[EX’ACT] Stronger

cqgkvhpxgaad7mi

EXO 3rd Album EX’ACT tracklist series by Liana D. S.

#9. Stronger

EXO Kai x f(x) Krystal

Romance, Hurt/Comfort, Vignette, Teen and Up

.

Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat.

***

Malam itu, cukup mengejutkan bagi Krystal mendapati bocah penjaga istal keluarganya di sebuah kedai minum kecil. Bocah, ralat, pria muda yang bekerja pagi hari pada Krystal itu kepergok sang majikan tengah meliukkan tubuh di atas panggung murahan kedai, mengerjakan sesuatu yang tak Krystal sangka-sangka.

Menari.

“Anda tidak perlu membelalak sedemikian lebarnya. O, dan Anda bisa berhenti tersanjung, penampilan saya baru saja selesai.”

Cuma tampak luarnya saja yang garang dan terkesan liar; Kai Kim ternyata lebih bermartabat dari kebanyakan putra lord yang membabi di pesta-pesta bangsawan. Krystal senang pria muda itu tidak menunjukkan reaksi berlebihan atas kedatangannya kemari, malah mengajaknya bercanda sebagaimana seorang penari tampan nan seksi menggodai tamunya. Hah, tidak. Krystal tidak ingin seorang lelaki datang dulu ke hatinya yang sedang kalut. Hati itu, jika menuruti adat yang berlaku, mestinya hanya dimiliki tunangan Krystal, pria paruh baya yang dibutuhkan ayahnya untuk memperluas koneksi bisnis, seseorang yang tidak Krystal cintai. Akan tetapi, hari pernikahan mendekat lebih cepat dari yang Krystal perkirakan dan kegelisahan lady muda itu mencapai titik genting, maka tidak ada jalan baginya selain melarikan diri sejenak. Pergi mabuk-mabukan ke tempat dekil yang tidak terjamah kaum elit.

Kai dianggap Krystal sekadar pemanis untuk alkohol yang ia teguk.

Kehadiran sang penari, nyatanya, lebih berarti dari itu.

“Maaf saja, ya, aku bisa minta Ayah membawaku ke Perancis untuk menonton pertunjukan yang lebih spektakuler. Untuk apa tersanjung dengan tarianmu?” Seperti biasa, kata-kata pedas meluncur dari bibir Krystal tanpa terkendali, bagian dari mekanisme pertahanan diri yang susah diatur. Ia akui, Kai menari dengan cukup anggun untuk ukuran penjaga istal, tetapi memujinya secara langsung? Kata-katanya terlalu mahal untuk itu.

Ucapan menusuk Krystal Kai tanggapi dengan senyum tipis.

“Lantas mengapa Anda datang kemari?”

“Cari angin segar.” Kai tergelak; di sini cuma ada sekumpulan pria bau keringat dan wanita-wanita berparfum menyengat, apanya yang angin segar? “Dan, setelah melihatmu menari, aku punya satu tujuan lagi: mengejekmu.”

“Mengejek saya?”

“Ya, karena kamu menari. Menjijikkan, kupikir seorang laki-laki sejati tidak bakal melakukan itu demi harga diri.”

“Bagi saya, menarilah harga diri, Nona Jung,” sangkal Kai, suaranya masih selembut dan sedalam semula. “Menari adalah satu dari sekian banyak simbol kekuatan hakiki sebab di dalamnya, selain ada unsur gerak juga ada unsur kekang. Langkah mesti terkendali dan sejalur tempo. Dibandingkan kebebasan, kontrol lebih butuh tenaga, tidakkah Anda berpikir demikian?”

Krystal mendengus. Kai tidak tahu alasan sesungguhnya ia kemari, tetapi kalimat tadi seolah-olah ditujukan kepadanya dan ia lumayan tersindir. Daripada keceplosan, gadis pirang itu mengalihkan pandang pada gelasnya yang setengah penuh, diam seribu bahasa. Dia tidak sedang nakal, kok, hanya beristirahat sebentar dari kehidupan yang sepenuhnya diatur sebelum kembali ke sana beberapa jam lagi.

“Mau tambah?”

Huh, Krystal benci kenyataan bahwa dirinya sudah ada yang mempunyai ketika di depannya, duduk seorang lelaki rupawan yang bersikap semenyenangkan Kai. Mengacungkan gelasnya, gadis itu menerima alkohol yang dituang penjaga istalnya, bersyukur Kai memperbaiki suasana hatinya biar sedikit. Saat telapak mereka bersinggungan, baru Krystal sadari pemuda ‘gemulai’ ini tetap bertangan lebih besar, lebih kokoh ketimbang dirinya. Ada getar yang dijalarkan pemikiran itu ke sekujur tubuh Krystal, namun sesegera mungkin Krystal menepis pikiran tersebut. Tidak penting, toh yang akan menjadi suaminya kelak adalah orang beruban dengan kulit keriput.

