[Random Scene] Liana’s Classics

writing

Aku menulis cerita-cerita pendek sejak SD, tetapi yang terekam di memori laptopku hanya yang ditulis dari SMA. Ketika kubaca ulang beberapa di antaranya, sering aku tertawa karena ya Tuhan, dulu aku pernah menganggap karya-karya itu masterpiece, sedangkan sekarang karya-karya itu bagiku tidak lebih dari lelucon! Apa ini termasuk tanda berlangsungnya proses maturasiku sebagai seorang penulis (dan sebagai pribadi, mungkin)? Apa ini berarti kemampuan menulisku membaik dari waktu ke waktu?

Karena tidak mau sombong, aku tidak akan menilai itu sendiri.

Aslinya, aku mengkompilasi potongan karya-karyaku begini hanya karena terserang writer’s block parah dan tidak tahu harus mengisi blog dengan apa. Kegiatan ini cukup menyenangkan (dan memalukan) juga, ternyata. Jadi, maaf kalau sekali lagi aku buang sampah ke blog. Aku tidak begitu mengharapkan review untuk ini, sih, tetapi kalau ada penilaian yang masuk, aku akan berterima kasih sekali. ^^

.

.

.

.

2011-2012, SMA, saat aku masih begitu cinta genre friendship

“Aku dan Mar pergi ke toko kostum untuk menyewa kostum yang akan digunakan untuk drama kelas,” aku memulai kisahku sambil menunjukkan kostum yang kusewa untuk membuktikan kisahku, “Mar tahu kalau jalanan kota sangat berbahaya, jadi Mar bermaksud untuk mengantarku pulang. Ternyata, di tengah jalan, Mar bertemu dengan mantan pacarnya yang jahat dan teman-teman satu geng anak perempuan itu. Anak itu Ruri namanya. Tanpa alasan yang jelas, teman-teman Ruri yang sedang mabuk menghajar Mar hingga seperti ini. Kemudian, aku memukul salah satu dari mereka dengan tasku dan itu berhasil mengalihkan perhatian mereka. Aku dan Mar akhirnya berhasil lolos dari anak-anak itu.”

[C.H.O.C.O. Lihatlah betapa tidak rapinya tulisanku. Aku bahkan mengulang dua kata yang sama dalam satu kalimat dan merasa baik-baik saja (waktu itu). Idenya juga terlalu eksplosif, tentang persahabatan yang retak dan coba disatukan kembali, tetapi kurasa aku lebih bisa menonjolkan feel waktu masih mengesampingkan tata bahasa.]

***

2011-2012, SMA, lagi suka teenlit religi berbasis Indonesia

“Yah, aku tahu, sulit jadi sahabat seorang cewek murahan semacam aku,” Emma mengangkat bahu, “makanya aku bilang, aku bakal nyiksa kamu. Tapi cewek sepertiku masih punya sedikit sisi baik, kamu tahu. Makanya, aku pakai jilbab ini untuk nunjukin kesungguhanku jadi cewek baik-baik. Aku ingin berubah jadi lebih baik, seperti Syari misalnya, dan aku serius.”

[Emma in Love. Ditulis paralel dengan C.H.O.C.O, tapi gaya bahasaku… astaga. Dulu, saat menulis dengan latar belakang budaya Indonesia, aku selalu keceplosan pakai bahasa tidak baku semacam ini.]

***

2013, FF K-Pop pertamaku yang sangat gila

“Hosh, berat sekali. Donghae-ah ppali kajja. Kenapa kau lama sekali jalannya?” Heechul tidak sabar menunggu Donghae.

Changkamanyo, ini juga sangat berat, Hyeong.” Donghae membawa satu bak penuh baju kotor dengan sekuat tenaga, menuruni tepian sungai. Hari ini, giliran Heechul dan Donghae untuk mencuci baju. Dulu, waktu di dorm, mereka sudah biasa mendapat giliran mencuci, tetapi mereka tidak mencuci dengan tangan di pinggir sungai seperti ini.

[This is (Not) Real. FF ini… ah, my biggest shame (yang sekarang dengan bangga dipajang). Hasil kolaborasi dengan sepupuku yang mengenalkanku pada K-Pop. Tebak apa cerita aslinya. Aku masih sering menggunakan kosakata Korea di sini, bahkan aku pernah pasang percakapan yang kalimatnya hasil terjemahan Google Translate. Satu kalimat panjang. Gosh.] 

