[Random Scene] Girls Night Out

[Chorong – Hani friendship, beware of crackness]

***

Menarik bagaimana beberapa manusia malah mendekati sesuatu yang berlawanan dengan diri mereka. Park Chorong dan Ahn Hani misalnya; belakangan mereka baru sadar bahwa perbedaan dapat menjadi magnet yang lebih kuat antara dua orang, lawan jenis maupun bukan. Dibesarkan dalam lingkungan disiplin ketat Keluarga Park, Chorong awalnya melihat Hani yang serampangan sebagai ancaman terhadap ketertiban rumah kos mereka. Sebaliknya, Hani mendudukkan Chorong pada posisi terakhir dari daftar ‘orang yang ingin kujadikan sahabat di kos’.  Mana bisa ia nyambung dengan gadis super teratur macam ‘si Park tukang ngomel itu’?

Lucunya, meski dalam beberapa kesempatan bertengkar hebat, pada saat-saat yang lain mereka bisa kompak sekali. Misalnya, mereka pernah bekerja sama untuk menyelamatkan Luna, adik Chorong yang juga satu kos dengan mereka, saat hampir diserang pemuda-pemuda usil sepulang belanja. Chorong menendang satu pemuda tepat di selangkangan sampai si pemuda terjengkang (waktu itu Chorong pakai rok, padahal; jangan main-main dengan atlet hapkido berwajah imut ini), sementara Hani—yang biasa menerjunkan diri setiap ada tawuran pelajar SMA dulu—menyikut pemuda lain sampai si pemuda mimisan.  Hari lain, tanpa kesepakatan yang dibuat sebelumnya, mereka sama-sama jadi monster rakus pelahap ayam wijen buatan Fei, ‘kakak’ tertua di rumah kos merangkap ‘koki kepala’, sampai-sampai penghuni kos lain tidak kebagian. Dari situ diketahui bahwa bukan cuma si preman Hani yang punya nafsu makan besar. Pernah juga mereka berdua ditugaskan mengamankan rumah kos oleh Fei yang hari itu ada pekerjaan di luar—dan ketika pulang, Fei sudah menemukan kekasihnya diinterogasi oleh dua perempuan garang lantaran membawa paket mencurigakan. Aslinya, itu kejutan ulang tahun untuk Fei, sayangnya sang pacar kurang perhitungan sehingga harus berhadapan dengan pengawal-pengawal cantik rumah kos.

Malam ini termasuk satu dari sekian hari ajaib di mana Chorong dan Hani berduaan tanpa saling melempar api konflik. Bersama mereka menikmati jernihnya permukaan Sungai Han, saling diam pada beberapa menit pertama.

Hani kemudian angkat bicara.

“Lu Han jadi menetap di Beijing?”

Chorong menggeleng, sambil lalu menghapus air matanya. “Tiga tahun saja, dia bilang. Kantornya mengadakan perluasan wilayah bisnis dan dia yang orang Cina asli langsung diutus ke sana.”

“Oh,” Jeda panjang; tumben sekali Hani berusaha menata kata-katanya saat bicara dengan Chorong, “setidaknya Lu Han tidak pergi selamanya. Tidak usah menangis.”

Hani mengutuk dirinya sendiri akibat tiga kata terakhir yang dia ucapkan. Tentu saja, tiga kata itu memancing reaksi yang tidak ia inginkan dari Chorong. Dingin tapi tegas, Chorong menskak gadis yang mengenakan sweater biru dan celana jeans ketat di sebelahnya.

“Balikkan kata-kata itu pada dirimu sendiri. Xiumin cuma pergi dua tahun untuk wajib militer, jadi tidak usah menangis, Nona Ahn. Kau bisa mengunjunginya beberapa bulan sekali.”

Menolak kalah, Hani membalas serangan Chorong.

“Xiumin akan ditugaskan di base terluar Korea Selatan yang perizinan kunjungannya sangat susah, Park, sedangkan kau? Mondar-mandir Beijing-Seoul ‘kan bisa. Webcam pun masih dapat menghubungkan kalian.”

“Setidaknya kau lebih aman dari risiko putus; di base, petugas wanita pasti sangat jarang.”

“Tapi kalau kangennya ‘kan sama saja!”