“Anda bukan gadis pemberontak, sepanjang pengetahuan saya.” Kai menuang wiski ke gelasnya sendiri. “Kalau sampai Anda kabur begini, maka pasti ada satu masalah yang amat memberatkan Anda.”

Jangan mulai, batin Krystal, menduga Kai akan mulai menginterogasinya menggunakan dalih ingin membantu, walau nanti di akhir akan ditutup maaf karena masalah Krystal terlalu pelik untuk otak dangkal si penari. Sama saja seperti teman-temannya, suka ikut campur, tetapi pergi sebelum masalah benar-benar dituntaskan.

“Dan, Anda enggan membicarakan ini, saya tahu. Semua pengunjung wanita seperti itu. Saya tidak akan memaksa Anda berkisah, tetapi yakinlah badai yang menghantam Anda tidak akan selamanya menerjang.”

Itu manis. Krystal menunggu; apakah kalimat manis barusan punya lanjutan yang klise dan menyebalkan?

Untungnya, tidak.

“Wanita adalah makhluk yang kuat, saya kira. Ketika benak mereka kacau, mereka masih bisa menata sikap, sementara lawan jenis mereka mungkin sudah merenggut satu nyawa dalam kondisi yang persis.”

Refleks, Krystal terkekeh.

“Aku hancur sekarang, apa kamu masih melihatku sebagai sosok yang menjaga sikap?”

“Begitulah menurut saya saat ini. Tanpa air mata yang menggantung susah payah karena ditahan, saya rasa Anda akan menjadi Nona Jung yang tak tersentuh sebagaimana biasa. Sekarang, saya mengerti bahwa Anda butuh menumpahkan air mata itu ke baju seseorang.”

Tes.

Sialan, timing yang tepat sekali.

Memaksa diri jatuh cinta pada orang asing merupakan kesulitan siapa pun yang mencinta dengan kalbu, alih-alih mata atau–lebih buruk–selangkangan. Krystal belum pernah jatuh cinta, tetapi ia tidak mau jatuh cinta pada kakek-kakek ambisius yang di otaknya dipenuhi strategi dagang belaka. Itu sama saja membunuh masa depan sendiri! Apa Tuan dan Nyonya Besar Jung tidak pernah mempertimbangkan keputusan mereka dari sisi Krystal? Mahligai itu Krystal yang nantinya menempati, seumur hidup! Biar dibuat dari emas, singgasana tanpa bantal empuk tetap sakit untuk pantat! Apa itu yang mereka sebut masa depan cerah buat Krystal?

“Aku tidak mau menikah.”

Nona Muda Jung menunduk, menunduk, dan terisak tak lama kemudian. Pertahanannya hancur dan ia, seperti ucapan Kai, butuh tempat untuk menampung air matanya.

“Kai, aku tidak bisa mencintai Tuan Shim.”

Terkutuk, umpat Krystal. Suaranya terdengar sangat lemah.

“Aku tidak sanggup menjalani jalur yang Ayah dan Ibu buatkan untukku.”

Tangis Krystal pecah.

“Aku tidak mau pulang ….”

Selanjutnya, yang diingat Krystal malam itu hanya beberapa dari sekian puluh tegukan, juga satu tangan yang menguatkan serta membawanya pulang.

***

Pada hari pernikahan Krystal Jung, semua pelayan hadir untuk mempersiapkan pesta megah sang nona yang kini berubah jadi nyonya. Kecantikan Krystal dalam gaun pengantin kontan menjadi buah bibir para pelayan Jung, tetapi ada satu penjaga istal yang berdiri jauh dari kerumunan pelayan hanya untuk mengagumi Krystal dari kejauhan sekaligus memberikan dukungan.

“Kai, kalau bisa, datanglah di hari pernikahanku dan tatap aku seperti kau menatapku sekarang.”

Kendati paham bahwa itu ocehan orang mabuk, Kai memenuhi permintaan Krystal dan menatapnya–dengan takjub, dengan lembut, dengan penuh cinta–seperti malam itu dalam kereta sewaan yang mengantarkan mereka pulang. Krystal membalas senyumnya dari sebelah Tuan Shim dan separuh nyawa Kai seakan melayang. Fakta bahwa gadis semenawan Krystal Jung harus diperistri seorang pria reyot yang tidak manusiawi membuat Kai ingin mati saja.

Namun, apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu makin kuat–dan seusai pesta pernikahan itu, Kai menjadi lebih kuat dari sebelumnya.

TAMAT


.

.

.

maaf mengecewakan T.T mestinya diposting Senin, tetapi departemen kulit-kelamin di tempatku jadwalnya kacau guys. parah. anyways, dengan ini ex’act series selesai, 3 track bonus dari lotto akan menyusul ficnya ^^ terima kasih bagi kalian yang sudah mengikuti series ini ya ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s