***

2013-2014, seri manusia serigala yang (dulu, ingat, dulu) kuanggap cukup sukses

Seiring dengan lenyapnya kehidupan dari diri mereka, insting Han Geng dan Zhou Mi memudar. Tak ada cakar, tak ada iris merah, tak ada taring tajam, dan tak ada tubuh yang dikuasai nafsu buta. Semua berubah seperti saat mereka hampir menyentuh tangan satu sama lain. Tubuh mereka melemas dan terjatuh ke samping.

Han Geng dan Zhou Mi selalu percaya mereka akan menemukan satu sama lain sebagai manusia normal dan kembali sebagai kakak-adik. Keyakinan ini berjawab detik itu, saat mereka saling menemukan bayangan diri mereka yang sesungguhnya—tanpa embel-embel alfa—dalam iris hitam saudara mereka.

[Homo Homini Lupus 7: Alfa, Beta. Aku lagi cinta mati sama SMEnt China-line (EXO dihitung, dan waktu itu masih fangirling over Kris so hard), juga genre family, sehingga terciptalah fic ini. Parahnya, waktu menulis HHL, aku masih menulis miring flashback (yang banyak sekali), padahal baru kusadari itu sangat mengganggu. Masih belum tertarik pada romance, kecuali antara ayah-ibu.]

***

2014, berduka atas petaka sebelum ‘The Lost Planet’

“OK!” Victoria mengacungkan dua jempolnya. Kris tertawa sedikit lebih lebar. Kakak perempuannya ini—tante-tante ini—sungguh jago beraegyo, mirip Tao yang walaupun mukanya seram, tetapi punya aegyo yang melumpuhkan.

Kris berjalan menjauhi Victoria menuju dorm EXO. Besok, ada satu jadwal lagi yang harus ia jalani bersama sembilan adik dan dua kakaknya, lalu ia akan mengakhiri ‘Kris’ dalam dirinya dan menjadi Wu Fan kembali. Victoria berharap momen itu akan jadi momen perpisahan yang manis bagi Kris dan Kris mengamininya.

Biarlah. Waktu akan terus berjalan dan masa depan akan terungkap. Kris anak yang baik. Dia patut mendapatkan hal baik pula di masa depannya.

[Duizhang and His Long Shadow. Di sini aku masih dilenakan dengan paragraf panjang, yang jumlah katanya setara ficlet dan itu sangat tidak nyaman buat pembaca, aku yakin. Namun entahlah, fic friendship no romance EXO Kris dan f(x) Victoria ini banyak sekali yang suka, mungkin karena ditulisnya waktu masih hangat-hangatnya ‘berita buruk itu’, plus sudut pandang kasusnya dari orang di luar EXO, sementara fic-fic yang ditulis pada saat itu kebanyakan melibatkan magnae atau angelic leader EXO yang hatinya hancur berkeping-keping.]

 ***

2014, FF shonen-ai pertama dan terakhirku (sediakan kantung muntah)

Karena itu, benar jika Kris bilang bahwa Lu Han biang masalah. Lu Han bersahabat dengan Xiumin dan Kris sekian lama, tetapi ia melewatkan beberapa detil penting dalam hubungan persahabatan itu.

Bagaimana Xiumin memeluk pinggang Lu Han dalam perjalanan ke kampus.

Bagaimana senangnya Kris berbagi earphone dengan Lu Han, membiarkan pipi mereka hampir menempel.

Bagaimana senyum Xiumin setelah berhasil menghirup aroma tubuh Lu Han saat Lu Han berpakaian di sampingnya.

Bagaimana Kris mencium pipi Lu Han ketika Lu Han menumpang tidur di kamarnya.

Bagaimana Xiumin dan Kris berdebar karena Lu Han memeluk mereka segera setelah mereka masuk halaman gedung resepsi.

Persahabatan ini menjadi sesuatu yang salah karena menumbuhkan rasa yang tidak seharusnya.

[Three Seconds Rule. Percayakah kalian bahwa fic ini pernah mendapat spot Movie of The Week di IFK, padahal aku seorang freelance, dengan jumlah review sebanyak 40 lebih tanpa menghitung balasan dariku?! Belum tertarik dengan genre romance, tapi K.Will – Please Don’t menumbuhkan rasa yang tidak seharusnya. First attempt on twist, kurasa lumayan berhasil, tetapi setelah dibaca ulang ternyata masih boros deskripsi. Dan lihat potongan di atas: satu paragraf isinya cuma satu kalimat, boros space!]

