EXO-N #25: Puluhan Rasa, Kecuali Kamu

by Liana D. S.

EXO D.O (Do Kyungsoo) x Girl’s Day Minah

broken!Romance, Drama, Ficlet (700+ words), Teen and Up (PG)

.

celebrating Yoo Young Jin x D.O – Tell Me (What is Love) release! [Warning] Sinetron-ish scene.

.

“Aku tidak siap berpisah denganmu, tunggu sebentar. Penantian ini begitu panjang, tak berbatas.” (Yoo Young Jin x EXO D.O – Tell Me (What is Love))

***

Cokelat yang pahit menggigit. Tea rose yang lembut dan patuh. Mint yang ceria nan menyegarkan. Ada puluhan rasa lain di dunia ini yang telah Kyungsoo cicip atau menanti untuk dicicipi, tetapi sayangnya, indera pria itu tidak akan pernah benar-benar dimanjakan oleh beragam rasa tersebut.

Semua yang Kyungsoo cecap bahkan tak sanggup mendekati rasa Bang Minah.

Betapapun banyaknya wanita dalam dekapan Kyungsoo, tidak ada satu pun yang cukup mewakili gadis lugu yang dulu pernah Kyungsoo singgahi hatinya itu. Setiap belai dari wanita-wanita lain rasanya kelewat tajam layaknya anggur memabukkan, sementara sentuhan Minah lumer bagai karamel di atas kulit Kyungsoo. Setiap ciuman tidak sedikit pun menyerupai manis permen kapas yang meresapi Kyungsoo saat melumat bibir Minah dengan miliknya. Setiap wangi yang ia hirup membuat tubuhnya panas, tetapi tidak mampu melelehkan kebekuan pengungkung jiwanya, padahal wangi Minah—gabungan lili, mawar, dan ketulusan—mencairkannya dalam waktu yang sangat singkat. Setiap cinta baru mengaduk Kyungsoo dalam pusaran gula. Memuakkan. Dan tidak menyamai manis-asam-pahit kasih Minah, kisah berwarna suka-duka, mirip secangkir coffee latte didampingi kue buah.

Malam itu, Kyungsoo menjebol dinding tak kasatmata yang susah-payah ia bangun selama berbulan-bulan antara dirinya dan Minah. Masa bodoh, pedih dalam hatinya kian menjadi dari hari ke hari. Setidaknya, kehadiran Minah di sisinya akan memulihkan sebagian lukanya, lebih bagus lagi kalau seluruhnya.

Selepas kuliah, Minah kaget mendapati Kyungsoo di gerbang kampus—’menjemputnya’ seperti saat mereka masih bersama. Gadis itu berpaling dari tatapan menusuk Kyungsoo, berjalan cepat-cepat menjauhi arah selatan tempat Kyungsoo berdiri, tetapi Kyungsoo lebih dulu menghadangnya. Usai berdecak pelan, Minah memberanikan diri tengadah.

“Mau apa?”

Dalam tanya Minah, tidak tersirat kegentaran secuil pun meski tengah menghadapi intens emosi Kyungsoo. Gadis berkuncir kuda itu bukan Minah-nya Kyungsoo yang pemalu dan menggemaskan tapi penuh cinta, bukan.

Minah yang Kyungsoo kenali telah lenyap tak bersisa.

Kyungsoo membawa Minah ke satu sudut yang lebih sepi sekadar untuk mencari rasa yang ia rindukan dari bibir si gadis. Sentuhan bagai karamel. Manis permen kapas. Lili, mawar, dan ketulusan. Coffee latte dan kue buah. Yang mana saja. Namun, makin lama Kyungsoo menyesap, hambar yang menyesakkan dari bibir Minah berubah jadi kebencian.

Tamparan keras kemudian mendarat di pipi Kyungsoo.

“Kau… kau keterlaluan!” bentak Minah, punggung tangannya menyapu bibir seolah ingin menghilangkan jejak Kyungsoo dari sana, “Kau kira aku ini gadis macam apa, huh?”

Perih. Bekas tamparan itu tidak cuma meninggalkan sensasi disengat di kulit, tetapi jauh masuk menembus dada, memperlebar tiap retakan kecil.

Mungkin ini hukuman.

Ketika mestinya ia puas dengan satu cinta saja, satu yang amat luar biasa dari Minah, Kyungsoo tidak menghentikan pencariannya. Ia menghendaki kesempurnaan rasa, masalahnya sehebat apapun kasih Minah, gadis itu tetap saja punya cacat seperti yang lain-lain. ‘Mendekati sempurna’ tidak cukup buat Kyungsoo, maka ia teruskan penjelajahan demi menghapus dahaganya akan rasa itu, yang tak pernah mampir barang sejenak sejak ia lahir ke dunia.

Kini, Kyungsoo tak peduli lagi pada kesempurnaan. Seluruh dunianya runtuh perlahan-lahan saat Minah memilih menyingkir dari hidupnya.

Kyungsoo mau sembuh dan cuma Minah obatnya.

“Aku mencintaimu.”

