[EX’ACT] White Noise

image002

EXO 3rd Album EX’ACT tracklist series by Liana D. S.

#6. White Noise

EXO Chanyeol

Suspense, Vignette, Teen and Up

.

Aku tidak dapat melihatmu, tetapi aku dapat mendengarmu. (EXO – White Noise)

***

Perkara sasaeng fans, alias penggemar berotak miring berjiwa setengah psikopat setengah maniak, sebetulnya bukan masalah baru bagi Chanyeol, tetapi yang satu ini lain.

Aku suka kau pakai celana pendek itu, Oppa. Kaki panjangmu seksi sekali.

Meskipun nomor yang tertera di monitor ponsel bukan nomor keramat yang terakhir diblokirnya, Chanyeol yakin si pengirim pesan pastilah sama dengan kemarin-kemarin. Tukang teror. Gadis jahil ini tak bisa Chanyeol abaikan begitu saja macam penggemar-penggemar gila lainnya sebab si gadis mengetahui segala hal yang ia lakukan, bahkan yang tak terekam CCTV. Pesan singkat di atas bisa saja dianggap tidak ada karena mirip dengan pesan-pesan sasaeng lainnya yang pernah menyadap CCTV dorm, namun Chanyeol hafal pola kalimat yang gadis itu pakai untuk menghantuinya, juga kebiasaan si gadis mengusiknya melalui ponsel selama 15 menit sekali.

“Matikan saja ponselmu sementara, Hyeong, biar tidak mengganggu. Kita makan dulu, yuk.”

Jongin baru saja masuk dengan tawaran yang normalnya akan sangat menggiurkan bagi Chanyeol, ganjilnya kini Chanyeol bergeming seraya menatap ponselnya kosong. Ajakan Jongin tidak meninggalkan kesan dalam benaknya yang ramai akan pertanyaan-pertanyaan tanpa jawab. Bagaimana melenyapkan semua pesan-pesan berbahaya ini? Siapa dia sebenarnya? Apa yang dia lakukan hingga bisa mengetahui segala hal tentangku, bahkan kadang isi pikiranku pun mampu dibacanya? Mengapa jika aku tak mengacuhkannya, ia kemudian beralih mengganggu anggota lain? Apa yang di—

Hyeong?”

“Duluan saja, nanti aku menyusul.”

Tidak basa-basi, Chanyeol mendorong Jongin keluar, menyunggingkan seulas senyum palsu sebelum menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam. Jongin mengetuk pintu agak keras beberapa kali, nyaris menggedor—dan sia-sia saja. Perhatian Chanyeol terlanjur terserap pada layar ponsel yang menampilkan dua baris kalimat tadi, terus memikirkan bagaimana mengenyahkan si pengganggu hingga tak menyadari betapa masalah ini menjauhkannya dari orang-orang tercintanya. Sedikit ribut-ribut di luar kamar dari mereka yang mengkhawatirkan Chanyeol tidak mencapainya yang menjadi fokus pembicaraan. Pesan-pesan sarat kecemasan dari keluarga pun menjamur di kotak masuk, terkubur dalam ratusan spam dari si penguntit yang mempengaruhi pikiran Chanyeol lebih hebat.

Kalau penggemar ini memang berniat bersenang-senang di atas penderitaanku sejak awal, dia berhasil.

Ponsel yang diempaskan ke atas selimut dan rambut yang diusak hingga kacau begitu sejalan dengan batin Chanyeol yang baru saja menyuarakan rasa frustrasi. Helaan napasnya memberat, mencepat, mengiringi bergesernya ibu jari ke dekat ikon ‘matikan’. Gamang, ibu jari itu mengambang di atas panel sentuh. Teringat ia saat terakhir menonaktifkan ponsel untuk menghindari semua pesan masuk: waktu itu, si peneror jadi beralih pada Kyungsoo yang sekamar dengannya. Sebagai kawan yang baik, Kyungsoo berusaha menyembunyikan pesan-pesan kasar terkait Chanyeol yang sampai ke ponselnya (‘akan kubunuh kau jika tidak menyuruh Chanyeol-oppa makan kue yang kukirim!’, padahal semua orang tahu kue yang dimaksud sudah rusak, entah jadi basi saat pengiriman … atau disengaja dikirim setelah rusak). Serentetan kalimat beracun itu ditutup dengan sebutir peluru mengerikan yang memecahkan sesisi kaca jendela kamar Kyungsoo tepat ketika pemuda itu sedang berdiri di hadapannya. Satu. Dan satu lagi. Chanyeol terpaksa mengaktifkan ponselnya dan memakan kue tersebut, semula hanya segigit, lantas gadis itu mengiriminya stiker kelinci tersenyum yang diikuti ‘selamat menikmati, Oppa, habiskan atau kau kutembaki lagi!’. Alhasil, Chanyeol tak bisa makan dengan normal selama beberapa hari akibat keracunan hebat.