Tunggu, tunggu. Chorong menghela napas dalam, sadar bahwa mereka jalan-jalan berdua saat ini untuk berbagi beban, bukan untuk (sekali lagi) berkonflik. Terbiasa mengalah pada adiknya, Chorong tak kesulitan mengalah pada Hani, melenyapkan ketegangan nyaris seketika.

“Duh, sudah, deh. Kita berdua sama-sama menyedihkan gara-gara ditinggal dua cecunguk itu, tidak usah bertengkar.”

Hani tersedak.

“Kau bilang apa tadi? Aku suka sekali, ulangi.”

“Ce-cu-nguk,” Chorong menekankan setiap suku kata, “Dua laki-laki sialan yang mengacaukan kita itu pantas disebut demikian.”

“Wow, tak kusangka orang sepertimu bisa berkata kasar juga. Kau jelas sangat kesal sekarang,” Hani tertawa sengau, “Tapi benar, mereka cuma makhluk payah yang tidak patut mendapatkan air mata kita, bukan?”

Chorong mengangguk mantap, meski ia tahu dalam hatinya dan Hani, Lu Han dan Xiumin menempati tahta tak terganti. Lu Han, bagi Chorong, masihlah pemuda malas yang hobi tidur sampai siang di hari libur, tidak akan menyentuh cucian kotor sampai ada yang menegur, tetapi di sanalah Chorong dapat berfungsi sebagai pelengkap, mendorong Lu Han berintrospeksi supaya jadi lebih baik. Sementara Xiumin, bagi Hani, tetaplah ‘si gembul cerewet’ yang dengan sukarela menjadi alarm pagi anti molor, menceramahi gadisnya tentang kebersihan dan kerapian sampai Hani kadang jengkel, tetapi tanpa itu semua, hari Hani pasti tak akan sempurna.

Walaupun begitu, dengan amat pengertian, baik Chorong maupun Hani tidak saling mencoba mengungkit rahasia kecil mengenai makna seorang kekasih dalam hidup mereka masing-masing.

“Nah, sudah selesai ‘kan, mellow-mellownya?” Chorong menggamit tangan Hani, “Temani aku beli bahan makanan. Dan oh ya, sambil jalan, rencanakanlah bagaimana mencuri cadangan sojunya Kak Fei di rak atas untuk pesta kita.”

Senyum miring tercetak di wajah Hani yang sembab. Ia selalu suka ide tentang pesta kendati pelaksana utamanya adalah rival sejatinya. Malam ini, dua gadis wajib bersenang-senang untuk menyembuhkan patah hati—dan bahkan larangan mengambil stok soju tanpa izin tidak menghentikan mereka.

“Aku langsung menemukan caranya begitu kau perintahkan. Masak saja yang enak buat kita nanti.”

***

TAMAT

(anggaplah di Korea ada kos2an)

when you ship some EXOxIdol couples so hard you start falling for the girls also -.-

friendship pertamaku stlh lama pergi dari genre tersebut, tidak kusangka, bercast Cho-Hani hahaha. ga tau sih. sejak masang2in EXO-M sama beberapa idol, aku mulai ngefans juga sama cewek-cewek yg kupairingin sama mereka, dan dua orang ini punya kepribadian yg menurutku matching. lagian pacarnya juga sahabatan (tunjuk XiuHan)

dan ya. XiuHani. padahal mas minseok udah main drama sama mbak kim saeun tapi ttp aku ga bisa misahin Hani dari mas ini gimana dong.

Advertisements

4 thoughts on “[Random Scene] Girls Night Out

  1. pengakuan dosa dulu ya kak sebenernya aku baca ini kemaren lewat hp, jadi ga sempet komen ;__: (digebukin)
    TAPI INI UCUL BANGET, kayak punya musuh yang beuh tiap liat rasanya kayak pengen nampar lah tapi patah hatinya barengan ;_; dan entah kenapa aku suka banget bagian yang melibatkan kos-kosan jadi kerasa lebih nyata aja gitu xD
    lima jempol buat dikau kak! x3

    Liked by 1 person

  2. /garuk tembok/
    liiiii,, ini seru, lucu, keren, baguslah pokoknya,,
    crackpair friendship,, hahay

    dan apa pula itu mas xiu sama mbak hani msh eksis aja,,
    sama aku jg masih ga rela mb.hani sama mas umin pisah.

    okai, kayaknya seru juga tuh ngadain double date chohan & xiuhani

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s