapun itu, ceritalah padaku. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mendengarkanmu, jadi jangan lagi lari ke morfin,” Kening Sunyoung menempel di punggung Jongdae, “Kamu tidak sepenuhnya sendirian, walaupun teman-temanmu kadang terlalu palsu untuk tempat bergantung. Ada aku, Jongdae, dan walaupun ini kedengarannya klise, tapi… aku janji akan selalu ada saat kau membutuhkanku. Bedanya dengan morfin, aku tidak akan merusak tubuhmu.”

Hening. Sedetik. Lima detik. Sepuluh detik. Selama sepuluh detik itu, Jongdae nyaris tidak bergerak—Sunyoung harap itu karena meregistrasi kata-kata tadi dalam otak. Baru selanjutnya, si pemuda menurunkan tangan Sunyoung dari pinggangnya dan berbalik. Ditatapnya Sunyoung penuh syukur, menyentuh si gadis teramat dalam.

“Terima kasih untuk tetap tinggal ketika yang lain berpaling dariku.”

Sunyoung mengangguk dan kembali memeluk Jongdae untuk mempertegas eksistensinya sebagai seorang pelindung, tetapi tak disangka, Jongdae mencium singkat sisi bibir Sunyoung dan meronakan pipi gadis itu.

“Sebaiknya mulai sekarang,” Jongdae tersenyum jahil, “kukulum saja bibirmu sebagai pengganti obat-obatan. Lumayan juga buat pereda nyeri. Boleh, tidak?”

TAMAT

.

.

.

aduh.

kenapa sih teaser individunya ‘Sing for You’ harus ganteng2 semua gitu

mas jongdaeeeeeeeeeee

tapi ketika aku sangat excited nungguin album ini keluar…

tumblr_mum0bkvlvk1razxieo1_500

yg lain kyknya cuman…

tumblr_mquj54dlJy1s0gve6o3_250

semoga hanya perasaanku saja *tapi tdk bisa dipungkiri exo-l tambah tipis populasinya :p

Advertisements

16 thoughts on “D-3: Analgesics

  1. setelah minseok keluar penjara entah karena apa sekarang jongdae jadi mantan pecandu.. astaga apa jadinya suho n lay…
    ditunggu D-2 n D-1 nyaaa….

    Like

  2. omoooooo </3 chen beraninya kamu mau kulum bibir mbak Luna ❤ ahhh setuju ih kak! jujur, dari 9 teaser yang keluar itu, favoritku ini ya senyumnya mas jongdae di sini! gokillll, aku baru sadar kalo jongdae itu manis buangetttt ❤
    back to the story: uh, morfin bahasannya. wkwk, jadi dulu jongdae itu 'make' toh. kasian ih kak, tapi aku rada ga percaya klo dia dulu 'make' pas baca deskripsi jongdae versi luna di atas itu. huhu. pokoknya ficlet ini asam manis manis manissss di akhirnya. sukseslah buat mood-ku naik di siang hari yang ngeselin ini hhuhuhu
    anw, semangat untuk fict-counter-nya ya kak 😀

    Like

    1. YAK XIAN TERBERKATILAH KAMU YG AKHIRNYA NYADAR KEINDAHAN MAS JONG DI SINI HAKS
      *sorry
      tapi dari 9 teaser itu anehnya justru aku malah suka mas jun sama mas kyung cobak. gilaaak mas jun itu leleh banget senyumnya bener2 senyum calon suami idaman pokoknya *apa
      ada apa dgn siangmu xian, apapun masalahmu semoga cepet selesai deh hehe ^^
      makasih ya sudah mampir!

      Liked by 1 person

      1. ahaha, i know but seriuss deh senyum inosen-nya chenchen itu mengalihkan perhatianku dari ikan paus di teaser, haha.
        siangku dipenuhi dengan hal absurd2 ceritanya kak. huhu. amin, terimakasih yaa

        Like

  3. AAAWAWAWAWAWAAA…..
    Hiatus dua minggu dari hp karena ujian akhir semester bikin aku kangen ff kakak ><

    Ff yang ini…..
    Aku udah punya idenya yang model mantan pecandu gitu,tapi belom sempet nulis. Hehe. Rupanya kita sehati.. Hakhakhak /plak/

    maaf numpuk komenan gini. :3 habisnya kalo komen satu satu juga takut nyampah :3
    keep writing kak! Ayo menjebol wb bersama! /ini apa! :3

    Like

    1. selamat datang kembali yg baru uas yaa *dan sebentar lagi rasanya giliranku yg kebanjiran ujian
      waiiii iya sepertinya kita memang sering berpikiran sama XD gapapa santai aja, numpuk komenan bukan dosa kok. makasih sdh mampir!

      Like

  4. Hai Kak Lii~ (aku boleh kan manggilnya begitu? .-.) aku awalnya mengira Jongdae itu abis ditawan sama gerombolan mafia loh, hehe .-. Maafkan dakuu.. Eh pas scrolldown kebawahnya lagi.. Ternyata Mas Jongdae kecanduan morfin.. Semangat menulis ya kak!! ^^

    Like

  5. Waah.. ini edisi countdown ya? Soalnya ada D- gitu..
    Aaah.. Jongdae yang aku tahu itu lucu kocak.. dan suka aja ama couplenya, soalnya Luna di penilaianku juga orang yang care gitu..
    Hmm.. endingnya cough.. legit.. cough… hihi..

    *emang exo-l berkurang ya? Anggap aja baru fase memilah.. mana yanh serius fans.. mana yang ‘demam’ aja.. eiit, kata-kataku ga harsh kan ya?

    Like

    1. iya kak edisi countdown hehe, soalnya sing for you bentar lagi mau rilis yeay XD
      endingnya… ahaha iya itu fanservice utk diri sendiri sebenernya hyaaa
      ga kok kak, gak harsh tapi emg kenyataan :p makasih sdh mampir ya kak!

      Like

  6. #lempar sandal ke Jongdae
    Yaak! lo sekalinya ngefluff napa jadinya bikin gregetan gtu mas Dae,,

    tbh, aq sndri ga trlalu ngikutin Exo lagi Li belakangan ini. tapi klo untuk baca ff yg ada cast exo nya msh suka, terutama punyamu. hhe.
    klo mau dibilang Exo-l sbnrnya ga jg sih, dr awal tau Exo aq fokusnya sama Chanyeol, trus lama2 nambah Xiumin dimana akhirnya jd bias tetap. krn chan tuh deket sm baekhyun, trus mrk trkenal ngerusuh, dan tingkah mrk relate sama aq dan sahabatku jadinya aq masukin jg sosok baek di awal2 dlu nulis ff. /sori malah curhat/
    jujur klo dr anak SM skrg aq fokusnya sama RV. fokus yg artinya ke seluruh member.
    ngefangirl girlgrub trnyata aman dan tak kalah menyenangkan.

    Like

    1. harus itu kak. bikos kalo ngefluffnya mas jongdae kurang greget, aku sebagai chen-biased author akan merasa bersalah :p dan ya, aku sekarang jadi banyak ngikutin girlband tapi exo n 3 cecunguk yg keluar itu juga masih diikutin hahaha. f(x) sih dari dulu ya, rv sejak be natural, dan apink sejak aku ngeship chohan :p iya bener, fangirling sama girlband lebih aman

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s