EXO-N #22: Pitch Black Spring

demeter

a Greek Mythology fanfiction

Demeter

Family, Romance, Sad, Mature for implied sexual contents

.

“Aku bersumpah akan merasa puas dengan kesendirian, tetapi ketika pertama kali melihatmu, seketika kau menjadi segalaku.” (Paramore – The Only Exception x EXO – My Answer)

***

Setangkai bunga sewarna arang tumbuh di luar jendela istana para dewa Olympus.

Meski kehadirannya begitu mencolok, baru malam itu Demeter, sang dewi kesuburan, menyadari keberadaan si bunga unik. Ia petik bunga tersebut dan meletakkannya dalam vas penghias kamar, sempat heran mengapa si bunga misterius mekar lagi di musim semi yang biasa macam sekarang. Setelah merenung agak lama, barulah ia memahami apa yang membuat bunga itu mampu hidup di antara sekian banyak lili bermahkota cerah; bunga yang sama pernah tumbuh pada satu pesisir kenangan dalam benak Demeter, beberapa tahun lalu.

Waktu itu, selepas Perang Titanomachia, wilayah kekuasaan untuk tiga pangeran Olympus—Zeus, Poseidon, dan Hades—baru saja dibagi. Sebagai raja baru lautan, Poseidon memiliki istana lain jauh di bawah permukaan air. Karena itu, ia harus turun dari istana utama di Gunung Olympus dan berpisah dengan saudara-saudaranya yang tinggal. Demeter menangis tersedu, merasa berat kehilangan Poseidon biarpun sementara…

…sebab di matanya, Poseidon berstatus lebih dari sekadar adik laki-laki.

Selepas upacara pelantikan yang resmi, mau tak mau Demeter kembali mengawasi kebun dan ladang di Bumi sesuai tugasnya, tetapi seorang nymph pelayannya memberitahu bahwa kereta Poseidon masih belum berangkat. Dengan seikat bunga di tangan dan wajah cerah, Demeter meminta dibawa ke tempat Poseidon, yang ternyata masih berduaan dengan Hestia disaksikan ombak dan pasir pantai. Demeter tidak heran. Hestia adalah kakak tertua yang amat disayang adik-adiknya; Poseidon pasti sulit juga berpisah dengannya.

Sayang, Hestia di mata Poseidon rupanya sama seperti Poseidon di mata Demeter.

Seikat bunga yang Demeter bawa untuk hadiah perpisahan kecil Poseidon jatuh ke atas pasir pantai ketika Poseidon dan Hestia bertukar kecupan, singkat tapi begitu sarat rasa. Demeter tidak menunaikan niatnya menghampiri Poseidon dan memerintahkan para nymph pendampingnya untuk kembali ke ladang gandum. Tidak sedikit pun Demeter menoleh ke belakang, tidak juga ia melambatkan langkah karena ada air mata yang mesti ia tutupi dari para nymph.

Lili-lili di atas pasir layu sangat cepat—dan setangkai bunga hitam tumbuh menggantikannya.

Bunga itu adalah lambang kepedihan Demeter.

Seakan mampu merasakan gejolak perasaan ibunya, bayi Demeter yang semula tertidur pulas dalam buaian terbangun dan mulai menangis. Bangkit dengan lembut supaya tidak mengusutkan chitonnya, sang dewi lalu berjalan menuju buaian dan menimang bayi mungilnya yang cantik.

“Ssh… ssh… Sayang, Ibu di sini.”

Senyum tulus dan tepukan-tepukan halus dari Demeter berangsur menenangkan si bayi. Mata beningnya mengerjap-ngerjap tanpa dosa, berkilau indah menerangi segala sudut jiwa ibunya. Sejenak Demeter lupa sedang berduka; dibelainya pipi sang putri penuh kasih, menenggelamkan diri dalam hangatnya ikatan ibu dan anak. Genggaman mungil si bayi bergerak-gerak mengiringi ocehan yang tak Demeter mengerti penuh, tetapi ketika Demeter iseng menggelitiki perut anaknya, si bayi tertawa.