***

2015, awal terperosok pada pesona EXO-M (justru sehabis mereka bubar), no turn back, dan karena mereka juga aku terseret ke genre paling mainstream di dunia

“Aku takut… Aku takut, Xiumin-ssi…”

Bahu gadis dalam dekapan Xiumin terguncang-guncang oleh isak. Xiumin mengenyahkan bulir-bulir bening dari pipi Yoojung, tak menyangka akan menemukan pengunjung serapuh ini. Kira-kira apa, atau siapa, yang tega mengoyak Yoojung? Apapun itu pastilah sangat kejam dan dingin hingga jantung Yoojung pecah berserakan dalam dadanya, beberapa potong bahkan beku.

Perlahan, Xiumin membopong Yoojung dan membuka kunci bilik hati gadis kecil itu. Berdua, mereka masuk kamar sempit yang berantakan tersebut.

[Cryophilism. Cukup mengejutkan mengetahui fic ini masih sering dibaca dan dikomen jauh setelah tanggal posnya, padahal surrealismenya masih parah dan sangat membingungkan.]

***

2015, dan Chen menghancurkan segalanya

“Kita akan bertemu lagi, Li Yin,” Chen menatap Li Yin lurus-lurus, “Besok malam, menyanyilah di pantai ini. Bimbing aku dengan suaramu. Kalau kau mendengarku membalasmu, maka tunggu aku karena aku sedang dalam perjalanan menujumu.”

Li Yin mengangguk. “Ide yang bagus. Besok akan kunyanyikan sebuah lagu khusus untukmu, bukan lagi senandung tentang rindu yang perih itu. Jadi, kau harus datang.”

“Aku memiliki lagu sendiri darimu? Aku merasa sangat terhormat,” Chen mendaratkan satu lagi ciuman, kali ini di kening Li Yin, “Akan kutunggu nyanyian itu besok. Sampai jumpa.”

[Meteor Shower. Aku tidak ingat kapan pertama terjerat oleh si kucing satu ini, tetapi yang jelas, fic inilah yang benar-benar mengawali perjalananku menulis romantic Chen. Kelemahannya banyak, yang paling menonjol adalah fangirling side. Maksudku, semua adegan skinship itu ditulis bukan tanpa alasan. Yang jadi kelemahanku sampai sekarang saat menulis romance kurasa masih sama: too much skinship. Atau tidak? Karena jujur, tanpa skinship, romanceku garing. Menyedihkan, padahal di luar sana, penulis romance bisa bertahan tanpa adegan-adegan ‘mendebarkan’.]

***

Kira-kira, kelemahan-kelemahan yang kusebut di atas, masih kental tidak, ya? Kuharap di tulisan-tulisanku berikutnya, kelemahan-kelemahan ini tidak muncul lagi! XD

Terima kasih sudah membaca potongan-potongan nista ini dan maaf sudah spamming.

TAMAT

Advertisements

11 thoughts on “[Random Scene] Liana’s Classics

  1. three seconds rule itu ff pertama yg aku baca sebelum akhirnya menjelajah ke AO3, IFK n wp ini..

    dan HHL itu ff yg keren banget ceritanya, familynya, frendshipnya, juga romancenya. tapi akhirnya sedih karena keluarga n sahabat harus terpisah gara2 alfa beta dsb.

    aku mah orgnya baper makanya seneng kalo baca cerita yg kejadiannya beneran sedang berlangsung apalagi ttg friendship atau family

    tapi makin kesini cerita kamu makin beragam untuk yg romance bikin yg baca diabetes saking manisnya.
    untuk yg angst bikin yg baca nangis bombay. dan untuk yg surrealism bikin yg baca bingung n nebak sendiri penggambaran ceritanya..hehe
    tp overall penyampaian ff kamu bisa diterima sama pembaca
    makanya aku ga bosen2 mampir ke wp ini

    pokoknya tetep semangat nulis dan semoga WBnya cepet ilang
    (masih tetep nunggu my dear family series)
    *maaf ini spam banget*
    **maaf juga udah jarang komen**
    ^-^

    Liked by 1 person

  2. sejujurnya kak, cerita kakak semua bagus, nyampe heran gimana bisa dapet ide kayak cerita kakak itu.

    pertama kali baca cerita kakak yang di AO3 aku seneng banget
    series HHL keren banget sumpah, dan makin kesini aku makin cinta sama kakak karena cerita yang ditulis makin beragam dan menarik.

