Lirik #38: Di Ketinggian

intheheights chenluna2

Lirik #38 & #39: Mimpi yang Sempurna – Peterpan & Kasih Tak Sampai – Padi

“Aku ‘kan menghilang dalam pekat malam agar cinta kita akan abadi. Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini dalam mimpi yang sempurna.”

[EXO Chen x f(x) Luna]

***

Continue reading “Lirik #38: Di Ketinggian”

Advertisements

Lirik #36: Sayatan

Lirik #36: Tak Ada yang Abadi – Peterpan

“Takkan selamanya tanganku mendekapmu. Takkan selamanya raga ini menjagamu.”

[EXO Lay]

***

Yixing selalu memperlakukan kekasihnya dengan lembut dan hati-hati. Setiap belaian diperhitungkan benar supaya tidak terkesan menuntut. Setiap ucapan dirancang Yixing baik-baik agar mampu menyembuhkan pendengarnya. Setiap senyum diatur untuk menimbulkan kurva yang sama di bibir bidadari cantiknya. Namun, tangan Yixing yang biasa memeluk si gadis kini menarikan pisau, menorehkan luka pada kulit kekasihnya sendiri.  Meski gadis itu yang disayat, hati Yixing-lah yang sesungguhnya koyak, jiwa Yixing-lah yang sebenarnya tersakiti.

Selesai. Yixing membersihkan diri dan masuk ruang kerja, mengetik.

…sebab kematian adalah perdarahan otak akibat kekerasan tumpul.

Tangis Yixing mengaburkan tinta pada hasil autopsi kekasihnya yang diminta para penyidik esok pagi.

TAMAT

Continue reading “Lirik #36: Sayatan”

Lirik #24: Neverland

wildnmildexom

Lirik #24: Dealova – Once

“Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu.”

[TANTANGAN BARU: TWEETfanFICTION SURREALIS 140 KARAKTER (termasuk spasi) UNTUK EXO-M! Terinspirasi dari fanart-fanart cantik Erika Gaborovna: EXO Neverland Series; link ada pada judul masing-masing tweetfic.]

***

Hutan

“Suka bunganya?” Kau mengangguk riang dan Lu Han tersenyum. Pepohonan di tubuhnya terus menyesatkan orang-orang asing yang ingin menjamahmu.

Hujan

Dari luar rumah, Chen mengamatimu yang sedang berdiang. Melalui rinai-rinai merdunya, ia titipkan kerinduan sebelum lenyap di balik pelangi.

Hewan Buas

Jejak-jejak pertarungan pada kulit Kris selalu menakutkanmu, padahal semua lukanya ia peroleh karena melindungimu dari keganasan hewan lain.

Kristal

“Kamu cantik.” puji Lay. Tapi dia lebih cantik. Kau mudah hancur oleh panas dan tekanan, sedangkan dia melalui semua itu dan makin berkilau.

Malam

Tao setia mengagumimu dalam gelap dan menghapus segala letihmu dengan pendar bintang-bintangnya. Setelahnya, ia menghilang ditelan matahari.

Mentari

“Boleh aku mendekatimu?” tanya Xiumin, takut menyilaukanmu. Kau mengizinkan; cahayanya toh tak pernah menyakiti matamu, malah terasa hangat.

TAMAT

Continue reading “Lirik #24: Neverland”