Tawa itu terang-benderang, menyeret Demeter pada satu memori di mana senyum yang sama  cerah bersemayam. Bunga hitam dalam vas semakin pekat warnanya—dan Demeter mengecup puncak hidung sang putri untuk menyamarkan genangan pada kelopak matanya.

Tak tersangkalkan lagi, tawa polos putri Demeter tetap terperciki setitik-dua titik cahaya dari ayahnya.

Zeus.

Ah, betapa kejam. Ketika Demeter sedang belajar membenci Zeus, sang raja langit malah menanamkan sepotong sosoknya pada gadis cilik kesayangan Demeter, meruntuhkan tiap bagian benteng dendam yang sudah susah-payah dibangun. Terputar lagi rekaman kisah cinta rumit yang melibatkan saudara-saudara Demeter, mulai dari dirinya yang mencintai Poseidon, Poseidon yang mencintai Hestia, Hera yang mencintai Zeus, dan Zeus yang mencintai Hera di depan tapi merengkuh wanita-wanita lain di belakang.

Demeter termasuk dalam ‘wanita-wanita lain’ itu.

Tak terlintas sebelumnya dalam benak Demeter untuk mencari pengganti Poseidon, sekalipun pasca kepindahan sang dewa perairan ke istana barunya, Demeter dikejar-kejar oleh adiknya yang lain, Zeus. Mengetahui bahwa Zeus telah beristri, sebisa mungkin Demeter menghindar dan berpaling, mengabaikan segala upaya Zeus yang sesungguhnya berhasil mengusik satu sisi hatinya. Bagaimana tidak? Bohong kalau dibilang Demeter tidak pernah mengacuhkan Zeus. Sejak pertama diselamatkan Zeus dari keganasan ayah mereka, Demeter jatuh walau tidak terlalu keras, setidaknya kalah keras dari jatuhnya Hera, adik perempuannya. Pernikahan Zeus dan Hera pun meninggalkan kesan terdalam… Ada gejolak asa yang menyala dalam tatapan mereka ketika sama-sama menduduki tahta tertinggi Olympus dan Demeter turut senang karena itu. Memang kesetiaan Hera tidak terlalu cocok dengan jiwa petualang Zeus, tetapi justru konfliklah yang menyulut api asmara antara mereka setelah disudahi. Demeter memahami hal ini karena ia sering dijadikan tempat Hera menumpahkan keluh-kesah, lebih kerap dibanding Hestia.

Bayangkan bagaimana terguncangnya Hera ketika mengetahui kakaknya berkhianat.

Keangkuhan dan ambisi Zeus tak berbatas bagai langit yang ia kuasai. Apa yang ia inginkan, ia dapatkan. Prinsip itu diterapkannya pada ‘penaklukan’ Hera—dan ia ulang lagi pada kasus Demeter. Malam seakan abadi ketika ia menyibak lapis demi lapis pertahanan Demeter dan menggenggam jiwa Demeter sedemikian erat hingga terasa sakit. Sang dewi terisak, memohon-mohon agar Zeus berhenti, tetapi harga diri Zeus terlanjur dilukai oleh penolakan demi penolakan Demeter.

Hera. Hera. Maafkan aku…

Kebekuan dini hari leleh oleh panasnya hasrat. Mata bertemu mata, bibir bertemu bibir, kulit bertemu kulit. Samar Demeter rasai tangis mengaliri pipi. Takut, kesakitan, rasa bersalah menyesaki dadanya, namun tak dapat dipungkiri, ada sepersekian bagian dirinya yang merasa nyaman berada dalam kurungan tubuh Zeus. Mengapa merindukan Poseidon jika Zeus ada? Mengapa memikirkan Hera jika detik ini, Zeus hanya menghendaki dirinya? Toh biar sedikit, ada cinta dalam gerakan-gerakan kuat Zeus yang kental akan amarah.

“Jika kau tak mampu melupakan Poseidon, Demeter, akulah yang akan menyingkirkannya dari sejarahmu… dan menukarnya dengan sejarahku sendiri.”