    waktu kakak ngilang dari peredaran AO3 aku panik, bingung harus nyari kakak di mana, sampe aku harus search di gugel, wkwkwk. maniak ff banget sumpah aku waktu itu.

    tetep semangat ya kak. semoga selalu dimudahkan~!!
    (aku juga masih menunggu series dear my family)
    *ciumjauh bye kaaak~ :*

    #inikomensksdbanget

    Liked by 1 person

  3. Liaaaaa tulung itu tulisan jelek dari mananyaaaaa~ kalau yang awal namanya juga nulis awal ya, kan masih mencoba-coba, masih memulai >< duh tulisanku jaman dulu jauh lebih alay jauh lebih gajelas li, astaga ;_; tapi yang yoojung xiumin aku gak setuju kalau kamu bilang surealismenya parah, aku suka banget ficmu yang ituuu :"""""

    regards, your fans

    Liked by 1 person

    1. hah ya Tuhan kak yg jaman SMA itu liat lagi deh kata gak bakunya parah bgt DX eh btw yg lgsg dinotice kakak adalah cerita xiumin-yoojung dan kakak mengerti itu, aku jadi terharu TT makasih banyak sdh mampir ke kompilasi fic-semi-rant ini ya kak!

      Liked by 1 person

      1. Kata gak bakunya parah tapi habis itu kan makin kece makin kece li XD

        ITU FAVORIT AKU BANGET >< selain mungkin karena aku punya ketertarikan tersendiri sama genre surealisme kali ya, pokoknya semangat nulis lagi li~

        Like

  4. Jadi aku buka email dan ada news feed gitu kan ya terus pas liat post yg ini penasaran juga dan waktu buka … LILI I KNOW YOUR FEELIIIING!!! Haha
    Aku juga kalo baca tulisanku yg dulu, bawaannya istigfar tiap selesai baca satu paragraf.. Wkwk
    Bedanya, tulisan lili sudah rapi dr dulu. Kalo aku … HAHAHA ketawa aja ah..
    Tapi sebenernya, li, ada semacam kesepakatan ngga tertulis, kalo dalam literatur itu segala bentuk penulisan diperbolehkan, yg melanggar aturan berbahasa sekalipun, dengan tujuan keindahan. Soalnya, penulis besar perancis victor hugo aja pernah nulis satu kalimat sepanjang 1 halaman lebih. Satu kalimat ituuu teh :”””
    Ya udahh eneng cuma ikut curhat aja. Haha

    Liked by 1 person

    1. wah kakak, victor hugo mah siapa saya ga paham. tapi seriusan itu kalimat sehalaman, aku nulis kalimat panjangnya dua baris word aja udh merasa bersalah :p sesungguhnya komen ini cukup membangkitkan semangat krn iya sih, tdk ada cerita yg flawless hahah. curhat diterima kak, i know what u feel *ceileh
      makasih udah mampir ka mei!

      Like

      1. Kalo Lili tau cerita Quasimodo si bungkuk buruk rupa dari Notre Dame de Paris, Victor Hugo pengarangnya.. Hehe
        Dan please, li … aku dipanggil ‘kakak’ sama km itu rasanya jd 300 taun lebih tua hahaha

        Liked by 1 person

  5. HAH KAK. BENTAR. Aku ngerasa kayak kakak (menurutku dari notesnya), dulu sma smp nulis mayan lah, terus kenal sama kpop LAH KOK FF PERTAMAKU MALAH YANG PALING ANCUR YA. MALU NGINGETNYA. Kakak masih mending sih udah tau eyd pas nulis ff lah aku LOL.

    Terus yang shonen ai kayaknya pernah disuruh temenku, terus aku baca, terus endingnya ngeblank gitu akunya, soalnya gak suka yang macem-macem yaoi :((

    Dan yang too much skinship gak too much kalo menurutku kak, soalnya kan emang bangun romance itu tergantung penulisnya, kalo emang nyaman sama skinship ya biarkan saja hehehe. Belom ada yang bisa direview dari tulisan kakak dari aku sih, aku penasaran kalo kakak bikin surreal yang non romance or friendship X)

    Like

    1. hahai sher akhirnya aku mengerti kamu tidak pernah komen lagi XD ya sudah tak apa. aku pun blm siap pindah ke genre lain so yah. aku akan berjuang lagi–dan tepat setelah kamu komen ini entah knp ada ide friendship yg masuk. man aku ini memang manusia yg kaya ide tapi ga bisa nulisnya:p anyway sher makasih udah mampir ya! XD

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s