EXO-N #34: The Lovers

a KPop fanfiction by Liana D. S.

EXO Chen x f(x) Luna

Surrealistic Romance, Slice of Life, Ficlet, Teen and Up

Inspired by ‘The Lovers II’ by Rene Magritte.

.

Kau bersinar dan saat itulah, kau datang padaku dengan bergairah. (EXO – Lady Luck)

***

Luna selalu khawatir eksistensinya tidak akan membekas di hati seorang lelaki karena yah, hampir segala pada dirinya akan ditemui pada wanita lain. Perawakan mungilnya, tudung putih di kepalanya, pekerjaannya di kubikel kebosanan untuk digaji sekepal hidup …. Terlalu banyak wanita yang memiliki ciri demikian. Ia sangat tidak mencolok; jika berada di kerumunan tanpa tanda pengenal di pakaian kerjanya,  ia bisa saja tak dikenali sebagai Luna. Laki-laki kan tak akan mau repot mengenali setiap wanita bertudung kepala yang mereka temui, sama saja dengan para perempuan yang pasti akan ogah kalau disuruh mengangkat satu persatu tudung kepala pria-pria buat mengetahui (si)apa di baliknya.

Chen, pada mulanya, menjadi salah satu dari sekian banyak pria bertudung yang tidak menarik perhatian ini.

Menjadi teman sedepartemen Luna yang baru, kubikel Chen dan Luna bertetangga. Mereka sering dipekerjakan dalam satu tim oleh atasan, sehingga secara bertahap, mereka mulai kerap bertukar pikiran. Waktu bertemu di luar jam kerja meningkat karena beberapa tugas yang belum terselesaikan, entah itu tugas tim atau individu, dan tanpa mereka sadari, mereka telah mengandalkan satu sama lain untuk membantu. Lambat laun, Luna jadi merasa tak lengkap tanpa kikikan Chen saat sedang bekerja, misalnya jika Chen sakit, maka dijenguknyalah lelaki itu yang sebelumnya tak pernah mendapatkan penjenguk wanita. Obrolan di antara mereka bergeser topiknya, dari semata urusan bisnis ke masalah yang lebih pribadi. Tak sengaja Luna menyinggung Chen dengan memaksa pria itu bercerita (meski nadanya bercanda) soal kehidupan cinta masa lalunya yang ternyata amat pedih. Chen marah, Luna gelisah, dan gelisahnya itu sampai mengganggu fungsinya. Ganti dia yang terbaring lesu dan Chen menjenguk, mengoleh-olehinya sekeranjang pengampunan sehingga Luna cepat sehat.

Dan, dengan begitu, sedikit demi sedikit, Luna dijerat oleh si sosok bertudung tanpa sosok itu berusaha membuka tudungnya.

Satu malam, ketika lembur dan kantor sedang sangat sepi, Chen memojokkan Luna ke salah satu sudut dan memerangkapnya dengan kedua lengan. Tanpa bantuan cahaya, retina Luna dapat menangkap pesona di balik kain putih polos penutup wajah Chen.

“Masih lajang hingga detik ini, Luna?” –Mendapat jawaban ‘ya’ berwujud anggukan, Chen mengangkat dagu gadis di hadapannya– “Jadilah kekasihku, kalau begitu.”

Oh.

Luna tidak menolak, tetapi mengapa? Bukankah dia adalah satu dari sekian juta wanita bertudung kepala putih, berperawakan mungil, dan bekerja 10 jam sehari? Di lain sisi, Chen adalah pria tampan, cerdik, humoris cenderung jahil, perhatian, telaten, dan pekerja keras. Luna merasa tak patut menerimanya.

Kendati demikian, Chen masih mengecup bibirnya dan menyalakan api asmara untuk menerangi ruang kerja mereka. Sekali lagi, mengapa?

***

“Kupikir kamu akan menolakku. Kau terlalu bersinar buatku. Jujur aku … sedikit tidak percaya diri menyatakan perasaanku padamu, tetapi bila tidak cepat bergerak, nonaku yang manis, rajin, penyayang, perasa, tapi agak pemalu dan pelupa ini nanti direbut orang.”

***

Bagi sepasang sejoli yang tengah mabuk kepayang, keduanya adalah bintang kembar yang saling mengorbit, meski sesungguhnya, mereka masihlah pria dan wanita bertudung putih kusam yang tidak istimewa.