Sekilas, bisikan Zeus yang menutup malam mereka terdengar posesif, anehnya Demeter menemukan makna lain. Dalam suara Zeus itu, termuat perintah untuk berhenti terpuruk sekaligus janji (entah kosong entah tidak) untuk mengukir cerita baru bersamanya… sesuatu yang bisa amat menyentuh jika disampaikan dengan cara lain. Ketika fajar menjelang, Demeter telah terbaring sendiri di ranjang, mencari tahu mengapa jantungnya tidak lelah berdegup sedemikian kencang. Gelegak emosi yang menerjang terus-terusan akhirnya menghanyutkan Demeter dalam tidur tanpa mimpi—dan sejak itu, Demeter tidak lagi memandang Zeus dengan cara yang sama. Antara benci dan cinta. Entahlah. Yang pasti, Poseidon tidak lagi menempati singgasana lamanya dalam hati Demeter.

Rahasia kotor yang Demeter pendam rapi-rapi ujungnya terendus oleh Hera. Sesuai dugaan, hubungannya dengan Zeus memicu murka Hera dan kegemparan Olympus, walau cepat juga kekacauan itu diredam oleh sang raja.  Ketenangan di luar tentunya berbeda dengan di dalam; debat panjang antara Zeus dan Hera masih berlanjut, menjebak Demeter di tengahnya, dan puncaknya adalah ketika putri Demeter (dari Zeus) lahir.

“Seperti diriku yang teraniaya ini, kakakku Demeter, nantinya anak gadismu akan teraduk dalam siksa kegelapan!”

Ngilu.

Kutukan Hera seketika memutus tali-tali persaudarian yang dijalin Demeter sekian lama. Demeter ingat menahan tangan Zeus dari mendaratkan tamparan ke wajah Hera, berusaha mempertahankan tali terakhir yang menghubungkannya dengan adik perempuan sekaligus sahabat dekatnya itu, namun bukannya mereda, Hera malah kian meradang. Amuk dan tangis wanita sesetia Hera lebih melukai Demeter daripada musim gugur berkepanjangan… maka Demeter mengesampingkan pembelaan Zeus dan dengan rela hati menjauhkan diri dari ruang tahta terhormat Olympus. Ruangan Demeter dipindahkan ke bagian paling belakang istana, mencegahnya bertatap muka sering-sering dengan Zeus maupun Hera.

Dimulai dari peristiwa itulah, musim semi tak pernah lagi menyambangi jiwa sang dewi kesuburan kecuali beberapa kali—tatkala pandangnya terkunci dengan sepasang manik bening bayi dalam buaiannya.

Putriku, Kore, batin Demeter seraya menciumi wajah anak yang dihargainya lebih dari nyawa, andai suatu saat kau sungguh-sungguh tertelan kegelapan—di mana pun dan bagaimanapun bentuknya—ingatlah untuk selalu menciptakan cahayamu sendiri.

Bunga di vas Demeter sedikit demi sedikit berubah warna.

Mencintalah seperti Ibu mencintaimu sekarang, maka kau akan menemukan cahayamu, Kasihku.

***

Esok paginya, angin sepoi-sepoi bertiup dari celah jendela Demeter, menerbangkan satu mahkota bunga hitam ke kening Kore, si putri cilik—dan mahkota bunga tersebut berubah putih bersih, terang ditimpa sinar mentari.

TAMAT

.

.

.

ini pertama kalinya aku ngerasa pingin bunuh zeus -.- btw sebenernya ini lebih ke songfic ‘the only exception’ tapi krn exo-n blm kelar jadi ya udahlah comot ‘my answer’ aja. sumpah, demeter-persephone itu so sweet sebenernya, cuman kelangkahan hades-persephone jadi ya aku bisa apa. *btw kore di sini = persephone, in case ada yg lupa siapa nama gadisnya sang ratu underworld*

next mau siapa? aslinya ada ide dionysus-ariadne buat nuntasin satu challenge, tapi cerita lucu hermes juga menggoda utk ditulis… doushiyo? >< request yg lain boleh kok.

PS maaf belum bales komen *bow* numpuk nih *aih kyk byk yg komen aja* aku merasa terlalu byk ide blkgan, tapi susah nuanginnya… berasa kayak kebelet BAB tapi ga keluar2, jadilah mager… maafin sekali lagi.