“Aku sudah tahu, jadi pergilah. Sekarang.” ucap Minah sinis, menyangka pria di hadapannya hanya asal merayu, padahal dua kata ini tercipta dari serpihan-serpihan jiwa yang dikoyak kenangan. Kyungsoo mengatupkan rahang; bagaimana Minah jadi setumpul ini? Tidakkah perasaannya terbaca oleh si gadis?

“Tidak, Minah, aku mencintaimu, sangat mencintaimu,” Kyungsoo merenggut tangan Minah, “Kembalilah padaku.”

Minah mengerang akibat cengkeraman Kyungsoo yang menyakitinya, tetapi Kyungsoo tak mendengar itu lantaran sibuk mengecupi sisi wajah si gadis, berharap bisa membuat Minah mengetahui getirnya rasa berdosa yang dipendam lama. Ketika Kyungsoo membebaskan Minah, wajah mulus si gadis ternodai setitik keterkejutan bercampur keharuan yang ganjil.

“Aku tidak bisa kembali padamu, sedalam apapun perasaanmu, karena aku tidak menemukan kesetiaan di sana. Kau masih tercium seperti puluhan wanita, tahukah kau?” Minah mendorong Kyungsoo, membuat ruang bagi dirinya sendiri untuk lepas, “Jadi maaf, carilah cinta itu pada diri orang lain.”

***

Kesetiaan… ya?

Kyungsoo tidak tahu apa itu. Sehari-hari, wanita-wanita datang dan pergi, menghidangkan kesemuan yang dipoles seindah mungkin dan dilabeli ‘cinta’, sehingga definisi perasaan suci itu terdistorsi sedemikian besar di matanya. Ia kira setiap belaian, setiap dekapan, setiap ciuman itulah yang namanya cinta.

Tapi Minah mencari cinta sejati. Tidak perlu semanis karamel atau permen kapas; selama ada satu jiwa utuh yang bersedia berjalan beriringan dengannya, itu cukup.

Menyedihkan. Kyungsoo mempelajari hal ini justru setelah meremukkan pribadi yang benar-benar ingin ia sayangi.

Selagi dirinya berangsur hancur, sesekali Kyungsoo merenung, apakah lambatnya alir arus masa yang menyakitkan ini termasuk bagian dari mencinta tanpa balas?

TAMAT

.

.

sorry. ini lagi2 adalah work of impulse, maksudku SUARANYA KYUNGSOO ITU ILLEGAL, GAK BOLEH SEKSI GITU PLIIIS. dan lagu tell me what is love yg versi full ini dua kali lipat nyeseknya TT

‘play another slow jam…’

me: OTL

Advertisements

6 thoughts on “EXO-N #25: Puluhan Rasa, Kecuali Kamu

  1. Kelewat seksi ceritanya *lututku*
    Tapi emang suara kyungsoo seksinya kelewatan sih
    Plus lagu oom YYJ mana yang gak seksi, dear family yang sebenernya ga seksi pas dinyanyiin sama dia jadi seksi begitu
    Kyungsoo sihhh, minah cantik imut seksi begitu masih aja mencari arti cinta ke perempuan lain, salah sendiri
    Hiiiing, suka banget sama kyungsoo versi seksi, jarang kan karena mukanya polos banget

    Like

    1. MASA IYA SEKSI HAHAI AKU SUKSES BERARTI XD
      iya sih ya aku dengerinnya cuman sorry2 answer doang haha, dan itu suaranya om yyj cuman berapa detik doang udah bikin melted.
      makasih udah mampir ya!
      PS muka kyungsoo gak polos blas, dia itu nyamar doang ><

      Like

  2. ini kyung skinship aja dari tadi sama minah, haduhhh.
    baru2 ini aku concern sama girlsday, bs dibilang gara2 hyeri main di reply88. tapi pas ngepoin grubnya malah suka sama bang minah, suaranya bikin merinding. keren juga tuh kapan2 duet ama kyungkyung.

    Liked by 1 person

    1. maaf ya kak fafa ini penuh skinship habisnya INI KYUNGSOO THE MOST SEXIEST IN EXO GITU LOH MANA SAYA BISA SANTAI
      bener kak aku juga banyak ngeship exoxfemale idol yg jabatannya sama di grup masing2, kyungxminah ini contohnya, dan suara mereka lumayan cocok lho sebenernya

      Liked by 1 person

  3. Kak liana tuh metaforanya pasti yang, duh, gak usah diomong lagi aku suka banget. Makanan-makanan itu mungkin tergantung lidah enaknya, tapi penjelasan kak liana soal Minah dan rasa enaknya jadi terkesan absolut hahaha.

    Terus endingnya, wah, aku pikir Kyungsoo abis putus terus nyari cewek, ternyata emang berengsek LOL.

    Laf laf deh kak soal metaforanya ♥♥

    Like

    1. HAH aku suka sekali kata2mu yg belakang ‘ternyata kyung emang berengsek’ yaaa kapan lagi kyung dijadiin cowok kyk gini di ff gitu XD dari semua member exo yg bisa kubayangin jadi playboy cuman dia sama chen, sumpah. not even kim jongin n oh sehun :p mereka terlalu imut :3
      malah jadi ngelalar kan, intinya adalah makasih banget sher sdh mau mampir baca fic ini dan keep writing juga untukmu!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s