EXO-N #15: Pierced and Burnt

cats

by Liana D. S.

with Apink Hayoung and EXO Sehun

duration Ficlet (<500 words) | genre Romance, Fantasy | rating Teen and Up

.

.

“Bahkan setelah dunia berakhir, aku akan mengiringimu dari belakang, jadi kumohon jangan lepas dari pandangku.” (EXO – Don’t Go)

***

Selama 100 tahun belakangan, Hayoung percaya centaur merupakan makhluk tersempurna di dunia, dengan otak manusia yang cerdas, keahlian memanah, dan empat kaki kokoh nan cepat. Kepercayaan ini suatu hari terpatahkan, ketika ia menyembuhkan seorang dari kaum centaur yang gagal menghindari tembakan para manusia serakah. Penjajah-penjajah hutan itu, tentu saja, sudah mendapat balasan setimpal dari sekelompok centaur lain…

…tetapi Sehun, ‘adik bungsu’ para manusia kuda, terlanjur terluka.

“Bodoh! Kenapa kamu tidak panggil bala bantuan dulu? Sekuat apapun kamu, kalau melawan sepuluh orang sekaligus jelas kalah, ‘kan?” omel Hayoung seraya memusatkan seluruh tenaga pemulihnya ke dada Sehun yang dilubangi tiga peluru. Luka-luka itu berangsur menutup, melegakan Hayoung, tetapi bulir-bulir bening masih terus menuruni pipinya. Demi pohon willow yang agung, kengerian yang ditimbulkan letupan senjata-senjata laras panjang tadi masih enggan pergi. Timah panas terlontar, bau mesiu terbakar memenuhi udara, darah Sehun terpercik ke mana-mana…

Manusia sungguh makhluk yang keji!, batin Hayoung, dengan kasar mengusap air matanya, namun tangannya diturunkan Sehun kemudian.   

“Berhenti menangis. Kakak-kakakku telah mengusir mereka, tak usah takut. Lagipula, aku baik-baik saja.”

“Apanya yang baik-baik saja?! Kau lihat tanganku sampai merah begini gara-gara darahmu? Bisa tidak sih kau lebih berhati-hati? Aku—“

“Tidak bisa,” sahut Sehun, “Tidak akan bisa. Kalau dryad kesayanganku dan teman-teman pohonnya terancam dimusnahkan, aku pasti akan tetap maju, meski musuhku puluhan dan aku hanya sendiri.”

Ah.

Sehun ternyata masih centaur yang cerdas dan kuat, tetapi logikanya sementara terkesampingkan oleh bahaya yang mendatangi Hayoung. Bagaimana mungkin Sehun diam jika tubuh bawah sang dewi pohon sudah separuh hangus akibat serangan manusia yang ingin membuka lahan? Sama seperti Hayoung yang marah menyaksikan Sehun ditembak, Sehun pun marah karena Hayoung hendak dilenyapkan begitu saja seolah tidak bernyawa. Tindakan Sehun, jelas, bukan suatu bentuk kebodohan, melainkan bukti betapa bernilainya hidup Hayoung baginya.

“Tapi tadi itu… kau benar-benar bisa mati, tau,” isak Hayoung lirih, lengannya—yang terliliti sulur-sulur hijau—melingkari punggung Sehun begitu lembut, “Sungguh, daripada kehilangan nyawaku sendiri, aku lebih takut kehilanganmu.”

Getar dalam suara Hayoung menyampaikan berupa-rupa perasaan—kecemasan, kesedihan, rasa bersalah, keharuan—yang berhasil membungkam Sehun. Intensitas emosi Hayoung menenggelamkannya cukup jauh, menyeretnya dalam pusaran hangat kasih, padahal biasanya, makhluk-makhluk seperti Sehun tidak terlalu peka pada hal-hal di luar peperangan melawan manusia. Selain itu, Sehun tahu ia jatuh cinta pada Hayoung, tetapi tidak pernah merasakan cinta itu menerpanya sedemikian hebat.

Seakan menjaga Hayoung agar tidak hancur, untuk pertama kalinya, Sehun mengamankan sang dryad dalam sebuah dekapan. Tak sepatah kata pun ditukar; Sehun membiarkan Hayoung memaknai kesunyian di antara mereka dengan caranya sendiri.

Sementara itu, Hayoung membaca pesan yang termuat dalam pelukan sang kekasih—dan menggumamkan ‘terima kasih’ yang amat tulus setelahnya.

***

Aku di sini, Hayoung, tidak akan meninggalkanmu karena kau adalah segalaku.

***

TAMAT

.

.