Memikirkan kue yang waktu itu? Maaf, aku tahu rasanya tak enak, tetapi lain kali, akan kubuatkan yang lebih layak makan!

Nah. Mulai lagi.

Jangan matikan ponselmu, aku masih mau bicara.

“Pengecut,” gumam Chanyeol, kata-katanya yang teredam bantal ia ketikkan ke ponsel, “Kalau berani, keluar dan hadapi aku.”

Iya, setelah ini aku akan menemuimu, kok. Aku bisa sekalian berteduh ^^

Hah? Segera Chanyeol duduk tegak, telapaknya yang gemetar menggenggam ponsel erat-erat. Dibacanya ulang kalimat pertama, huruf demi huruf, memastikan ini bukan ilusi hasil terjemah pikiran berkabutnya. ‘Menemuimu’? Pilihan kata gadis itu seolah menyiratkan bahwa ia—yang kemungkinan besar kehujanan karena berada di luar—hendak menghampiri Chanyeol dengan menembus penjagaan ketat dorm EXO. Tidak mungkin! Kehidupan para anggota sudah tenteram dari serbuan penggemar iseng sejak agensi mengawal mereka lebih rapat, jadi seedan apa pun si gadis, ia tak akan bisa masuk dan menemui Chanyeol langsung.

Trak! Trak!

Buka jendelamu, Oppa, aku mau masuk.

Yang barusan, berarti, bukan cuma bunyi tetes hujan menimpa kaca jendela Chanyeol. Yah, air tak akan menimbulkan bunyi sekeras itu, tetapi kerikil bisa.

Kerikil?

Tempat ini tinggi, kerikil yang dilempar dari bawah tidak bakal mencapai jendelaku!, Chanyeol meyakinkan diri sendiri, tak tahu teknik apa lagi yang digunakan gadis misterius ini buat mengerjainya. Biar begitu, rasa penasaran mendorong Chanyeol untuk bangkit dari ranjang dan menyibak tirai. Ada dua kemungkinan yang Chanyeol hadapi sekarang: pertemuan langsung dapat membuat gadis itu makin sinting, tetapi bisa juga meredamnya. Meski mengharapkan opsi kedua menjadi nyata, Chanyeol sadar kemungkinan itu terlalu kecil. Kalau belum bertemu dengannya saja, penggemar ini sudah demikian mengganggu, bayangkan apa yang akan ia lakukan setelah bertemu nanti? Dia bisa melukai Chanyeol dari jarak yang lebih dekat.

Namun, tidak ada salahnya mencoba.

Saat tirai disingkap, Chanyeol tidak menemukan apa-apa. Hanya pemandangan kota yang menyambutnya, basah oleh hujan.

Kriet!

Kontan Chanyeol berpaling ke belakang, menatap pintu yang sedikit terbuka. Ia memang tidak menutupnya rapat tadi setelah menyuruh Jongin keluar, tetapi ia masih tahu bahwa bukaan yang sebelumnya lebih sempit daripada yang ini. Maknanya, pintu itu benar-benar didorong oleh seseorang untuk membuka, masalahnya Chanyeol tidak melihat siapa pun masuk.

Apa-apaan?

Notifikasi pesan masuk membuyarkan lamunan Chanyeol. Begitu nomor penggemar rahasianya muncul, buru-buru ia membaca pesan terbaru di kotak masuk …

… dan keringat dingin nyaris seketika menitiki dahinya.

Aku sudah masuk kamarmu ^^ Temukan aku atau aku akan mengganggumu sepanjang malam!

Bersama itu, terdengar gemerisik mencurigakan beriring suara kikikan yang amat samar di kolong tempat tidur Chanyeol.

TAMAT


.

.

.

yoot ini adalah penistaan bias no. 6-ku, yeol.

percobaan genre baru tapi sepertinya gagal. maaf ya reader. kalian tahu hidung buntu itu sangat mengganggu, padahal yg ngetik tangan, yg ngasih ide otak, tapi kalau lagi pilek semua susah T.T lain kali akan kuperbaiki, kalau nemu plothole lgsg bilang aja. dan andai ini tidak begitu sesuai dgn keadaan dorm EXO aslinya, well sesungguhnya aku tdk begitu ahli dalam research >< aku kan bkn sasaeng.