TAMAT


kalo ada yg pernah nonton f(x) pink tape art film, ada lho scene dari lukisan ini. yg mana aku baru sadar beberapa tahun setelah nonton pertama kali itu teaser.

Advertisements

15 thoughts on “EXO-N #34: The Lovers

  1. KAK LIII, aku mampir lagi yhaaaa. ini ceritanya aku baru buka wp, semalam baru mimpiin mas suho. hahahaha tapi kok aku senang ya baca chen pagi-pagi gini ^^
    aku suka gimana kak liana gambarin kak luna yang bertudung putih ini. engga tau rasanya antik gitu. mungkin pengaruh aku udah perhatiin posternya lebih satu menit baru mulai baca. udah mas chen ini manis kaya gulali di sekolahku dulu. 😀 eniwei, tema surrealism gini kayanya seru juga buat digarap, kak :))
    yoshh, keep writing yaa, kak lianaaa ^^

    Like

  2. Uhh, dari awal aku follow blog kak liana ini aku emang paling gemes dan suka sama genre surrealism buatan kak liana ini, huwaaaa >_<
    Terus ini huhuhu feelnya terasa banget sampe aku iri kapan mau buat ff lagi /apa hubungannya airly/ditimpuk/
    Keep writing ya kak liana! Hehehe 😀

    Like

  3. aduduh jongdae straightforward banget ya, langsung nanya “udah punya pacar belom? kalo belom sini sama aku aja” terus nge-sun HAHAHA xD btw aku suka deh kalimat yang bilang luna digaji sekepal hidup trs sekeranjang pengampunan. dan manusia2 di sini juga yang digambarkan pakai tudung putih. kayak semacam simbolis gitu deh. kak liana emang jago ya buat surreal :”

    btw scene di teaser pink tape yang mirip lukisan di atas itu scene-nya sulli sama victoria kan? yang mereka kisseu dari balik sarung bantal itu. yosh keep writing kak liana 😀

    Like

    1. harus itu ais, biar gak kelamaan ragu2 trs cewenya keburu diembat org cowok harus maju jalan. eh tapi soal tudung putih, itu copyright dari rene magritte yg ngelukis lukisan ini lho, hehe jadi bukan ide dari akunya sendiri… dan
      ITU SULLI SAMA VICTORIA LHA SAYA BARU TAU BENERAN? KIRAIN ORG RANDOM SIAPA GITU ><
      anyway, makasih sdh mampir!

      Like

  4. Aku tau aku tau aku tau teaser ituuuuh. Kak, sebenernya aku ganyambung sama unsur surealistiknya, manusia bertudung itu apa yah artinya? ._.

    Tapi aku tetep suka cara penjabarannya, ahahahahah. nulis surealis lagi yha kaaak ❤

    Like

    1. sebenernya trserah juga si niswa mau memaknai tudung putih itu apa, tapi kalo aku pribadi menerjemahkan tudung putih di ff ini tuh sebagai tanda bahwa di mata kebanyakan org, kita itu gak spesial, sama semua, putih rata. tapi begitu nemu org yg klik maka spesial-lah kita di mata mereka, yg menyebabkan mengapa chenluna bisa jatuh cinta meski mereka gak buka itu tudung putih aka ga melakukan sesuatu yg berbeda dari kebanyakan org. tapi lukisan ini banyak juga diterjemahkan sbg cinta itu buta. hehe.

      Liked by 1 person

  5. hiyahhhh ❤ setelah sekian lama selalu dirundung pekat gulita setiap baca Chena, mood ff ini bener2 UP sekale. ah, seperti biasa, untaian kata-kata yang manis namun tertata apik, Kak Liana banget lah 🙂
    ditunggu juga lho, ff lagunya mbak Luna 😀 heheehe. keep writing kak liana 🙂

    Like

  6. ya ampun Kak Lin, ceritanya bagus serius. Lenyap deh buat baca yg lain. Niatnya cuma pengen baca satu malah keterusan sama yg lain. seenggaknya, penghibur puasa sebelum berbuka. Anggep aja ngabuburit ala mochi. Tapi serius deh, betah banget bacanya 😀 😀 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s