Advertisements

10 thoughts on “EXO-N #22: Pitch Black Spring

  1. Hermes dulu kak, hehehehe. Eh tapi aku gatau sejarahnya dionysus sama ariadne hehhee, boleh dua duanya kak. Ahh pokonya terserah kak Li, apalah dayaku yang kalau baca karya kak Li selalu terpesona dan mesem mesem gajelas. Yah bodo aja aku mah, mau Zeus dideskripsi kaya gimnaa juga aku ttp suka. Hahaha. Guudjobb kakaku sayang

    Like

    1. Btw aku sempet ragu karena ada tulisan ‘adegan dewasa’ etapi akhirnya bablas juga, dan adegan dewasa yanh terbalut majas itu waawww, kuharus belajar bikin yang begitu.he

      Like

  2. aphrodite sm hephaestus aja atau enggak aphrodite ares kak. eh tapi klo pilihannya itu mungkin hermes aja kali ya, soalnya pernah baca ceritanya hermes dan itu lucu hehe
    pkknya ditunggu karya selanjutnya 😉

    Like

  3. Demeter nasibnya gitu amat ya
    Seingetku sih, kalo poseidon itu bapak para kuda, maka induk para kudanya si demeter karena poseidon tergoda sama demeter
    Next-nya sih terserah, tapi kayaknya hermes sih
    Boleh request hephaestus-athena? Orang kayaknya ga banyak yang tau one side love hepahestus ke athena karena ketutup kisah hephaestus-aphrodite-ares 😀

    Like

    1. iya di sini dibalik, demeter yg suka poseidon, biar jadi cerita hehe. lagian aku ga rela masuho jadi playboy jugak XD hephaestus mungkin masih sama aphrodite nanti ceritanya yg menonjol, tapi ngantri sama hermes dulu ehe, makasih udh baca lho 🙂

      Like

  4. Kukira kak Li udahan nulis greek myth-nya, soalnya sempet pending lumayan lama yah. Eh tapi balik bawa yang beginian, Demeter HUHU. Aku nggak nyangka kisah Zeus-Demeter yang menurutku agak sedikit ‘gross’ gitu aslinya, jadi manis banget kalo diolah. Apalagi gimana Demeter sayang banget sama Persephone setelah apa yang dia alami. 🙂
    Aku usul Hera-Hephaestus kak. Itu kisah ibu dan anak ini bener-bener menyentuh sih menurutku. Gimana Hephaestus balas dendam ke ibunya sampe dia nyelametin ibunya karena sayang. Hephaestus-Athena juga oke. Mereka berdua sampe punya anak kan kalo ga salah 😐
    Kutunggu karyamu yang lain kak~ 😀

    Like

    1. iya pendingnya lamaaa soalnya belum dapet feel, tapi athenares up dan kamu udh ngelike itu cukup sekali hehe
      dan emang zeus-demeter itu gross. malah aslinya gross-an poseidon-demeter (tapi di dodekatheon retold diomit saja krn terlalu ga patut :p)
      ha iya hephaestus athena, aku ngelihatnya mereka berdua ga lebih dari sekedar kakak adik, di mana kakaknya ini pingin si adik lebih dapet perhatian dari sang mamah :p masih ngefeel hephaestus aphrodite sejujurnya aku :p
      anw, makasih udh baca ya!

      Liked by 1 person

  5. ((too much feellllsssssss)) aku harus apa dong liiii duuuh dan victoria as demeter yang lembut dan super duper keibuan tuh cucoooook banget astagah mbak vic x)) btw btw li, ini aku juga baru ngerti dan ngeh pas baca cerita kamu sih. jadi anaknya cronus kan 6 ya: hestia, poseidon, demeter, hera, hades, zeus (eh ini aku lupa urut apa engga wakaka). terus si hestia-poseidon-hera-zeus-demeter nih bisa yha bikin cinta segi banyak gini hahahaha xD hades sok sokan ga ikutan eeeeh malah kepincut anaknya demeter omg hahahaha. yosh lii, semangat buat kisah kisah selanjutnya akan kutungguuuu~~~

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s