Advertisements

13 thoughts on “[EX’ACT] White Noise

  1. waahh, akhirnya kak liana posting lagi 🙂 kabar baiknya adalah, walaupun terdengar sedikit jahat, aku selau suka fic dengan tema gini. yang jadi penguntit hampir ke psycho gitu. apalagi di sini keliatan kalau mas chanye ini terganggu. yah, i mena siapa juga yang engga merasa terganggu kalau dapat pesan kaya gitu terus, pasti kesal. apalagi sampai pemaksaan, ngeri juga sih bayanginnya. tapi aku tetap sukaa. oh, ya untung aku bacanya ini pas siang, kak li.

    lalu kabar buruknya adalah why ending-nya soo… aduh, aku bingung mau bilang apa, kak li. ih, serem ah. bayangin digangguin sepanjang malam, kalimat ‘terdengar gemerisik mencurigakan beriring suara kikikan yang amat samar di kolong tempat tidur Chanyeol.’ buat aku merinding kak li, heuheuu

    semangat terus yaa, kak liana. keep writing, qaqa 🙂

    Like

    1. ending seperti itu vana, krn aku sendiri tidak memikirkan mas yeol sebenernya digangguin siapa, cuman bljr membangun suspense saja yahahaha. *padahal diriku sendiri ga suka ending gantung
      thanks udah mampir ya!

      Like

  2. Sumpah ini serem banget

    Udah dia beneran nembakin kyungsu gara gara ga nyampein pesannya, sampe bener-bener maksa chanyeol nya makan kue basi sampe harus dirawat gitu. TAPI TAPI TAPI GIMANA CARA DIA MASUK KAMAR ITU SUMPAH SEREM UDAH MANA CEKIKIKAN SENDIRI DARI BAWAH TEMPAT TIDUR

    TEMPAT TIDUR

    TEMPAT TIDUR

    I REPEAT: TEMPAT TIDUR. Fix ini horor, aku tahu gabakal mungkin ada orang yang mau jadi sasaengku tapi segala hal mungkin jadi mungkin malem ini aku bakal mikirin cewe gila yang nyiksa idol nya sendiri.

    Bhai kaliana. Ficmu membuatku takut sendiri:””)
    Zyan

    Like

  3. Sumpah kukira perkiraaanku salah. Eh ternyata beneran gaada orangnya hahahaha. Doh, kak li pilek aja masih bisa ngarang. kalo aku mah apa, bobo’an doang sambil ngabisin stok tisu wkwkwk.

    Tapi aslik lah emang sasaeng tuh ganggu banget yah. Aku jadi inget kasus video Luhan yang jadi viral. Dan sebenernya agak lebih suka kalo luhan yg jadi cast—maumu aja nis. Lah habis dia teges banget kalo sama sasaeng huehehe. Ah ya, koreksi dikit kak, hapal itu bakunya hafal, loh. Trus tadi kulihat ada beberapa kata yang gaenak dibacanya karena tiba-tiba ada penggunaan titik koma/titik dua yg ndak perlu menurutku. Sekiaaaan, keep writing~

    Like

    1. wah iya tak perbaikinya dulu huahua
      btw aku ko ga berani ya liat videonya mas luhan itu? dari jaman exo dia begitu, aku jadi kasihan masa sampe sekarang hidupnya direcokin fans resek mulu sih T.T

      Like

      1. yawis jangan diliat kak 😦 soalnya luhan serem kan kalo marah, ini kalo ngga ditarik sama tim luhan studio (?) mungkin dia tetep ngamuk-ngamuk ke supir taksi yang disewa itu. Iyaa dari dulu di exo sama ajah, kesian :” nasib orang ganteng kali ya :””)

        Like

  4. setelah baca ini, cek kasur, fiuhh hamdalah, kasurku nepak tanah, ngga ada kolongnya. aku kira suspense itu hanya berkisar menegangkan dan yeah menegangkan dan ngga seserem iini huhu T_T

    kenapa ‘dia’ ini jadi menyeramkan gitu akhirnya? makin menyeramkan. arghhhh T_T
    cepat reda hidung pileknya kak, terus berkarya. semangatt^^

    Like

    1. niat awal bikin fic ini adalah: pingin bikin suspense. tok. tanpa ada jawaban jelas apakah ‘makhluk’ ini hantu apa gak hahahaha aku ini memang author tak bertanggung jawab….
      setan gaol sih skrg, mainnya cyber :p

      Liked by 1 person

  5. Li Li Li Li Li!!!!!!!!!! *ok ganyantei, maaf*
    Sudah lama aku tak jalan” di blog mu ini
    Dan DUAR langsung disuguhin setumplek cerita yg aasdfkhkjdskl KEREN BGT *makin ganyantei ya?!*
    Aku wes baca EX’ACT dari Lucky one sampe sini, dan, uhhhhh
    Surealism mu tak pernah gagal bikin aku baca sambil nganga a.k.a tersepona
    Kenapa neng Jimin ku dinistakan di artificial love? *abaikan* tapi aku suka ini, drabble yg sangat ngena
    Dan ini bikin merinding di kantor *ssstt aku baca disela sela waktu magang wkwkwk* Jadi parno naek lift *apa hubungannya coba* Kecian Yeollie nya, tp ngakak bayangin muka dia yg ketakutan gitu
    Ok cukup nyampahnya disini
    Pokonya lanjtukan Li. Yg lainnya kubaca nanti kalo sempet hehehe *so sibuk lah*
    Btw monster nya mana nih? *teror LI hihihi*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s