.

drama is not my style, tapi ide ini yg muncul dalam benakku sehingga terpaksalah dibikin fic supaya lepas dari webe. dan sekalinya mengembalikan sehun ke peradaban lha kok dia jadi setengah kuda. ampuni saya. tapi jujur ya di sini adek sehun agak ooc, maksudku dia ga playful-childish kyk seharusnya, melainkan agak2 oppa-like/? dan aku sendiri kok lebih suka sifatnya yg kyk gini ya? kyk… keren aja gitu. *hebat kan aku bilang adek sehun keren.

and here’s a bonus!

tumblr_mpen7pdwz01sxuzhwo1_500

Advertisements

14 thoughts on “EXO-N #15: Pierced and Burnt

  1. Halo kakak!!!
    Semoga komentar aku kali ini ga kepotong ya TT
    Hah, entah mengapa kayanya aku suka banget sama genre romance sampe-sampe fict kakak yang satu ini bikin aku langsung teriak-teriak ga jelas selama baca. Romancenya kerasa banget kak. Huhuhu oh sehun kenapa ooc-nya kakak buat jadi oppa-oppa tampan yang siap melindungiku /alah/ngarang/ kan aku jadi merasa kaya oh hayoung di sini huhuhu /ngimpi/
    Diksi kak liana selalu bagus, bikin aku bisa membayangkan sosok kedua cast dengan gamblang sesuai dengan posternya. >< Hihihi
    Keep writing ya kak liana! 🙂

    Like

    1. ga kepotong airly yay! XD kepotong itu gara2 tanda kurung yg lancip itu kali.
      anyway, aku seneng ini dinilai cukup sukses olehmu krn ya kamu taulah hatiku udh diseret2 mas jongdae shingga susah membuat romance sungguhan buat member lain. :p makasih udah mampir ya airly!

      Liked by 1 person

  2. Kalo ke blog kak liana tuh kayak masuk dunia lain gitu (?), biasanya ada fantasy atau yang surreal surreal, jadi kayak suasana baru :”)

    Terus romancenya mereka kerasa banget, bitter/sweet bacanya, dan diksinya kak liana 👍👍👍

    Like

  3. Hai kakak Liana!!!
    huhuhu kakaaak T^T, meski Sehun jadi setengah kuda, ya ampun dia malah jadi tambah keren, gara-gara penjabaran kak Liana yang kece banget ini. X’)
    Kak, jujur ya, aku sebenernya bingung ini mau komen apa…
    Intinya aku suka banget kak, apa lagi ini fantasynya kerasa banget, apa lagi apa lagi ada Sehunnya hehehe /plak/? Tapi emang bener kok, aku suka banget cerita fantasy.
    Kakak penulis novel jugakah? Aku penasaran, karena pengalaman kakak sudah banyak sekali pasti. Maaf kakak kalau misalnya komentar-komentarku suka gak jelas, atau menyinggung kakak, /semoga saja tidak/T-T, maklumi ya kak, ilmu menulisku ini masih cetek. Aku mau belajar dari kakak, jika kakak berkenan. 🙂
    Keep writing! :))

    Like

    1. si sehun ini pasti bias keduanya berly hyaha. dari dulu tuh entah kenapa aku selalu nulis sehun jadi anak2 gitu tapi masalahnya dia tambah dewasa dan ga bisa terus dilekati image gitu. tapiiii ntah knp aku masih berasa dia ga bisa gede *apanya *soalnya klo liat sehun itu bawaannya berasa noona *padahal tuaan dia :p
      aku blm jadi penulis novel sih tapi ngarep banget hehe, eh komenmu mah menyinggung dari bagian mananya berly sante sante XD keep writing juga!

      Like

      1. Iyaaa hehe XD
        Emang susah sih kak, image Sehun itu selalu jadi magnae imut, karena kecadelannya mungkin(?)/lah?/
        Ayo kak kirim naskah ke penerbit wkwkw XD kutunggu novel kakak!

        Like

  4. aku gak tau mau ngomong apa kak tapi DESKRIPSINYA DAPET BANGET, padahal menurutku susah banget loh deskripsiin sesuatu yang cuman ada di imajinasi ;___; kak Liana josss deh!!! btw hehehe aku kok malah pengen ngakak tiap bayangin sehun jadi setengah kuda wkwkwkw x’D
    oke maafkan komentarku yang sangat tidak bermutu ini ya kak ;_; babayyy

    Liked by 1 person

    1. lah iya, oh sehun kalo dijadiin makhluk fantasi paling pol jadi vampir bukan setengah kuda hahai XD gapapa komen itu ga ada yg ga bermutu kok huahuaaa. lagi krisis review juga kan, habis tulisanku mutunya ga bagus2 hiks.
      anyway makasih sdh baca!

      Like

  5. Aihh ini manis sekali kak. Betapa perjuangan sehun buat ngelindungi hayoung sampe hampir mati itu… juara hihi.

    Kak liana mesti bisa aja bikin tokoh jadi berbagai macam makhluk. Gamonoton, vampir wolf apalah. Imajinatif sekali hihi.

    Keep writing kak! 😄

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s