EXO-N #33: The Persistence of Memory

a KPop fanfiction by Liana D. S

EXO Suho (Kim Joonmyun) x soloist IU (Lee Jieun)

Surrealism, broken!Romance, Ficlet, General

Inspired from ‘The Persistence of Memory’ by Salvador Dali.

.

Kau masih di sana seperti sebelumnya, kau tinggal. (EXO – Peter Pan)

***

Mustahil.

Kini, di ujung penglihatan Joonmyun, Jieun masih berdiri tegak, tetapi sebaliknya, waktu tidak berputar; mereka melunak dekat kaki gadis itu, kehilangan daya. Padahal, dari kenyataan yang Joonmyun tahu, seluruh tubuh Jieun telah ia bakar dengan kebencian. Pria muda itu bahkan rela bertahan di tengah jerit kepanasan Jieun hanya demi memastikan gadis itu musnah sepenuhnya. Justru waktulah yang bergulir dalam kecepatan tinggi, menggilas sisa-sisa keberadaan Jieun hingga bersih.

Jieun tersenyum manis, tetapi Joonmyun malah merasa ngeri.

“Kita bertemu lagi.”

“Pergilah, Jieun.” Ujaran dingin Joonmyun membekukan kaki Jieun, tetapi belum lama, kristal yang memerangkap itu pecah. Selangkah gadis mungil itu mendekat, selangkah pula Joonmyun menjauh.

“Pergi atau aku akan membakarmu lagi, Jieun!”

“Oh ya, kau sudah membakarku lagi, omong-omong.”

Tentu saja api yang Joonmyun semburkan bersama kata-katanya melelehkan Jieun sebatas pinggang. Ganjilnya, dengan begitu mudah Jieun melangkah keluar api, menyeret kakinya yang molor seperti keju di pizza, dan kaki itu berangsur kembali seperti semula. Tangan Jieun terulur hendak menyentuh Joonmyun …

“PERGI KATAKU!”

… namun bibir pucat Joonmyun meneriakkan kata-kata ketakutan ini dan Jieun jadi tidak tega. Bagaimana pun, pria malang yang terjebak dalam lanskap ini pernah bermakna lebih dalam hidup Jieun … tidak, ralat, yang benar adalah menempati singgasana dalam hatinya.

“Mengapa kau seakan benci sekali pada sentuhanku, padahal dulu kau selalu bilang menyukainya?” Jieun menelengkan kepala, tampak seimut sosok yang dicinta Joonmyun di masa lampau. Garis bawahi masa lampau.

“Kau mestinya sudah mati! Kebencianku sudah menghanguskanmu sampai ke tulang-tulang, kau tidak seharusnya ada di sini!”

“Tapi,” Jieun kemudian berlutut di depan Joonmyun yang jatuh terduduk dan tak bisa bergerak, “aku hidup, lho, lihatlah. Aku selalu hidup, Myun, di sini menunggumu memanggilku kembali.”

“Tuhan, Tuhan,” Keringat dingin mulai menitiki pelipis Joonmyun, mengiringi doanya, “keluarkan aku dari sini, keluarkan a–“

“Tanpa bermaksud meremehkan Dia, Tuan, kau sekarang tidak bisa pergi,” Jemari lentik Jieun membelai pipi Joonmyun lembut, menyambut, “Selamat datang di Kenangan.”

***

Tak ada yang lebih buruk dari berkubang dalam ingatan yang paling ingin kaubuang.

TAMAT


my surrealistic feeling is back yeay! kayaknya bakal lebih asyik kalau aku membuat ff surrealist berdasarkan lukisan ya biar visualnya lebih dapet uhuuui. plus, mbak iu di mataku itu sangat cocok buat ff surrealist-fantasy :p

PS. maaf terjemahnya dangkal banget.

Advertisements

6 thoughts on “EXO-N #33: The Persistence of Memory

  1. WAAAAAAA, kak li. ihh, aku suka ini seribu pangkat seribu kali. endingnya asik tingkat dewa namanya ini, kak li ❤ ❤ ❤ aku udah ngerasa surrealism dari awal. ini apik sih menurutku. next time buat surrealism lagi yaa, kak li ^^

    /eniwei aku jadi baper/ hahahahaha
    keep writing kak lianaaaa 🙂

    Like

    1. halo ivana /entah kenapa setiap liat id-mu aku selalu keceplosan bilang halo lily, kan salah/
      iya pertama dulu sering bgt bikin surrealism tapi makin ke sini makin sering nulis fluff, jadi rasanya rada gimana gitu balik lagi ke genre ini. uhuhu but anyway makasih udah baca ya!

      Like

  2. Bapak Junmen berani-beraninya nyeleweng dari Ibu Joohyun gini nih akibatnya. Hahaha. Lol aku kira Junmen bakal ada di neraka eh ternyata sebuah ruang dan masa berjudul kenangan ya. Ehem.
    Nice one kak!! (Sori daku baru sempet mampir lagi kak liana T_T)

    Like

  3. berasa marathon komen aku mah wkwkwkwk. ini terakhir sebelum makan, deh.

    kok…. berasa di ruang belantara di antara dua dunia yha, ga di bumi tapi juga belom di langit. anyway kejam betul IU ((insert stiker TSADEEEST!)) xD tapi yang ini aku lebih mengerti sih surealnya ((cetek banget emang pemahamanku lol)). uda deh gitu aja. keep writing!

    Like

    1. makasih lagi ya niswa! ahaha habisnya mbak iu duluan yg dijahatin junmen kan pembalasan hrs lebih kejam :p gapapa surreal itu bisa dimaknai terserah kok, ga dimaknai juga ga papa, kadang aku juga tdk bener2 memberikan makna di dalamnya, cuman menurutku artsy aja nulis beginian, membahasakan lukisan surrealnya org2 ini, hehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s