D-2: Abroad

exo-sing-for-you-suho

countdown: D-2

EXO Winter Album ‘Sing for You’

#3: Abroad

w/ Red Velvet Irene (Bae Joohyun)

.

“Setelah memutari Bumi beberapa kali, akhirnya aku bertemu denganmu lagi.” (EXO – December, 2014)

***

“Penerbanganku ditunda akibat cuaca buruk. Maaf, sepertinya Natal kali ini harus kau lewatkan sendiri lagi.”

Kirim. Joonmyun menarik napas dalam, berjuang melawan geli di dasar perutnya, tetapi sudut-sudut bibir pria bermantel kelabu itu tetap saja terangkat gembira. Langkahnya kian cepat menapaki Bandara Internasional Incheon; kendati demikian, ia telah mengatur derapnya supaya tidak terdengar tergesa. Jika ia ceroboh, seseorang yang akan ia kejutkan bisa saja menangkap presensinya sebelum rencana jahil dijalankan.

Sekali-kali melakukan hal seperti ini asyik juga, Joonmyun membatin kala menemukan kekasihnya, Joohyun, di arah jam 1. Wanita muda itu tercenung membaca pesan di ponselnya, tampak kecewa,  tetapi kemudian kembali tersenyum seraya menekan beberapa tombol di ponsel, barangkali mengetik balasan. Aih, bahkan senyum getir itu belum kehilangan pesona sedikit juga, padahal sudah berapa lama Joonmyun tidak menyaksikannya langsung?

“Tidak apa-apa, Joon. Baik-baik di sana dan selamat Natal.”

Tak seberapa lama, pesan ini masuk ponsel Joonmyun. Joohyun di seberang sana bangkit dari kursinya, samar mengusap genangan di pelupuk mata dan berjalan meninggalkan area kedatangan.

Aku jadi merasa jahat membuatnya sedih. Maaf, Joohyun, tapi wajah sedihmu yang hanya untukku itu bukankah terlalu berharga untuk dilewatkan begitu saja?

Joonmyun tahu betapa tangguh gadisnya menentang deraan rindu tak terpuaskan, apalagi tempat kerja Joonmyun yang dulu memang susah sinyal; komunikasi pelipur kangen jelas sangat jarang.  Dalam situasi yang begini menyulitkan, hebatnya Joohyun mau bertahan dengan Joonmyun: kemunculan si gadis di bandara malam itu menjadi bukti kesetiaannya. Masuk akal jika Joonmyun ingin memberi sedikit kejutan istimewa pada Joohyun. Berpura-pura batal pulang ke Korea merupakan langkah pertama dan eksekusinya lumayan berhasil.

Walaupun menipu Joohyun dengan sengaja begini ternyata agak menyakitkan Joonmyun, pertunjukan harus tetap jalan.

“Tebak siapa?”

Satu bisikan jahil menyertai kehangatan telapak tangan yang menutup mata Joohyun,  mengacaukan wanita muda itu seketika. Rasa kesal sudah dibohongi dan lega akan kepulangan Joonmyun bercampur dalam dada Joohyun, selanjutnya bermanifes bersamaan dalam satu sentilan gemas. Dahi Joonmyun merah jadinya, tetapi denyut nyeri di sana tidak sempat dipersepsi oleh saraf-saraf, kalah oleh tawanya yang dipancing pipi menggembung Joohyun.

“Tipuan yang bagus, Dokter Kim.”

“Jangan marah padaku. Toh baru sekali ini aku mengisengimu.”

“Ya, dan sebaiknya jadi yang terakhir pula. Kebohonganmu itu keterlaluan, tau. Masa kau tidak paham-paham juga kalau kepulanganmu itu isu sensitif buatku?”

“Tentu aku paham. Kau pikir akan sedatar apa pertemuan kita kalau aku menemuimu begitu saja tanpa ‘bermain-main’? Dengan begini, rasa senangmu saat menemuiku semakin besar, bukan?”

Joonmyun memang pandai berkelit. Mau tidak mau, Joohyun menerima argumen kekasihnya dan balik mengajukan pembelaan diri.

“Ingat waktu kau pertama menghubungiku dari Accra melalui video call? Aku tanya kenapa wajahmu pucat dan keringatmu membanjir, lalu kau bilang hanya sedikit flu. Tahu-tahu,  rekanmu mengabarkan bahwa kau terserang malaria. Lihat? Kau selalu keterlaluan kalau berbohong; tanpa masuk fakultas kedokteran pun aku tahu seberapa parah malaria itu. Bukan tidak mungkin kau mengatakan penerbanganmu ditunda, tetapi sebenarnya menggigil gara-gara sakit keras, jadi kekesalanku ini sesungguhnya berdasar.”

Joonmyun tersenyum lembut. Joohyun memang ajaib—mustahil menjaga perhatian terhadap seseorang yang hampir enam bulan tidak menghubungimu disebut tidak ajaib— dan pertemuan dengannya bagai takdir indah tak terelakkan. Sekarang, dengan masa tugas Joonmyun sebagai dokter relawan di Ghana sudah selesai, Joonmyun tidak akan membiarkan Joohyun lepas dari jangkaunya.

“Ah, ada taksi, tuh. Ayo kita segera na—“

“Sebentar, Joohyun-ah. Sebelum aku lupa…”

Diiringi butir-butir es halus bulan Desember, Joonmyun menyematkan satu cincin emas sederhana pada jari manis Joohyun, membuat jantung si gadis seakan melewatkan satu degup.

“…menikah denganku, ya?”

TAMAT

mas myun itu memang suami-able banget, sabaaaaar banget mukanya di sini tanpa aura kekanakan sedikitpun.

TAPI.INI.APA.APAAN

apa mereka mau pulang ke Exoplanet?

Advertisements

10 thoughts on “D-2: Abroad

  1. IYA MAS IYA AKU MAU NIKAH SAMA KAMU, KAK LIANAAAA BERHASIL BANGET BIKIN BAPER HUHUHU mana Junmyeonnya ngeselin banget pake s0k-sok-an surprise gitu terus jadi dokter HUEHUE kok aku lihatnya pantes banget ya suhohoho jadi dokter malah kayaknya lebih pantes jadi itu daripada member boyband xD
    terus terus sakit malaria aih mereka berdua sama-sama so sweet ❤ kebayang gak sih di tengah-tengah bandara gitu AAAAHHHHHH aku baper tingkat nasional x'D apalagi "sebelum aku lupa" yaela mz masa mau ngelamar aja lupa situ pikun atau apa xD
    nice fic kak gila aku masih senyum-senyum xDD daebak thor!!!

    Like

  2. Kak Lii.. Huuu, aku seketika baper kak.. Sedih banget kalau misalnya ada di posisinya Joohyun.. Meskipun akhirnya sweet sih.. .-. Oh iya kak, cerita ini sweet, tapi ‘doki!’-nya kurang berasa.. Hehe, maafkan ><

    Like

  3. eheiii, my surene-ship is sailing harder!!! ❤
    satujuuu, suho itu kalau disandingkan dengan joohyun emang suami-isti-able banget. ahahaha, entah kenapa kecuali teaser-nya chenchen aku justru ngakak sama teaser suho di sini. senyumannya keterlaluan T_T huhu

    Like

  4. Wuanjir,hayati baper ulululu 😂😂😂
    Jangankan di ff mas,kalian ngedate di real life juga saya dukung kok 😀
    *pasangbannersurene*
    Hehe xD

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s